Figur
Kumpul Bersama Sejumlah Tokoh Masyarakat, SF Hariyanto Bahas Masa Depan Riau

Membumi.com
Pekanbaru – Bertempat dikediaman Plt. Gubernur Riau SF. Hariyanto dalam agenda silaturahmi bersama sejumlah tokoh masyarakat Riau, dalam sambutannya Plt. Gubernur Riau SF. Hariyanto mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kedatangan para tokoh masyarakat Riau hari ini (05/01/26) membahas berbagai persoalan yang dihadapi Provinsi Riau.
Hadir dalam kesempatan tersebut mantan Gubernur Riau Saleh Djasit, mantan Wakil Gubernur Riau Mambang Mit, Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR H. Marjohan Yusuf didampingi sejumlah pengurus, OK Nizami Jamil, Maizir Mit, Herman Budoyo, Prof. Dr. Yusmar Yusuf, Ketua MUI Riau Dr. Saidul Amin MA, Rektor UIN Suska Riau, Rektor UNRI, mantan Gubernur Riau Syamsuar, mantan Walikota Dumai Wan Syamsir Yus, Mantan Gubernur Riau Wan Thamrin, Pimpinan Ponpes Babussalam H. Ismail Royan,, mantan Gubernur Riau Wan Abu Bakar, mantan Bupati Siak Arwin AS, Plt. Gubri SF. Hariyanto didampingi Sekda Provinsi Riau dan sejumlah pejabat aktif Provinsi Riau.
Dalam sambutannya H. Saleh Djasit mengungkapkan apresiasinya kepada Plt. Gubri SF Hariyanto yang sudah berkenan membuka komunikasi, sehingga tercipta suasana hubungan yang baik, kami yakin dan percaya kita semua dapat memberikan dukungan atas kepemimpinan SF Hariyanto.
” Saya yakin bapak akan mampu mengatasi berbagai kesulitan. Kami risau juga, dulu Riau pertumbuhan ekonominya diatas rata – rata nasional, tapi sekarang potensi kita sudah sangat turun, baik minyak maupun disektor perkebunan kehutanan, ” sebut mantan Gubernur Riau periode 1998 – 2003 ini mengungkapkan.
Mantan Gubri Syamsuar juga mengucapkan ” terima kasih dan berharap Riau bisa lebih maju kedepan. Sumber Pendapatan Daerah itu sebenarnya banyak, ” ungkapnya.
Selain itu mantan Gubernur Riau ini juga mengungkapkan bahwa data luas perkebunan adalah tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Selain itu Syamsuar juga mengingatkan sektor pendapatan Riau yang bersumber dari HTI.
” Pertamina juga perlu dikejar, saya pernah dikasi tahu sama Wapres bahwa sudah ditemukan sumber minyak, dan untuk sementara tidak seimbang pendapatan Pertamina itu dengan Operasional yang dikeluarkan, ” sebut Gubernur Riau periode 2019 – 2023.
Selain itu dalam sambutannya Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam H. Ismail Royan mengungkapkan bahwa agar Plt. Gubernur Riau SF. Hariyanto untuk dapat memanfaatkan kehadiran para tokoh masyarakat Riau demi kemajuan Provinsi Riau.
” Manfaatkanlah kehadiran para tokoh – tokoh ini untuk menambah semangat, dan kami siap memberikan dukungan terbaik. Hasil bumi Riau ini juga dinikmati oleh pusat dan daerah lainnya, dan tentunya kita juga harus dapat menikmatinya, “ ungkap H. Ismail Royan menambahkan.
” Apa nasehat terbaik ? kata guru saya sahabat pun bertanya seperti itu, ada sebuah ayat yang selalu disampaikan disetiap Khutbah Jumat yang meminta kita untuk bertaqwa kepada Allah SWT maka balasannya Allah SWT akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi. Semoga Allah memberikan Rahmat bagi kita semua, ” ungkapnya.
Prof. Dr. Yusmar Yusuf yang juga di undang khusus dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan agar Gubernur Riau harus pandai berselancar dan menari diberbagai langgam lokal, sebab disatu sisi Gubri memikul azas dekonsentrasi dimana disatu sisi posisinya merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat.
” Hope is Enggine of Changes ! peran Riau sebagai hub Sumatera berhubungan dengan garis geo politik yang terhubung ke Batavia, ” ungkap Prof. Yusmar mengingatkan untuk dapat berhati – hati.
Di sesi akhir menjelang Zuhur Gubri SF. Hariyanto mengungkapkan bahwa kedepan Bandara SSK II akan ada penambahan Run Way dengan anggaran dari Kemenhan. Selain itu Plt. Gubri SF. Hariyanto juga mengungkapkan berbagai upaya yang bisa dilakukannya seperti pelebaran jalan Subrantas guna mengurai kemacetan parah.
” Flyer over SKA juga akan saya bikin U Turn. Kantor BWS saya pindahkan ke jalan kuantan, dan jalan Sudirman akan saya tembuskan ke jalan pepaya, kalau tidak saya (pecah), mau sampai kapan ? saya akan bikin dua jalur, ” ungkap Plt Gubri memohon restu dan dukungan dari semua tokoh.
” Akan kita jadikan (Pekanbaru) Kota Prima, selain itu (kemarin) bersama Walikota sepakat, akan kita bangun waduk – waduk di tanah UNRI, sekalian untuk mengatasi banjir, ” sebut SF. Hariyanto.
Terpisah Syaed Lukman dalam keterangan persnya memahami kondisi Fiskal Provinsi Riau dan sejumlah Kabupaten Kota yang sudah mengkhawatirkan. Selain itu pihaknya juga mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Riau dapat memperhatikan kebutuhan BPJS masyarakat Riau khususnya kelompok fakir dan miskin yang sangat membutuhkan.
” Masalah anak putus sekolah baik SD, SMP dan SMA sederajat juga tolong diperhatikan, selain itu setiap Kabupaten Kota untuk dapat mengirimkan putra putri terbaiknya ke fakultas kedokteran, fasilitas umum ruang terbuka hijau disetiap Kabupaten Kota yang tersebar di Provinsi Riau, ‘ ungkap tokoh pergerakan ini menambahkan agar Pemerintah memperhatikan isu lingkungan.
Selain itu Syaed Lukman juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Riau dapat mengambil peran dalam memberikan solusi agar polemik internal Yayasan Raja Ali Haji yang menjadi Badan Hukum Universitas Lancang Kuning dapat segera diselesaikan.
” Guna mempersiapkan SDM Riau, Pemprov Riau dimohon dapat diberikan beasiswa untuk pegawai kantor Gubernur 15 hingga 20 orang untuk mengambil Dr atau Phd disetiap tahunnya. Kalau perlu kita punya 45 sampai 60 orang, ” sebut Syaed Lukman sambil mengingatkan agar fasilitas disabilitas disetiap perkantoran dan ruang publik.
Acara kemudian ditutup dengan do’a yang disampaikan oleh Ketua MUI Riau terpilih Dr. Saidul Amin, MA dan kemudian foto, sholat zuhur dan makan siang bersama.
.

.

.

.




