SANDRI JUSTIANA, AKU ANAK JUJUR

SANDRI JUSTIANA, AKU ANAK JUJUR

Sandri Justiana, pria kelahiran Cimahi 21 Desember 1976 ini adalah alumnus FMIPA, Universitas Padjajaran. Petualang sarjana kimia yang mendedikasikan hidupnya di dunia pemberantasan korupsi melalui pendidikan.

Pada tahun 2011, takdir membawanya terjerumus ke tempat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat ini, amanah yg diembannya adalah sebagai team leader ACLC (Anticoruption Learning Center).

Pria yg ramah dan bersahabat ini berprinsip bahwa semua orang bisa melakukan aksi melawan korupsi, apa pun pekerjaannya, berapa pun usianya, dan di mana pun mereka berada.

Mantan managing editor Tinta Emas Publishing ini juga memiliki hobi menulis. Baginya, hobi yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar. Bekerja di KPK, laksana praktikum di laboratorium. Salah satu aktivitasnya adalah menemukan dan menumbuhkan nilai-nilai antikorupsi dengan berbagai hasil “sintesis” alat edukasi antikorupsi, seperti buku, audiobook, boardgame, dan produk lainnya.

Lewat passionnya terhadap pendidikan antikorupsi, ia membuat sebuah brand “Aku Anak Jujur” dengan ragam kegiatan dan produk. Dimulai dari pembuatan ikon, penerbitan buku, penyelenggaraan festival, menciptakan senam Aku Anak Jujur yang dilakukan serentak oleh murid-murid TK dan Paud di banyak tempat di seluruh Indonesia dan masih banyak lagi. Lewat “Aku Anak Jujur” juga, KPK sebagai lembaga di mana divisi ACLC bertumbuh, mendapatkan medali perak sebagai “Indonesia Brand Campaign of The Year 2017” dari “Indonesia WOW Brand” untuk kategori Below The Line.

Hingga saat ini, melalui ACLC, ia terus melahirkan ragam bentuk pendidikan antikorupsi sambil mengajak berbagai komunitas yang ada di masyarakat untuk semakin peduli dalam memberantas korupsi. Termasuk Komunitas Membumi, sebuah komunitas yang berawal dari sanggar kerja atas inisiasi antara KPK dan Ikatan Penerbit Indonesia untuk menerbitkan buku-buku antikorupsi. Ia berharap korupsi bisa sejak dini dicegah, mulai dari komunitas anak muda, para ibu, hingga penerbit. Dan semakin banyak masyarakat yang bergerak untuk melakukan hal yang sama. Satu hal yang paling penting adalah perlunya keteladanan dari orang tua, guru, dan para pejabat.  [arif_zepthi]. #edisisatu 2 Mei 2017.[]

Komentar

Silakan berkomentar