RONA MENTARI: 9 NILAI ANKOR ADALAH NILAI YANG UNIVERSAL

RONA MENTARI: 9 NILAI ANKOR ADALAH NILAI YANG UNIVERSAL

#membumiMagz punya kesempatan untuk berbincang ringan dengan perempuan muda dan enerjik ini. Pendongeng muda ini pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lewat Sydney International Story Telling Festival pada tahun 2014 silam. Pasalnya, di event tersebut ia menjadi pendongeng termuda dan satu-satunya menjadi delegasi dari Asia Tenggara. Keren kan? Ada satu hal yang ia lakukan, dan itu menjadi alasan redaksi mewawancarainya lewat rubrik ORANGE JUICE ini. Bersama FIM (Forum Indonesia Muda) Sasandu dan didukung oleh Maxima Indonesia, Rona Mentari berkolaborasi dan berinisiatif melakukan Aksi Dongeng dari Timur (DDT), Aksi di sini adalah singkatan dari antikorupsi. Tidak untuk berpanjang lebar mari kita simak wawancara redaksi dengan Rona Mentari.

Bagaimana awalnya kamu suka mendongeng?

Karena suka mendengar dongeng. Itu awalnya. Dongeng mengubah saya dari anak minder menjadi anak yang percaya diri.

Menurut kamu seperti apa dongeng yang baik itu?

Pada dasarnya mendongeng itu baik. Dongeng yg baik, ya, yang disampaikan. Hehe…

Apa yang diharapkan kamu dari dongeng?

Dongeng didengar di rumah-rumah keluarga Indonesia. Dongeng menjadi metode mendidik anak-anak dari para Orangtua, Guru dan Pendidik

Boleh ceritakan sedikit tentang Dongeng dari Timur?

Dongeng dari timur (DDT) adalah Anti-corruption Movement Through Storytelling. Saya dan tim menuju 10 titik di Indonesia timur untuk mendongeng dengan nilai antikorupsi. Bukan hanya mendongeng, kami juga melibatkan penutur lokal dan memberikan workshop mendongeng kepada pendidik lokal agar dongeng bisa terus disampaikan meskipun tim DDT sudah kembali ke Jakarta.

Sejauh ini bagaimana hasilnya dengan DDT?

Saya berkolaborasi dengan Maxima Indonesia untuk projek Dongeng Dari Timur ini. Dari rencana 10 titik, kami sudah melaksanakan di satu titik di Kupang, NTT. Hasilnya melebihi ekspektasi. Anak-anak sangat antusias, orang dewasa mendukung. Peserta kelas mendongeng juga berasal dari berbagai kalangan, aktivis masjid sampai gereja. Mahasiswa sampai ibu-ibu. Minggu ini kiriman buku dongeng dari Aksi KitaKomisi Pemberantasan Korupsi sampai ke Kupang dan akan segera digunakan dan disebarkan ke semua peserta kelas.

Menurut kamu dongeng Antikorupsi itu seperti apa?

Dongeng yang memiliki satu atau lebih dari 9 nilai antikorupsi.

Apa bagusnya menyebarkan pendidikan antikorupsi lewat dongeng?

Karena bisa menanamkan nilai antikorupsi sejak dini. Caranya mudah dan bisa dilakukan semua orang diawali dari keluarga-keluarga di rumah. Banyak hal lain didapat selain menanamkan values ankor. Antara lain, membentuk ikatan antara orangtua dengan anak.

Seberapa urgen antikorupsi itu menurut kamu? dan mengapa?

Sangat urgen. Korupsi menurut saya adalah dampak panjang dari permasalahan di sekitar kita. Ada ketidakjujuran di sana, kesombongan, perilaku instan, dan lain sebagainya. Padahal 9 nilai ankor itu adalah nilai universal yang sangat baik. Jadi nilai ini tepat, serta menyeluruh untuk kita tanamkan segera ke generasi penerus bangsa.

Kamu kan concern sama tema Antikorupsi, ada pengalaman yang pahit yang berkaitan dengan perilaku Korupsi sampai concern terhadap tema ini?

Ya, sebenarnya banyak. Dari hal-hal kecil saja. Seperti melihat pengendara kendaraan yang tidak disiplin, anggapan bahwa menyontek adalah hal biasa dan justru akan dianggap aneh jika kita mengingatkan untuk tidak menyontek. Banyak. Ada juga yang memorable adalah ketika saya mendongeng di satu daerah dan menanyakan cita-cita anak (seperti yg biasa saya lakukan) ada anak yang menjawab KORUPTOR saat ditanya apa cita-citanya. Miris.

Pertanyaan terakhir dari wawancara ini, kasih dong tips yang sederhana tentang mendongeng.

Siapkan dongeng dengan matang dan pahami audiens. Beraksilah mendongeng dengan semangat, ekspresif, dan interaktif.

#edisienam 10 juni 2017

Komentar

Silakan berkomentar