Headlines
Gerah dengan Penindasan Sentralistik, 10 Ribu Massa Siap Geruduk PHR

Membumi.com
Pekanbaru – Bertempat disalah satu kedai kopi dijalan Arifin Achmad, akhirnya berbagai perwakilan organisasi, paguyuban dan kelompok masyarakat Riau tampak hadir diantaranya, Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Datuk Ismail didampingi sejumlah pengurus, Datuk Taufik Tambusai, Datuk Tarlaili dari Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau, ICMI Riau, Robert Hendrico dari Rumah Juang Petani Indonesia, dan juga hadir dari berbagai organisasi lintas etnis dan suku diantaranya.
Perwakilan Suku Jawa Ketua Umum Perhimpunan Transmigrasi Riau Prof. Kusnadi, Perwakilan Suku Sunda HEM Surachmat dan Ian Mahyar dari Paguyuban Mitra Sunda Riau, Mardianto Manan dari Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) dari Perwakilan Suku Minang Suharmansyah Ikatan Keluarga Minang Riau, Perwakilan Suku Aceh dari Permasa Riau, organisasi Suku Nias Riau, dan Jaksen Saragih dari Persatuan Keluarga Batak Riau (PKBR)
“ Papua udah lama mendeklarasikan Merdeka, Aceh udah lama, sekarang nyusul Kalimantan Borneo berani mengibarkan, tapi hari ini tidak menuntut Merdeka, tapi hari ini kita hanya menuntut hak rakyat Riau, hak bumi Melayu, jangan kita hanya mendapatkan kerak – keraknya saja ! “ ungkap Pimpinan LLMB Datuk Ismail menegaskan.
Baca : 81 Tahun Sentralistik Berkuasa “ Kapitalisme Neoliberal “ Justru Melekat di Sistem Indonesia
Pertemuan forum lintas organisasi dan lintas etnis pada selasa (03/11/26) yang diberi nama Rumah Besar Perjuangan Rakyat Riau tersebut, antara lain membahas berbagai persiapan menjelang aksi yang rencananya akan dilaksanakan pada 10 November 2026 di depan Gerbang PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) Rumbai dengan menurunkan sekitar 10 ribu massa.
“ Miskinnya orang Riau ini adalah by design, oleh karena itu selamanya kita tetap akan miskin selama belum mampu menggeser design, kalau perlu kita merobek design, “ ujar Prof. Kusnadi Ketua Umum Perhimpunan Transmigrasi Riau sambil mengatakan bahwa tidak terdapat keberpihakan kepada rakyat terkait lahan hasil rampasan Agrinas yang berkisar hingga 4,2 juta hektar tersebut.
Dari kelompok mahasiswa, diantaranya juga hadir Tokoh senior dari Himpunan Mahasiwa Islam (HMI) Riau Fauzi Kadir, KAMMI Riau, BEM UIN Suska dan Perwakilan Mahasiswa lainnya hingga Pimpinan Organisasi Pemuda Sakai – Kandis mengungkapkan apresiasi dan dukungannya untuk rencana aksi yang tidak akan berhenti hingga tuntutan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Riau tersebut terwujud.
“ 8 Kali ganti Presiden, 81 Tahun kita Merdeka tidak akan ada perubahan, kecuali kita berubah dari sistem Sentralistik ke sistem Federal, karena dengan sistem Federal kita akan mendapatkan hak yang lebih berkeadilan, “ tambah Pembina Forum Aspirasi Negera Federal Indonesia Syaed Lukman memberikan keterangan persnya.
Baca : Presiden Didesak Segera Terbitkan Dekrit Menuju Sistem Negara Federal Indonesia
Menjelang sesi akhir disampaikan lima point Tuntutan Rakyat Riau yang ditujukan kepada Pemerintah Pusat, diantaranya menuntut pembagian Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas (DBH Migas) sebesar 70% untuk Rakyat Riau, kemudian menuntut pembagian Dana Bagi Hasil Sawit (DBH Sawit) sebesar 70% untuk Rakyat Riau, kemudian menuntut pengembalian Lahan Sitaan Negara oleh Satgas PKH kepada Masyarakat Adat dan Masyarakat Tempatan di Riau
Selain itu sebagai pemandu acara Juprizal dari LLMB juga mengungkapkan bahwa dalam aksi ini Rakyat Riau juga menuntut 20 % Kebun Plasma untuk setiap Perusahaan Pemegang izin Hak Guna Usaha (HGU) untuk Rakyat Riau dan menuntut Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tenaga Kerja Lokal sebesar 60% di Seluruh Perusahaan di Riau.
.
.

.






