Headlines
Waspadai Bahaya Laten Yahudi Pesek

.
Rakyat Indonesia nampaknya akan mulai merasakan dampak akibat tidak diperbolehkannya kapal Pertamina melintasi selat Hormuz, dimana antrian panjang BBM mulai mengular disejumlah titik, hingga harga sebungkus nasi padang pun mulai merangkak naik. Diberbagai negara asia tenggara dampak kenaikan mulai terasa, bahkan rakyat Filipina berjalan kaki tumpah turun kejalan.
Sementara disisi lain kapal Cina, Rusia, India hingga Malaysia yang secara terang – terangan mendukung Iran mempersilahkan Kapal – kapalnya melenggang kangkung melintasi Selat Hormuz. Artinya rakyat negara – negara tersebut dipastikan tidak bakal terdampak masalah fluktuasi harga minyak dunia.
Mengutip Teheran Times bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) jauh hari sudah menyatakan supaya negara-negara Arab maupun Eropa yang memutuskan mengusir duta besar Amerika Serikat (AS) dan Israel dari wilayahnya akan mendapatkan akses bebas melintasi Selat Hormuz.
Beberapa hari belakangan nampaknya kebijakan tersebut sudah mulai berlaku. Sebagaimana dalam pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa negara yang mengambil langkah diplomatik terhadap kedua negara tersebut akan memperoleh kewenangan penuh untuk menggunakan jalur strategis Selat Hormuz.
Bagaimana dengan Indonesia ? Akibat sibuk jalan – jalan, jelas bahwa Beliau tak berdaya kenak olah sama Trump dan akhirnya pulang membawa oleh – oleh perjanjian dagang Resiprocal Trade Indonesia – AS yang berat sebelah dan melanggar konstitusi itu, hingga berakhir dengan gugatan dari koalisi masyarakat sipil yang mendaftarkannya ke PTUN. Pertanyaannya, tuan – tuan Wakil kita di Senayan mana ?
Alih – alih keluarlah Gerakan Efisiensi Nasional dengan turunan kebijakan Sentralistik diantaranya WFA, pengurangan MBG hingga pemangkasan Transfer ke Daerah. Padahal jawabannya jelas, usir Dubes AS dari Indonesia. Tapi apalah daya Negara nampaknya hanya berani kepada rakyatnya dan loyo dengan pengaruh Asing yang merugikan Bangsa Indonesia.
Saya yakin, jika dikomunikasikan lebih dalam, Dubes Iran untuk Indonesia sangat memahami kondisi sosial politik Indonesia yang melempem saat ini. Dan seandainya Indonesia dibagi menjadi 5 negara bagian, saye pastikan tak ada satupun yang akan berpihak kepada AS dan Israel kecuali Beliau beserta sebagian gerbongnya plus Abu Janda, hehehe.
Pertanyaannya, mau sampai kapan kita dijajah oleh Bangsa kita sendiri (Sistem Sentralistik) ?
Maka, dari sekian banyak informasi miring.dan sepihak yang menyudutkan Iran, mulai dari soal Syiah hingga Ayatullah Khomaini dituding sebagai Yahudi, adalah merupakan kebiasaan para tukang fitnah yang pantas diberi label antek Yahudi. Semua itu hanya bertujuan untuk menghilangkan simpati ummat Islam Indonesia terhadap Iran dan menginginkan perpecahan dalam tubuh ummat. Karena itu, dibulan Kemenangan bagi orang – orang beriman ini, kembali saya mengajak seluruh ummat untuk bersatu mewaspadai bahaya laten Yahudi pesek.
Penulis : Syaed Lukman, Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia
.

.

.





