FIRMAN VENAYAKSA, MOTOR LITERASI

Pegiat integritas yang lahir di Cianjur, 2 September ini dibesarkan di Banten. Lulusan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini telah mempublikasikan lebih dari 100 tulisan di media cybersastra. Berbagai karya buku pun telah dihasilkan dari tangan dinginnya. Puisinya pernah dibukukan dalam antologi bersama “Ini Sirkus Senyum” (Bumi manusia: Yogyakarta, 2002), sedangkan cerita pendeknya dibukukan dalam “Grafitti Imaji” (Yayasan Multimedia Sastra: Jakarta, 2002).

Bergabung dengan berbagai komunitas yang berhubungan dengan literasi, semangat juangnya semakin membara untuk menggagas motor literasi (Moli). Komunitas Moli bertujuan menjemput sumbangan buku secara langsung dan mengadakan lapak buku di ruang publik. Buku-buku yang sudah terkumpul kemudian diserahkan ke TBM-TBM di pelosok daerah. Para penyumbang buku bisa juga langsung mengunjungi lapak buku untuk secara langsung mendonasikan buku-bukunya.

Dosen sastra Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten saat ini sudah mengajak lebih dari 30 relawan Moli dari berbagai profesi, mulai dari mahasiswa, guru, penulis, wartawan, pihak swasta, dan lain sebagainya. Moli sudah bekerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menyalurkan 100 eksemplar buku dari KPK untuk Taman Baca Masyarakat (TBM) dan juga menggelar acara lapak buku. Buku-buku yang disalurkan juga berasal dari komunitas Indonesia Membumi. Jika semua komunitas bergabung dan saling bekerjasama melawan korupsi, maka korupsi pun akan semakin mudah diberantas.

Gerakan Moli adalah gerakan sosial non profit yang terbuka untuk komunitas lain dan individu, semua kalangan masyarakat bisa bergabung. Syaratnya hanya punya motor untuk bawa buku dan yang terpenting adalah kesamaan visi, yaitu antikorupsi dan membangun literasi. Salam literasi.(ZR)/#edisidua, 9 Mei 2017.

Komentar

Silakan berkomentar