Connect with us

Figur

Bahas Masa Depan, Sejumlah Tokoh, Pimpinan Ormas Islam dan Lembaga Adat Riau Kumpul

Published

on

Dok. drg. Burhanuddin MM dari MPUII, Zulham Adzkia Kedinasan, Heri dan Suheri Abdullah DPW Hidayatullah Riau, Irsyadul Ibad, PW Al Wasliah, HEM Surachmat mewakili Forum Pembauran Kebangsaan, Dr. Erdianto, SH M.Hum dan Mansyur HS dari DPW ICMI Riau, Azmi Azis dari LAMR, Koko Iskandar Ketua Persis, Dewan Dakwah Provinsi Riau, Fari Suradji dari MISURI dan Syaed Lukman Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia

Membumi.com

Pekanbaru – Bertempat di Sekretariat ICMI Provinsi Riau (19/11/25) sejumlah tokoh lintas organisasi mengungkapkan kekhawatirannya menyikapi kondisi dan masa depan Provinsi Riau, diantaranya Ketua FKUB Riau mengungkapkan bahwa pihaknya mensinyalir ada pihak – pihak yang merasa terusik kepentingannya di Riau, ” siapa yang menghalangi maka akan menunggu waktu, ” ungkapnya Abd. Rahman.

” Saya mengusulkan kepada para tokoh lintas organisasi untuk dapat membangun kesadaran kolektif demi kepentingan Provinsi Riau, “ ungkap Abd. Rahman.

Hadir dalam kesempatan tersebut drg. Burhanuddin MM dari MPUII, Zulham Adzkia Kedinasan, Heri dan Suheri Abdullah DPW Hidayatullah Riau, Irsyadul Ibad, PW Al Wasliah, HEM Surachmat mewakili Forum Pembauran Kebangsaan, Dr. Erdianto, SH M.Hum dan Mansyur HS dari DPW ICMI Riau, Azmi Azis dari LAMR, Koko Iskandar Ketua Persis, Dewan Dakwah Provinsi Riau, Fari Suradji dari MISURI dan Syaed Lukman Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia

Mewakili Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) HEM. Surachmat menyampaikan keperihatinan atas kondisi Riau saat ini, dan berharap semua pihak dapat menyampaikan kritik yang membangun.

Azmi Azis yang juga turut hadir mewakili Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) mengungkapkan sejumlah keresahan dan informasi mengenai kondisi dan proses penegakkan hukum terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menimpa AW Cs yang sekarang sedang berproses di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fari Suradji dari Paguyuban Mitra Sunda Riau (MISURI) juga mengungkapkan bahwa mustinya Pemerintah dapat mengkoreksi diri dan mencari berbagai solusi permasalahan birokrasi dimasa yang akan datang, ” kita harus melihat dan merumuskan generasi Gen Z untuk bisa memimpin dimasa depan, “ ungkap nya.

Drg. Burhanuddin MM selaku tuan rumah mengungkapkan keresahan yang sama dan menginginkan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan untuk dapat membangun kesadaran kolektif dan mengajak pimpinan organisasi untuk dapat duduk bersama Plt. Gubernur Riau SF. Hariyanto demi masa depan Provinsi Riau

Koko Iskandar selaku Ketua Persis dalam tanggapannya juga mengungkapkan hal yang sama dan mengungkapkan berbagai kelemahan yang mustinya dapat diperbaiki. ” Memang kekuatan kolektif ini harus dibangun, akan melawan apapun yang akan merusak Riau, “ ungkapnya.

A. Sayuti dari DPW Muhammadiyah Riau dalam sambutannya juga mengingatkan untuk dapat mencontoh sejarah kepemimpinan di zaman Rasulullah SAW. Disini ada spirit kebersamaan dan telah terjadi pergeseran pola pikir anak – anak muda dalam membaca kondisi saat ini.

” Semua kita harusnya berkontribusi, baik sebagai aktor politik maupun orang luar, kita semua adalah tokoh yang akan menentukan masa depan Riau. yang kita pikul secara bersama – sama. Suka tidak suka, baik tidak baik beliau sudah diberikan amanah, pak SF harus kita sampaikan dengan hikmah, ” ungkapnya.

Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia mengungkapkan apresiasinya atas kepedulian sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan yang ada di Provinsi Riau dan menyampaikan sebuah pantun legendaris, ” Buang yang keruh, ambil yang jernih, “ sebut Syaed Lukman menambahkan.

Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi lainnnya juga mengungkapkan hal yang sama diantaranya Dr. Erdianto SH MHum yang juga turun hadir dan mengungkapkan, ” kenapa kita tidak belajar dari kesalahan, “ ungkapnya.

Acara silaturahmi dan diskusi singkat menyikapi keadaan Provinsi Riau yang dihadiri oleh sejumlah ketua dan perwakilan Organisasi Kemasyarakatan di Provinsi Riau ini kemudian ditutup dengan foto bersama.

.

.

.

.

.