Connect with us

Headlines

Saatnya Bupati Kampar dan Wako Pekanbaru Bukber didampingi Gubri

Published

on

.

Saat wilayah Pandau dan sekitarnya berada di  bawah naungan Kota Pekanbaru. Batas Kampar ini ternyata menyisakan masalah fasilitas umum, dan yang terasa saat ini hanyalah egosentris Kabupaten Kampar walaupun masyarakat nya enggan berurusan ke Bangkinang karena jauh.

Contoh jalan disamping hotel Labersa yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Kampar, entah kapanlah jalan ini mulus dan terawat, padahal jalan ini merupakan urat nadi yang dilalui masyarakat sehari hari.

Minimnya fasilitas umum, seperti jembatan, jalan, lampu lampu penerangan, fasilitas kesehatan, termasuk tempat bermain anak – anak, faktanya masalah ini tak mampu di penuhi oleh Pemkab Kampar. 

Belum lagi kisah tolak menolak pengaspalan jalan Teropong. Apakah akibat jauh dengan pusat Pemerintahan sehingga dipandang sebelah mata oleh Pemkab Kampar ? yang dirugikan sudah pasti masyarakat akibat Pemkab Kampar yang tak mampu merawat dan menyediakan fasilitas umum bagi masyarakat yang katanya ber KTP Kampar ini.

Berdasarkan terawangan aturan maen yang baru, hampir 99 % pajak kendaraan bermotor dan mobil kecil dan besar semuanya masuk ke kas Kota Pekanbaru, sehingga saat ini Pemko Pekanbaru mengalami suplus sekitar 200 miliar dan saya perkirakan tahun berikutnya bertambah 600 miliar.

Maka, jika Pandau dan sekitarnya masuk menjadi bagian dari wilayah administratif Kota Pekanbaru yang jelas jelas lebih dekat, apakah ini yang namanya mempermudah pelayanan untuk masyarakat ?

Saya yakin Bupati Kampar dan Wako Pekanbaru orangnya bijaksana, sehingga dalam beberapa hari kedepan teragendakan Buka Bersama difasilitasi oleh pak Gubri, sehingga memberikan jalan keluar atas persoalan ini dan kedepan masyarakat Pandau dan sekitarnya tidak hanya dijadikan objek penderita saja, melainkan dapat terlayani dengan baik, Wabilkhusus masalah kesehatan. 

Semoga Pekanbaru menjadi Kota Berkah

Penulis : Syaed Lukman, Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia 

.


.

.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *