Headlines
Saat Ketentuan Organisasi Ulama Lebih Tinggi dari Ayat Suci

.
Saye pikir dengan sedikit drama pasca Musyawarah Daerah (Musda) VIII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau terpilihlah Ketua baru. Rupe nye beberape hari jelang Ramadhan, PERTI Riau secara resmi menggugat hasil Musda tu ke Pengadilan.
Mengutip dari salah satu berita, bahwa pelantikan pengurus MUI Provinsi Riau yang sebelumnya dijadwalkan pada 13 Februari 2026 dinilai tidak dapat dilaksanakan karena diduga cacat hukum, baik secara prosedural maupun substansi.
Lebih lanjut disampaikan bahwa gugatan terkait hasil Musda yang dilaksanakan pada 23 Desember 2025 di Gedung Dharma Wanita tersebut terdapat dugaan pelanggaran terhadap Peraturan Organisasi dan harus diulang.
Saye pikir ketika Ulama diposisikan sebagai Pewaris Para Nabi (Waratsatul Anbiya) dan Pelayan Ummat (Khadimul Ummah) mustinya hal ini tidak terjadi, sebab menurut saye pribadi yang hadir dari pembukaan hingga penutupan rasenye tak adalah di langgar.
Kalaupun ade yang kurang asin, dan kurang pade tempatnya tentulah kesempurna’an bukanlah milik kite semua yang hadir berhimpun pepat di Majelis yang terhormat tersebut, sebab Kesempurnaan hanyalah Milik Allah Penguasa Langit dan Bumi.
Pesan saye kepada pengurus MUI Riau terpilih janganlah melupakan bahwa posisi Ulama itu adalah Waratsatul Anbiya dan Khadimul Ummah. Sebab ketika posisi itu kita pahami, tentulah Ayat Konstitusi atau pun Ayat – Ayat yang ada dalam ketentuan Organisasi tidak boleh lebih tinggi dari Ayat Suci.
Disatu sisi ketika investigasi Al Jazeera baru – baru ini mengungkap dugaan penggunaan senjata termal dan termobarik oleh Israel laknatullah di Gaza yang menyebabkan sedikitnya 2.842 warga Palestina lenyap tanpa meninggalkan jasad, dan segunung persoalan Ummat yang tentunya menjadi beban dipundak para Ulama.
Maka pesan saye, ” wahai adinda DR Gamal Abdul Nasir angkatlah telfon saye, ” jika ada niat baik, tentu tak ada kata yang tak bulat, dan tak ada hal yang tak dapat diselesaikan dengan mufakat. Sebab tak pada tempatnya MUI dinegeri beradat, bersitegang dalam sebuah perseteruan hanya untuk memperjuangkan Ayat organisasi.
Marhaban Ya Ramadhan, Tetap Semangat, Mohon maaf saya lahir dan bathin. Takbir !!!
Penulis : Syaed Lukman – Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia
.
.

.

.




