REMAJA ITU BERANI

Remaja adalah masa-masa indah, penuh cerita, dan penuh kenangan. Namun, masa remaja juga masa yang tidak bisa diulang, waktunya pun cukup singkat. Masa remaja sebaiknya tidak dilewatkan biasa-biasa saja. Meskipun masih remaja, kamu harus berani bertindak melakukan sesuatu yang berbeda dan remaja kebanyakan. Kamukah remaja berani itu?

Buku Remaja itu Berani mempunyai banyak kisah remaja-remaja berani. Salah satu kisah ditulis oleh Rini Astuti (hal 21-24). Rini mengisahkan tentang keberaniannya mengambil keputusan. Dalam kisahnya, Riri bercerita jika ketika SMA dia memilih masuk SMA khusus perempuan dan tinggal di asrama. Keputusan yang diambil oleh Rini ini mendapat cemoohan teman-teman. Namun, Rini sudah bulat dengan keputusannya. Dalam bayangannya sekolah yang khusus perempuan pasti mengasyikkan, bebas mau berbuat apa saja, tidak takut diganggu atau di-bully laki-laki, dan tidak ada perkelahian karena memperebutkan pacar. Alasan Rini hanya sesederhana itu. Rini juga selalu ingat pesan ibunya, ketika dia berani mengambil keputusan, maka dia juga harus berani menerima konsekuensi.

Ada keputusan berarti ada tanggung jawab untuk menanggung segala risiko. Ketika kamu memberanikan diri untuk membuat sebuah keputusan, beberapa hal ini bisa kamu jadikan pertimbangan.

Manfaat. Pertimbangkan manfaatnya ketika kamu mengambil sebuah keputusan, baik itu manfaat untukmu, keluargamu, maupun lingkungmu.

Konsekuensi yang mungkin dihadapi. Keberanian mengambil keputusan, harus dengan memikirkan konsekuensi yang terjadi. Jadi kamu tidak kaget, ketika konsekuensi itu harus diterima. Dengan begitu, kamu sudah punya solusinya ketika harus menghadapi konsekuensi.

Melibatkan Tuhan. Ketika akan mengambil keputusan, katakan pada Tuham dalam doamu. Berdoa adalah sebuah langkah yang perlu kamu lakukan untuk menyakinkan dirimu bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik untukmu.

Jalani dengan penuh tanggung jawab. Ketika kamu sudah mengambil keputusan, lakukan hasil keputusan itu dengan penuh tanggung jawab. Dengan begitu, kamu siap juga menghadapi konsekuensinya.

Keempat hal di atas bisa menjadi acuan bagi kamu, remaja yang akan membuat keputusan. Jika kamu sudah mempertimbangkan keempat hal tersebut, kamu tak perlu ragu lagi ketika mengambil keputusan.

Kisah Rini adalah satu dari 16 kisah keberanian dalam buku ini. Enam belas kisah keberanian remaja dalam buku ini mengangkat berbagai hal keberanian remaja, di antaranya berani berpendapat, berani mengambil keputusan, berani berubah, berani menjadi diri sendiri, berani meminta maaf, dan keberanian lainnya. Setelah kisah diuraikan, penulis akan memberikan penjelasan secara terperinci tentang keberaniaan yang telah dilakukan. Penjelasan ini mempermudah kamu untuk mendalami setiap kisah yang dibaca.

Remaja harus membaca buku ini. Karena kisah yang dituturkan mungkin mewakili kisahmu saat ini. Seperti kisah Rini tadi. Kisah-kisah dalam buku ini juga bisa menjadi wawasan baru buat kamu dan nilai-nilai yang sesuai denganmu bisa kamu petik sebagai pelajaran buatmu. Setelah membaca buku ini, kamu pasti bisa menjadi remaja yang berani.

 

Judul : Remaja itu Berani

Penulis : Vincentia Dwiyani

Penerbit : PT Kanisius

Tahun : 2016

ISBN : 978-979-21-5001-8

Komentar

Silakan berkomentar