CANTIKNYA AKHLAK KHADIJAH

CANTIKNYA AKHLAK KHADIJAH

Buku “Cantiknya Akhlak Khadijah” ini meraih dua Penghargaan Indonesia Membumi tahun 2016 kategori Editor Terbaik (Imran Laha) dan Desainer Buku Terbaik (Ahmad Saba) untuk Buku Nonfiksi dan Faksi Anak. Indonesia Membumi adalah sebuah inisiatif yang dirancang KPK dan Ikapi dalam rangka melawan korupsi melalui kekuatan literasi, sebagaimana akronim Membumi yaitu Menggagas dan Menerbitkan Buku Melawan Korupsi. Penghargaan Indonesia Membumi tersebut diberikan bertepatan dengan peluncuran 167 buku hasil sanggar kerja Indonesia Membumi pada Indonesia International Bookfair 2016 lalu.

Ditulis oleh dua orang penulis yang sangat peduli pada dunia anak. Irma Irawati dan Wylvera W. Keduanya sudah banyak menghasilkan buku-buku cerita anak berkualitas. Dalam buku ini, kedua penulis memaparkankan betapa mulia dan indahnya akhlak Bunda Khadijah. Jadi selain cantik wajahnya, Bunda Khadijah pun cantik akhlaknya. Seperti apa kecantikan akhlaknya? Mari kita telusuri.

Pada bagian awal, dikisahkan tentang masa kecil Khadijah. Dengan judul “Anting-anting Khadijah”, yang ternyata bukan kisah tentang indahnya perhiasan di telinga Khadijah, namun tentang nasihat ayah Khadijah yang terus melekat di dirinya. Seperti anting-anting yang selalu menempel di kedua telinganya. Bunyi nasihatnya seperti ini, “Dalam keadaan takut sekalipun kita tidak boleh lari dari kesulitan. Saat kita tetap menghadapinya, berarti kita telah menjadi orang yang sabar dan berani.”Maka selanjutnya Khadijah tumbuh menjadi wanita yang SABAR dan BERANI.

Memasuki ambang usia dewasa, Khadijah ditinggal pergi untuk selamanya oleh ayah tercinta. Dan karena ibunya pun telah lebih dulu meninggal, Khadijah dengan penuh rasa TANGGUNG JAWAB menjadi orangtua bagi adik-adiknya. Perniagaan milik ayahnya diteruskan dengan usaha yang sungguh-sungguh. Khadijah benar-benar menunjukkan sikap MANDIRI. Ia berjuang keras demi menghidupi ketujuh adiknya.

Lewat usaha KERJA KERASnya, perdagangan ayahnya merangkak maju. Khadijah menjadi gadis belia yang sibuk mengelola perniagaan dan mengatur pegawai-pegawai. Ia sangat teliti dan DISIPLIN. Dengan kehidupannya yang berkecukupan, Khadijah tetap SEDERHANA dan senantiasa ringan tangan menolong orang yang sedang kesusahan. Hatinya sangat lembut. KePEDULIannya amat tinggi. Dikisahkan tentang betapa mudahnya Khadijah mengulurkan beberapa keping uang emas kepada seorang kakek yang kehabisan uang di pasar. Juga spontanitas Khadijah mengeluarkan sekantong uang perak untuk menolong seorang budak wanita yang diperlakukan kasar oleh tuannya.

Dalam perjalanan usaha perniagaannya, suatu ketika Khadijah mengalami kerugian besar. Selidik punya selidik, ternyata ada pegawai yang tidak jujur. Khadijah sangat terpukul. Karena selama ini ia selalu mengutamakan keJUJURan. Namun ternyata, ada pegawai kepercayaannya yang justru menodai kejujuran yang selalu dijunjung tinggi oleh Khadijah.

Di tengah kebimbangannya dalam rencana perniagaan berikutnya datanglah pertolongan dari Abu Thalib, yang menawarkan keponakannya untuk menjadi pegawai Khadijah. Keponakannya itu tak lain adalah Muhammad. Di situlah awal perkenalannya dengan Rasulullah. Hingga akhirnya menikah dan hidup bahagia. Sebagai istri Rasulullah dukungannya terhadap perjuangan dakwah Islam
sangat besar. Dengan SABAR ia mendampingi Rasulullah yang kerap mendapat perlawanan keras dari musuh-musuh Islam.

Begitu banyak teladan yang bisa diambil dari kisah hidup Bunda Khadijah. Penuturan tentang kecantikan akhlak Bunda Khadijah, merupakan media pembangun karakter yang baik bagi pembaca. Nilai-nilai yang diperlihatkan dalam perilaku keseharian Bunda Khadijah pada dasarnya adalah juga nilai-nilai integritas dalam pendidikan antikorupsi. Jujur, peduli, mandiri, disiplin, kerja keras, tanggung jawab sederhana, berani, dan adil. Melalui buku ini, semoga anak-anak dapat menyerap nilai-nilai tersebut sejak dini lalu menetap dalam kebiasaan hidup di masa kemudian. ( Linda Satibi ) #edisienam 5 Juni 2017

 

Penulis : Irma Irawati dan Wylvera W.
Penerbit : Adibintang – Zaytuna Ufuk Abadi
Tebal Buku : 164 halaman
Cetakan : Januari 2016
ISBN : 978-602-372-067-5

Komentar

Silakan berkomentar