Headlines
Penjajahan Gaya Baru, Mau Sampai Kapan ?

.
Soal masalah Bupati Kuansing yang telah berani menolak dan mengusulkan pencabutan Izin Usaha Perkebunan (IUP) PT Wana Sari Nusantara (WSN) kepada Menteri Pertanian dan Bupati Siak Afni Z yang menolak permohonan Hak Guna Usaha (HGU) PT Wana Subur Sawit Indah (WSSI) di Kabupaten Siak patut di apresiasi.
Kemudian soal wacana efisiensi pasca konflik Timur Tengah, sebagaimana diskusi bersama sejumlah Pemred dan Host media di Hambalang yang viral di Tiktok, nampaknya mulai menyasar anggaran daerah yang konon katanya tak wajar itu. Padahal beban anggaran ratusan Kementerian tak juga memberikan solusi bagi setengah penduduk Indonesia yang berada dijurang Kefakiran.
Itu baru sebagian kecil contoh ketidakadilan bagi daerah yang selama ini dikelola dengan sistem Sentralistik setelah 80 tahun Indonesia katanya Merdeka. Maka, sampai kapan kita dijajah oleh bangsa kita sendiri dengan Feodalisme Gaya Baru ini. Yang jelas hadiah Kuota Haji dari Kerajaan Saudi bernilai fantastis abis jugo diperjual belikan, semoga tak diberikan Amnesty.
Apakah Negara hadir saat berbagai Tambang ilegal dan berhektar – hektar kebun sawit ilegal yang secara terang terangan mencaplok, hutan hingga tanah ulayat ? yang jelas jawaban pusat kemudian lahir lah Agrinas, padahal sebelum negeri ini merdeka, kami sudah ada di negeri ini, sebelum Indonesia mengatur masalah tata ruang tanah, kami sudah punya Grand Sultan dan Tanah Ulayat dan Adat.
Maka, sekali lagi kami menghimbau agar seluruh Bupati dan Walikota se Provinsi Riau, untuk berani menolak dan mengusulkan pencabutan IUP bermasalah. Maka, saatnya tokoh masyarakat dan ormas bergandengan tangan mendukung Bupati dan Walikota se Provinsi Riau untuk menolak berbagai bentuk penindasan dan Feodalisme gaya baru tersebut.
Sudah saatnya rakyat didaerah hidup makmur dan menikmati hasil dari perjuangan yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita, bukan cuma Jakarta saja yang menikmati Kemerdekaan. Sekali lagi saya mengingatkan pusat, bahwa kami adalah bagian dari Republik Indonesia. Tidak ada Negara tanpa Rakyat ! tidak ada Negara tanpa Kedaulatan !
Saatnya melepaskan belenggu dari cengkaman pusat yang berwatak serakah yang hanya melahirkan Feodalisme Gaya Baru. Maka, lagi – lagi kami sampaikan, bahwa dengan Sistem Negara Federal otomatis akan mengurangi ketergantungan fiskal daerah dan bagi kami tentu menjadi harapan dalam mengurangi kemiskinan dan kebodohan.
Jika sistem ini tidak segera dibenahi, maka potensi dan prediksi Indonesia bubar seperti yang sudah Beliau sampaikan itu akan segera terwujud. Ini semua seperti mimpi buruk, sebab berbagai persoalan terkait hubungan pusat dengan daerah, seperti banjir yang saat ini sudah melewati batas hidung organ kami bernafas.
Selamat Merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Penulis : Syaed Lukman – Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia
.

.

.

.




