OPINI
PT. Bumi Siak Pusako Diambang Kepunahan

.
Walaupun RUPS Top BUMD PT Bumi Siak Pusako sudah selesai dengan hasil yang konon merugi sekitar U$D 14 Juta, blum ade saye dapat kabo bahwa sang Top CEO kene pecat, yang jelas berhembus info telah terjadi pergantian 2 komisaris, entah siapo ntahlah ??! Inilah hebatnya Top BUMD bintang limo ni, sampai sekarang tak ada info resmi mengenai hasil RUPS tu.
Minimnya informasi yang jujur menjadi faktor utama kenapa diperlukan analisa dalam sudut pandang lain untuk membuka kotak Pandora yang selama ini ditutup rapat dan dipoles sedemikian rupa, sementara disatu sisi target hasil yang selame ini digelebo (gembar gembor) kan tidak mencerminkan fakta bahwa BUMD ini baik, justru teridentifikasi kanker stadium empat.
Minimnya informasi yang jujur menjadi faktor utama kenapa diperlukan analisa dalam sudut pandang lain untuk membuka kotak Pandora yang selama ini ditutup rapat dan dipoles sedemikian rupa, sementara disatu sisi target hasil yang selame ini digelebo (gembar gembor) kan tidak mencerminkan fakta bahwa BUMD ini baik, justru teridentifikasi kanker stadium empat.
Setelah dikabokan PT BSP mendapat apresiasi dari Guru Besar teknik perminyakan UIR, saye pikir melalui tangan buk Bupati ni lah akan muncul sosok Dirut profesional tanpa intervensi dengan akuntabilitas yang bisa di handalkan. Lucunye setelah RUPS, kisah ajang pencarian bakat inipun meredup macam listrik PLN yang padam tengah malam, menyisakan jangkrik yang bersahut sahutan.
Memanglah hebat jurus silat Top CEO BUMD ni. Besoknye saye mendapat telfon terkait bagaimana care mengeruk duit dengan modus selisih harga lifting dan sling cost dalam proses produksi hulu migas yang konon selame ini dibawah kendali sang Top CEO berade dikisaran U$D 50 per barel. Padahal dalam dunie persilatan, biasenye harge lifting sebeso itu dipatok untuk produksi Offshore dilaut lepas dengan ombak yang ganas plus kawanan ikan hiu yang mengintai.
Untuk dapat diketahui, bahwe dalam industri hulu migas terdapat komponen biaye utame yang dinamakan lifting dan biaya sling, yang dibagi atas due jenis lokasi, yaitu didarat dinamakan onshore dan dilaut dinamakan offshore, dan bicara CPP Blok tentu lah mayoritas proses liftingnya dan slingnya dilakukan didarat dan sebagian kecil di area laut.
Hal ini mengingatkan saye ketike dulu pernah kerjasame dengan Caltex gune mengembangkan lokasi zamrud. Waktu itu tantangannye luo biaso, jalan masih berminyak dan setiap ke zamrud harus mandah. Rig ber operasi dengan lancar, tak ade tikus de. Sekarang konon biaya perawatan dengan beli baru lebih murah beli baru lagi.
Yang jelas buk Bupati, kerugian yang konon sebeso U$D 14 Juta ini tentulah membuat masyarakat Siak hingga Negara pun ikut dirugikan. Kalaulah jangkrik tadi punye kewenangan selaku pemilik saham 70 persen, saye yakin segera ditunjuknye Top CEO baru yang bisa dan mampu mengelola. Kemudian membuka lebar lebar pintu kepada APH dan auditor independen untuk mengungkap persoalan ini.
Selain soal selisih cost lifting dan sling, soal biaya signatur bonus tanpa diskresi senilai U$D 10 Juta yang waktu itu dilakukan gune mendapatkan kontrak pengelolaan 100 persen wilayah CPP Blok sebagaimana yang ditawarkan Top CEO jangan pulak dilupekan, padahal produksi BSP saat itu jauh menurun dan tersisa hanya 8 ribuan barel per hari.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di gedung kura – kura pada (14/02/22) antara pihak SKK Migas, Dirjend Migas Kementerian ESDM bersama dengan Komisi VII DPR RI (14/2/22) konon disampaikan bahwa sang Top CEO telah menyiapkan 2 skema peningkatan produksi, salah satunya high cash dengan target hingga 50 ribu barel per hari. faktanya dalam RUPS kemarin ape tidak je, malah dikabarkan tekor U$D 14 Juta , dasar pembengak.
Yang jelas buk Afni, untuk mengidentifikasi 571 ribu data penerima bansos yang bermain judi online ditahun 2024 je PPATK mampu, apalagi mengidentifikasi aliran uang mencurigekan dalam berbagai transaksi yang terjadi dilingkungan Top CEO yang merupakan orang titipan bapak sedaro dio selama lebih kurang 4 periode lebih kepemimpinan bergelimang bersame Top Pembina PT. BSP.
Disisi lain proyek pembangunan Gedung BSP yang mangkrak di jalan Sudirman nampaknya bakal menjadi monumen nasional. Sebab itu sudah saatnya Aparat Penegak Hukum dan lembaga Audit tegak lurus sesuai arahan Presiden Prabowo dalam memberantas penyebab kerugian negara ini, bukan di 86 kan. Kami titipkan Pedang Dewi Keadilan ini kepade tuan – tuan untuk membantai tikus – tikus yang dah menjelma menjadi monster di tubuh BSP. Gaasss laah…
Penulis : Said Lukman – Tokoh Masyarakat Riau
.
.
.
.
.