FEATURED
HMI Pekanbaru Siap Aksi Besar – Besaran. Desak Kejati Riau Ambil Alih Kasus Korupsi Pupuk Pelalawan

Membumi.com
Pekanbaru (10/01/26) – Rapat Pleno III dan Rapat Pimpinan Komisariat (Rapimko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru menghasilkan sikap tegas dan keras. HMI Koordinator Komisariat (Korkom) Pelalawan yang diketuai Meldianto secara resmi merekomendasikan dan menyerukan konsolidasi aksi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menyikapi kasus dugaan korupsi pupuk subsidi di Kabupaten Pelalawan yang dinilai mengancam keadilan dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Forum menilai, arah penanganan kasus pupuk subsidi semakin mengkhawatirkan. Publik melihat indikasi kuat bahwa hukum berpotensi hanya tajam ke bawah, sementara dugaan keterlibatan oknum ASN dan pejabat yang memiliki kuasa struktural justru belum tersentuh. Jika pola ini dibiarkan, maka masyarakat kecil dan petani berisiko kembali dijadikan tumbal, demi melindungi elite yang bermain di balik layar.
Ketua HMI Korkom Pelalawan, Meldianto, menegaskan bahwa korupsi pupuk subsidi adalah kejahatan struktural, bukan kesalahan teknis semata. Kejahatan ini merampas hak petani, menghancurkan keadilan sosial, dan mencederai wibawa negara.
“ Jika yang dihukum hanya pihak lemah sementara pejabat aman, maka itu bukan penegakan hukum, melainkan sandiwara hukum. Rakyat tidak boleh dibungkam dan tidak boleh dikorbankan, ” tegas Meldianto.
Menanggapi rekomendasi tersebut, Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Givo Vrabora, menyampaikan pernyataan keras yang menjadi alarm krisis kepercayaan terhadap institusi hukum di Riau
“ Apabila benar rakyat kecil yang dikorbankan dan oknum pejabat dibiarkan bebas, maka Kejati Riau telah gagal menjaga keadilan. HMI Cabang Pekanbaru siap turun aksi besar – besaran dan mendesak Kejati Riau untuk mengambil alih sepenuhnya kasus pupuk subsidi Pelalawan. Hukum harus dibersihkan dari kompromi dan kepentingan, ” tegas Givo.
Givo menambahkan, diamnya aparat penegak hukum hanya akan memperdalam jurang ketidakpercayaan publik. Negara akan kehilangan legitimasi moral ketika keadilan hanya berpihak pada yang berkuasa, sementara rakyat kecil terus menjadi korban sistem.
Forum Pleno III dan Rapimko menegaskan bahwa aksi mahasiswa adalah konsekuensi logis dari mandeknya keadilan. HMI Cabang Pekanbaru menyatakan siap mengonsolidasikan kekuatan mahasiswa dan rakyat, serta tidak akan berhenti sampai aktor intelektual, oknum ASN, dan pejabat yang terlibat benar-benar diproses hukum.
Bagi HMI, kasus pupuk subsidi Pelalawan adalah ujian nyata : apakah hukum masih berpihak pada rakyat, atau telah sepenuhnya tunduk pada kekuasaan. Hingga berita ini diterbitkan kami masih mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak Kajati Riau.
Source : HMI Pekanbaru
.

.

.

.





