Headlines
Presiden Didesak Segera Terbitkan Dekrit Menuju Sistem Negara Federal Indonesia

Membumi.com
Sumbar – Inalilahi wainnailaihi rojiun. Bertempat di Danau Singkarak (07/12/25) dalam agenda menyusuri jejak kerusakan ekologis yang berserakan dan menutupi sebagian besar permukaan danau dalam keterangan pers nya Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia Syaed Lukman mengungkapkan.
” Assalamualaikum Pak Prabowo, lihatlah negeri ini luluh lantak dimakan keserakahan, lagi – lagi rakyat yang menjadi korban, mau sampai kapan ? Lihatlah Pak, bendera Bulan Bintang lagi – lagi berkibar dan jeritan hati rakyat yang ingin memisahkan diri dari NKRI, apakah tidak di dengar ? ” ungkap Syaed Lukman.
Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia ini juga mempertanyakan progres penegakan hukum pasca banjir dan longsor yang membawa material kayu gelondongan di tiga Provinsi terdampak di Sumatera yang menimbulkan ratusan korban jiwa dan kerugian materil yang sangat luar biasa.
” Disaat pemilik pabrik bubur kertas dan pemilik lahan HTI seluas ratusan ribu hektar di Aceh mengarah kepada nama – nama yang hari ini ada di pucuk kekuasan. Akan kah penyebab kerusakan ini tersentuh hukum ? atau kah drama Korea ini kembali mengkambing hitam kan segelintir orang ? mari kita saksikan bersama, ” ungkap Syaed Lukman menjelaskan.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. TB Massa Djafar dalam keterangannya mengungkapkan, ” musibah banjir yang menimpa pulau Sumatera, semakin memperkuat kesimpulan, ibarat kanker, bahwa kerusakan Republik nyaris sempurna disemua lini, ” ungkapnya di Bogor melalui pesan seluler.
Saat ini tidak ada pemimpin yang bisa dipercayai. Hukum dan keadilan semakin jauh dari harapan, hanya sebatas omon-omon. NKRI hanya sebagai tameng dan instrumen untuk merampok kekayaan negeri ini dan faktanya hanya untuk kepentingan oligarki dan negara asing.
Prof. Dr. TB Massa Djafar juga mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara kaya namun bangkrut, dan rakyat semakin miskin. Jalan demokrasi, termasuk perjuangan kembali ke UUD 1945 sudah buntu dan gagal.
” Otonomi daerah bergerak pelan kembali ke setralisme yang korup. Dosis obat kanker stadiun V ini hanya ada dua opsi. Pertama merdeka menjadi beberapa negara. Atau kedua, tetap NKRI tapi mengadopsi Sistem Negara Federal, ” sebut Prof. TB Massa Djafar menjelaskan.
Diakhir keterangan pers nya Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menerbitkan Dekrit Presiden guna menata ulang kehidupan berbangsa dan bernegara melalui sistem negara Federal Indonesia.
” Semua ini untuk mempermudah pengelolaan negara yang berkeadilan. 80 tahun Indonesia merdeka Keselamatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia tidak juga mampu diwujudkan sebagaimana cita – cita konstitusi dan itu merupakan tanggungjawab negara. Maka hanya ada satu kata, segera keluarkan Dekrit Presiden Menuju Negara Federal Indonesia, ” sebut Syaed Lukman menutup keterangan persnya.
.
.

.






Sumac Diasdadi
Desember 9, 2025 at 1:56 am
Ingatlah kita punya negara,ingatlah kita bernegara jangan mengutamakan partai tetapi negara harus diatas partai… negara kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai merauke. Negara hukum berdasarkan Pancasila sebagai landasan idiil merupakan cita cita, cara berpikir, cara bertindak tanduk dalam mengelola negara menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia…sumber masalah negara ini ya partai politik dan elitnya yang tidak paham ttg UU Partai politiknya tugas fungsi pokok …justru terjebak permainan kotor partai nitip nitip BUMN dll. Yang pada gilirannya hampir 100% arogansi partai yg banyak menang disegala KKN yang terjadi unsur lain juga berpengaruh ttp tidak sebesar kiprah partai merampok uang negara lewat lembaga resmi…dan ini berulang ulang seperti tidak tahu kapok insaf melintir lintir yang bisa dipelintir…ayo insyaflah negara harus lebih kuat dari partai ayo negara harus berani berpihak kepada rakyat sebagai tujuan bernegara…federasi no tidak ada ruang untuk federasi lebih baik monarkhi jika tidak ada pilihan lain…sbb saat ini demokrasi justru merusak dirinya sendiri menjadi hedonis dan koruptif…salam sehat berkualitas berbenah berbenah nation and charachter building segera diwujudkan BBIP jangan hanya teori dan wacana rumuskan kesehteraan rakyat rumuskan keadilan sosial rumuskan penuhi hajat hidup yang selaras dengan alam
Asep apandi
Desember 9, 2025 at 4:09 am
Sy rakyat pak tdk menunutut semua sempurna krn kesempurnaan itu hanya milik AllAH dan rosulNYA,sy hanya minta buka mata buka hati bpk” Pemimpin Tunaikan Pancasila dan UUD, 45 + hukum mati koruptor” atau biang oknum” manusia yg mendzolimi sesamaNya siapapun dya wajib dihukum mati, terimaksh.
Sudarminto
Desember 9, 2025 at 7:18 am
Jangan mencari permata di tengah bencana, NKRI bukan warisan tapi perjuangan, mencari tikus dalam gudang itu lebih logis daripada membakar gudang krn mau membasmu tikus. Anda mungkin pahlawan bagi sedikit orang, tapi pahlawan kesiangan dibanding mereka yg rela berjuang di medan perang, tunjukkan bukti perjuangan anda agar rakyat simpati, bukan memprovokasi.. salam NKRI harga mati..