Connect with us

Headlines

Meresahkan ! THM Paragon Ditutup Masyarakat

Published

on

Dok. Aksi Damai Forum Masyarakat Riau Anti Maksiat (Formaram) Menutup Tempat Hiburan Malam PARAGON (02/02/26)

Membumi.com 

Pekanbaru – Pasca viralnya video pesta Waria yang berlokasi di tempat hiburan malam (THM) New Paragon KTV. Menjawab hal tersebut hari ini (02/02/26) Forum Masyarakat Riau Anti Maksiat (Formaram) bersama seluruh simpul dan jejaringan mulai memenuhi jalan Sultan Syarif Kasim II didepan New Paragon. Brigjen TNI (Purn) H. Eddy Natar Nasution selaku Pembina Gerakan Sholat Subuh Berjamaah (GSBB) dalam orasinya menyebutkan bahwa dirinya sudah lama mengingatkan akan bertebarannya tempat prostitusi di Kota Pekanbaru. 

” Saya kira tidak mungkin aparat tidak tahu ? apakah matanya buta atau kupingnya tuli ? Saya juga melihat bagaimana THM tidak mengikuti sama sekali jam operasional. Saya berapa kali lewat disini mau berangkat sholat subuh, lampunya mati, tapi mobil berjejer ratusan. Mau jadi apa Bumi Melayu ? ” tanyanya kepada seluruh peserta yang hadir.

Eddy Natar yang dibesarkan dilingkungan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal (Purn) menyatakan mulai dari Tamtama, Bintara apalagi Perwira pihaknya tidak pernah diajarkan untuk membela kemaksiatan. Selain itu dirinya juga mengungkapkan bahwa Lembaga Adat Melayu Riau tahun 2023 sudah mengeluarkan Warkah untuk Pemerintah Daerah tapi hingga saat ini masih belum terwujud. Selain itu disampaikan juga bahwa sebelumnya pihaknya sudah bertemu dengan Kapolresta Pekanbaru untuk meminta THM Paragon agar segera ditutup. 

Syaed Lukman yang juga menyempatkan diri untuk hadir pada aksi damai tersebut, dalam orasi singkatnya juga menyerukan agar masyarakat dapat segera menutup THM Paragon, dimana dirinya menilai bahwa tempat tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat.

Selain berbagai orasi disampaikan oleh pimpinan organisasi masyarakat, pernyataan sikap terkait maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) yang dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat dibacakan langsung oleh kordinator aksi Hj. Azlaini Agus, SH, MH yang masih semangat diusia senjanya diatas kursi roda.

Pertama, maraknya tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru dengan berbagai berbagai praktik – praktik maksiat yang bertentangan dengan hukum dan norma – norma yang berlaku didalam masyarakat Riau umumnya dan masyarakat Kota Pekanbaru khususnya.

” Salah satu tempat hiburan malam yang banyak mengundang perhatian publik akhir – akhir ini adalah Paragon yang terletak dijalan Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang dalam operasionalnya dinilai telah melanggar berbagai ketentuan, ” ungkapnya.

Bunda Azlaini juga mengungkapkan bahwa Paragon telah beroperasi hingga jam 05.30 Wib pagi setiap hari, ketika warga pulang sholat subuh di masjid Paragon itu masih ramai aktifitas nya meskipun lampu diluar gedung sudah dimatikan. Hal tersebut dinilai jelas – jelas sudah melanggar Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor III tahun 2002.

” Izin yang dimiliki Paragon adalah Karaoke dan Billiard namun sekarang KTV, akan tetapi Paragon juga beroperasi juga sebagai Diskotik dan Bar yang menjual minuman keras. Usaha Diskotik dan Bar seharusnya memiliki izin khusus yang terpisah yang memerlukan rekomendasi Gubernur, dasarnya UU Cipta Kerja, ” tambahnya.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa Paragon secara terang terangan telah memfasilitasi pesta Waria yang bertantangan dengan nilai – nilai Islam, Budaya Melayu dan Kesusilaan. Kami sungguh tidak percaya bahwa manajemen Paragon tidak mengetahui adanya pesta Waria tersebut, setiap pengusaha THM wajib mengetahui dan wajib mengawasi operasional usahanya secara menyeluruh.

” Kesemua hal tersebut diatas terjadi karena kelalaian dan lemahnya pengawasan, baik oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dan aparat keamanan. Maka dari fakta – fakta tersebut diatas formaram mendesak agar Walikota Pekanbaru untuk mencabut izin THM Paragon, atau setidak – tidaknya membekukan operasional Paragon sambil mengevaluasi komitmen Pengusaha Paragon, ” tegas Bunda.

Selain itu juga disampaikan Pemerintah Kota Pekanbaru dan aparat kepolisian untuk dapat melakukan pengawasan dengan bersungguh – sungguh serta menyeluruh terhadap seluruh tempat hiburan malam termasuk yang berada didalam lingkungan hotel dan mall.

Hadir dalam Aksi Damai tersebut Brigjen TNI (Purn) H. Eddy Natar Nasution, Ketua harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau H. Zulhusnidomo, Pembina MUI Riau Syaed Lukman, Azmi Azis dari LAMR, Dr. H. Sofyan Hadi, Panglimo Kholid Tobing dari Front Pembela Bumi Lancang Kuning, H. Zulhendri, Sekretaris FPI Riau Parianto, Panglima Indra Tanjung, Perwakilan Laskar Melayu, Ade Hartati, Dani Dule, Doni Putra, Muhammadun dan berbagai pimpinan organisasi lainnya.

Sejumlah unsur Pejabat Pemko Pekanbaru juga tampak hadir diantaranya Sekdako Ingot Ahmad Hutasuhut, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Yuliarso dan ribuan personil kepolisian dari Polresta Pekanbaru, Satpol PP Kota Pekanbaru dan Brimob Riau yang dilengkapi dengan perlengkapan dan mobil taktis keamanan tampak memenuhi sekitar lokasi THM Paragon.

Diakhir keterangan disebutkan bahwa dalam pernyataan sikap dan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat tersebut juga telah disampaikan kepada otoritas keamanan dalam hal ini Kapolresta Pekanbaru termasuk Ketua DPRD Kota Pekanbaru.

Ba’da magrib dan sholat Isya bersama di tengah jalan Sultan Syarif Kasim II, peserta aksi yang sudah semakin gerah akibat tidak kunjung ditutup oleh pihak Pemko dan keamanan yang hadir. Masyarakat mulai meringsek masuk mengosongkan aktifitas didalam gedung THM Paragon dan mulai menggembok sejumlah pintu hingga pagar sekitar pukul 22.00 Wib.

.

@membumi.com

Meresahkan ! THM Paragon di Tutup Masyarakat #Pekanbaru #LGBT #Ramadhan @muipusat

♬ suara asli – membumi.com – membumi.com


.

.

.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *