Connect with us

Lingkungan

Forum Orang Tua Peduli Pendidikan Pekanbaru Terbentuk

Published

on

Membumi.com

Pekanbaru – Diiringi dengan beberapa rangkaian acara sebelum dilaksanakannya Deklarasi, siang tadi 28/11/2021 Forum Orang Tua Peduli Pendidikan Pekanbaru dideklarasikan. Bertempat di Taman Hutan Rakyat ( TAHURA ) Kecamatan Minas, tampak hadir dalam acara tersebut Lurah Muara Fajar Timur Muchlis, SKM, M.Si, Camat Rumbai Barat Jasrul, S.Pd, MM, LPM, Pengawas, Wakil Walikota Pekanbaru H. Ayat Cahyadi, S.Si, dan Kepala Sekolah SD Negeri 49 Pekanbaru Yudha Setia Nugraha, S.Pd bersama sekitar 100 an orang tua murid.

Dalam sambutannya Yudha Setia Nugraha selaku Kepala Sekolah SD Negeri 49 Pekanbaru mengatakan bahwa semenjak WHO menyatakan bahwa Covid 19 sebagai Global Pandemic pada Maret 2020 yang lalu, kemudian ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Virus Covid 19 sebagai Bencana Nasional pada april 2020, ternyata menimbulkan multi krisis di 95 kabupaten/kota termasuk di Provinsi Riau setelah menerapkan PPKM Level III dan IV dengan beberapa kali perpanjangan terutama disektor Pendidikan akibat pembatasan kegiatan masyarakat guna menghindari penularan.

Lebih lanjut Yudha mengatakan bahwa berdasarkan laporan United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada 20 Agustus 2021 yang lalu, bahwa terdapat 80 juta anak di Indonesia menghadapi dampak Pandemi Covid 19 yang meluas, termasuk anak – anak yang ada di Provinsi Riau. Diposisi ini selain berdampak terhadap persoalan kesehatan, dan ketahanan ekonomi keluarga, Pandemi nyatanya telah menghambat pendidikan jutaan pelajar yang berdampak signifikan terhadap perkembangan anak. Hal tersebutlah melatarbelakangi terbentuknya Forum Orang Tua Peduli Pendidikan Pekanbaru ini.

Menurunnya mutu pendidikan dasar akibat dampak Pandemi, dan dengan dilaksanakannya Pendidikan Tatap Muka Terbatas ( PTM ) tentu peran orang tua disini sangat penting, maka dari itu dengan adanya Forum ini akan kita kembangkan kembali konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara tentang Tri Sentra Pendidikan, yang mana pendidikan berpusat kepada Orang Tua, Sekolah dan Masyarakat, ketiga point penting ini kita harapkan agar dapat bersinergi kembali dan berharap kepada Pemerintah untuk dapat bersama-sama dengan para orang tua dalam memperhatikan mutu pendidikan anak – anak sesuai dengan amanat pasal 31 Undang-Undang dasar 1945.

Senada dengan hal tersebut Wakil Walikota Pekanbaru H. Ayat Cahyadi menyambut baik terbentuknya Forum Orang Tua Peduli Pendidikan Pekanbaru dengan berbagai program pendidikan yang melibatkan orang tua dan masyarakat seperti Desa Tuntas Belajar, sehingga target menjadi Indonesia Emas di tahun 2045 dapat tercapai yang dimulai dari Kota Pekanbaru. Selanjutnya Wakil Walikota Pekanbaru berharap agar semuanya mendukung program pemerintah dalam menuntaskan persoalan Covid 19 sehingga PTM 50 % yang saat ini diterapkan di tahun 2022 bisa PTM 100 %.

Deklarasi Forum tersebut kemudian ditandai dengan pemotongan tumpeng, penandatanganan kesepakatan bersama dan pemberian apresiasi kepada beberapa guru terbaik dilingkungan SD Negeri 49 Pekanbaru. Adapun berdasarkan informasi diterima tim riaupdate.com, Yudha mengatakan ” cukup antusias yang sudah tergabung di Forum Orang Tua Peduli Pendidikan Pekanbaru, untuk awal ini saja sudah berjumlah sekitar 500 an para orang tua murid dan akan terus bertambah, ” ungkapnya (*thd)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Business

SUEZ Raih Kontrak Instalasi Pengolahan Air Minum Baru di Indonesia

Published

on

By

SUEZ's patented technology is applied in various countries and regions globally, with projects such as the Macao Water project initiative being regarded as one of the benchmarks in the Asian water industry.

Membumi.com

Jakarta (12/2/24) – SUEZ, perusahaan terkemuka yang bergerak di industri pengelolaan air, baru saja menandatangani kontrak proyek Instalasi Pengolahan Air (Water Treatment Plant/WTP) Buaran III di Jakarta.

SUEZ Group akan memasok peralatan utama untuk proses pengolahan air dan menyediakan layanan konsultasi teknis terkait dengan instalasi dan uji coba proyek Buaran III. WTP baru di ibu kota Indonesia ini akan meningkatkan daya tahan sistem pasokan air Jakarta.

Dengan demikian, suplai air yang aman, reliabel, dan jangka panjang tersedia bagi masyarakat lokal. Kini, fasilitas WTP di Jakarta dapat mengolah 1,47 juta meter kubik air setiap hari, serta memasok 65% wilayah perkotaan dengan air bersih.

Pemerintah kota Jakarta menargetkan cakupan distribusi air bersih di wilayah perkotaan sebesar 100% pada 2030. Maka, pemerintah kota Jakarta menyusun perencanaan fasilitas WTP baru untuk memenuhi lonjakan kebutuhan air dengan pasokan tambahan hingga 960.000 meter kubik air per hari.

Baca : Suez: Indonesia Pasar Potensial Pengolahan Air

Rampungnya pembangunan WTP Buaran III, ditargetkan pada Semester I-2025, akan mempercepat pencapaian target tersebut. Lebih lagi, WTP Buaran III akan menyediakan pasokan tambahan air bersih sebanyak 260.000 meter kubik per hari bagi masyarakat lokal di Jakarta. Angka tersebut setara dengan sekitar 28% kapasitas air secara inkremental untuk mencapai target 2030. 

Di Jakarta, tingkat kekeruhan air baku dapat menurun drastis pada musim hujan sehingga berdampak pada ketersediaan air bersih di masyarakat perkotaan. Sebagai pemasok teknologi utama dalam proyek tersebut, SUEZ akan menyediakan peralatan penting untuk proses pengolahan air, serta layanan konsultasi teknis dalam fase instalasi dan uji coba.

Alat settler Densadeg™ dan filter Aquazur® V yang telah dipatenkan SUEZ akan dimanfaatkan secara inovatif guna menjamin kapasitas dan kualitas pengolahan air di proyek tersebut. Untuk pertama kalinya, Densadeg™ digunakan dalam proyek tersebut di Asia Tenggara.

” Kami gembira menjalin kemitraan baru di Jakarta. Kami bangga atas perkembangan penting ini, serta berterima kasih atas kepercayaan klien dan mitra kami. Kami ingin menyelesaikan pembangunan WTP Buaran III sebagai bukti dari pengaruh dan jangkauan kuat kami di Asia Tenggara. Proyek ini juga mencerminkan dedikasi SUEZ dalam menciptakan nilai tambah lewat solusi teknologi bagi klien untuk seluruh siklus aset dan layanan klien,” Francois Fevrier, CEO Water and R&R Asia.

Baca : Francois Fevrier CEO SUES Asia Speech

Sejak 1953, SUEZ telah membangun berbagai instalasi pengolahan air dan air limbah di Indonesia, serta memperjuangkan layanan penyediaan air bersih di seluruh Asia Tenggara. Kegiatan operasional SUEZ kini merambah Vietnam, Thailand, Filipina, dan Singapura.

Pada saat bersamaan, SUEZ terus memperkuat keahlian dalam layanan air dan sampah di pasar lokal demi mewujudkan keunggulan di sektor tersebut, serta meningkatkan perkembangan ekonomi sirkular.

Tentang SUEZ

Menghadapi tantangan lingkungan hidup yang semakin besar, selama hampir 160 tahun, SUEZ menghadirkan layanan penting yang melindungi dan meningkatkan kualitas hidup. SUEZ membantu pelanggan menyediakan akses terhadap layanan air dan pengolahan limbah dengan solusi yang tangguh dan inovatif.

Didukung 40.000 tenaga kerja di 40 negara, SUEZ bekerja sama dengan pelanggan untuk menciptakan nilai tambah pada seluruh siklus aset dan layanan mereka, serta mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Pada 2022, SUEZ menyediakan air minum bagi 68 juta orang, serta layanan sanitasi bagi lebih dari 37 juta orang di seluruh dunia. SUEZ juga menghasilkan 7,9 TWh energi dari sampah dan air limbah. Pada 2022, SUEZ membukukan pendapatan senilai EUR 8,8 juta.

Informasi lebih lanjut @ www.suez.com  / Twitter @suez

Tentang SUEZ di Asia

Di Asia, kiprah SUEZ berawal sekitar 70 tahun lalu ketika pertama kali merambah Asia Tenggara sebelum berekspansi ke Tiongkok hampir 50 tahun lalu. Didukung 6.500+ tenaga kerja di Asia, SUEZ telah membangun lebih dari 600 instalasi pengolahan air dan air limbah.

Bersama mitra lokal, SUEZ juga menyediakan layanan daur ulang air dan sampah, serta pengumpulan sampah bagi 25+ juta orang dan 19 kawasan industri di Tiongkok. SUEZ merupakan salah satu perusahaan yang paling berpengaruh di Tiongkok, serta menjadi tolok ukur layanan di industri pengelolaan lingkungan hidup di Asia.

Kini, SUEZ bekerja sama dengan klien dari kalangan pemerintah kota dan pelaku industri di lebih dari 30 kota dan wilayah utama di Tiongkok. SUEZ mengelola kontrak penyediaan air di Makau sebagai kontrak berskema kerja sama pemerintah-swasta (PPP) yang pertama di Tiongkok. Lebih lagi, SUEZ mengelola salah satu fasilitas insinerasi sampah berbahaya terbesar di Asia yang terletak di Shanghai, serta menanamkan investasi senilai lebih dari RMB 4 miliar di Chongqing.

Source : SUEZ Asia

.

.

Continue Reading

Headlines

Upaya Restorasi Lahan Gambut Indonesia Perlu Dikerjakan Bersama

“ Hasil kajian kami menunjukkan bahwa kita berpotensi untuk merestorasi 6 juta hektare lahan gambut yang terdegradasi. “

Published

on

By

Membumi.com

Jakarta (2/2/24) – Dunia internasional memperingati hari lahan basah yang tahun ini temanya adalah Lahan Basah dan Kesejahteraan. Lahan basah memiliki peranan penting sebagai ginjal bumi, yang mampu memurnikan air, melindungi pantai, hingga menyimpan karbon. Nilai jasa lingkungan inilah yang bisa menyejahterakan manusia.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki tipe ekosistem lahan basah yang lengkap, seperti lahan gambut, mangrove, riparian, rawa, hingga sawah. Dengan kepemilikan luasan sebesar 13,4 juta hektare, Indonesia menjadi pemilik lahan gambut tropis terluas di dunia.

Namun, saat ini belum ada data yang terverifikasi berapa luasan yang sudah terdegradasi dan perlu segera direstorasi.

Sepanjang tahun 2023, BRIN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), dan The Nature Conservancy melakukan analisis biofisik untuk mendapatkan potensi luas area restorasi gambut di seluruh Indonesia.

Baca : Alih Fungsi Lahan Gambut Berakibat Buruk bagi Lingkungan

“ Hasil kajian kami menunjukkan bahwa kita berpotensi untuk merestorasi 6 juta hektare lahan gambut yang terdegradasi. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk memperkuat regulasi restorasi gambut lebih efektif, ” ujar Nurul Silva Lestari, Peneliti di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dikutip untuk peringatan Hari Lahan Basah Sedunia, Jumat 2 Februari 2024.

Dari hasil kajian diketahui bahwa enam juta lahan ini separuhnya berada di area konsesi  perkebunan dan kehutanan.

Adapun prioritas daerah berlahan gambut yang harus segera direstorasi secara berurutan adalah Provinsi Riau (2,4 juta ha), Provinsi Kalimantan Tengah (1 juta ha), dan Provinsi Sumatra Selatan (0,9 juta ha).

Sisanya tersebar mulai dari Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Penelitian bersama itu dimuat dalam Jurnal Restoration Ecology dengan judul “ Opportunities and risk management of peat restoration in Indonesia : Lessons learned from peat restoration actors, ” pada November 2023.

Baca : Pemerintah Sudah Restorasi Gambut di Riau Seluas 209.977 Hektare

Selama ini kewenangan merestorasi lahan basah ada di tangan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Lembaga ini mendapatkan mandat untuk merestorasi lahan gambut seluas 1,2 juta hektare. 

Model-model restorasi lahan gambut yang dilakukan di Indonesia antara lain pembasahan ulang (rewetting), penanaman kembali ( revegetasi ), dan revitalisasi penghidupan masyarakat yang mendukung restorasi.

Dari hasil kajian analisis data yang ada, prioritas restorasi adalah lahan bekas terbakar. Restorasi perlu dilakukan untuk mencegah kebakaran berulang dan memperlambat degradasi gambut. 

Pada lahan gambut yang rusak dan berada di area konsesi, tentu tidak memungkinkan dilakukan penanaman kembali (revegetasi) lantaran lahannya sudah berubah menjadi perkebunan atau hutan tanaman. 

Praktik yang mungkin dilakukan adalah manajemen muka air gambut melalui pembuatan sekat kanal. Proses restorasi juga perlu mempertimbangkan Kesatuan Hidrologis Gambut ( ekosistem gambut yang pada umumnya terletak di antara dua sungai, di antara sungai dengan laut atau rawa-rawa ).

Pengelolaan lahan dalam satu KHG ini akan saling mempengaruhi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. “ Kami menyediakan pilihan-pilihan area restorasi berdasarkan 3 variabel utama yaitu luas jaringan kanal, area bekas kebakaran, dan lahan yang berstatus kritis,” kata Manajer Senior Karbon Kehutanan dan Perubahan Iklim YKAN Nisa Novita yang menjadi bagian dari peneliti restorasi lahan gambut ini.

Baca : Pemerintah Pastikan Upaya Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove Terus Berlanjut

Isu terbesar yang perlu diperhatikan dalam asesmen risiko dalam restorasi masih menyangkut  permasalahan teknis, manajemen dan sosial. Nisa menjelaskan bahwa temuan ini menunjukkan pelaku restorasi gambut perlu serius menyoroti masalah teknis seperti kejadian kebakaran, serta ketinggian muka air pada musim kemarau dan hujan.

Kemudian, ia melanjutkan, pada konteks manajemen, para pelaku restorasi harus berkolaborasi untuk menyelaraskan program mereka yang saling berhubungan serta ketiadaan program restorasi gambut dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. “ Supaya sukses, restorasi gambut ini perlu dikerjakan bersama lintas sektor dan lintas wilayah, ” ujar Nisa.

Kesuksesan restorasi gambut, akan mempercepat tercapainya target komitmen iklim Indonesia yang termuat dalam Dokumen kontribusi yang ditetapkan secara nasional ( Nationally Determined Contribution-NDC ) khususnya pada sektor hutan dan penggunaan lahan lainnya.

Berdasarkan penelitan YKAN dan mitra, restorasi gambut berpotensi mengurangi emisi Gas Rumah Kaca hingga 172 juta ton CO2/tahun. Momentum peringatan Hari Lahan Basah sedunia ini kiranya membangkitkan semangat kolaborasi bersama guna menjaga dan mengupayakan restorasi lahan basah termasuk gambut guna kelestarian Indonesia.

Source : Siaran Pers Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)

.

.

Continue Reading

Figur

Serap Aspirasi Warga, Berikut Profil Tengku Azwendi Fajri, SE, MM

Semenjak tahun 2009 Tengku Azwendi sudah dipercaya sebagai anggota DPRD Kota Pekanbaru

Published

on

By

Images : Tengku Azwendi Fajri menyerap aspirasi warga Simpang Tiga Bukit Raya (27/1/24)

Membumi.com

Pekanbaru – Bertempat di RT III RW I Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, hari ini (27/1/24) Tengku Azwendi Fajri, SE, MM menunaikan janji resesnya menjemput aspirasi masyarakat.

Hadir dalam kesempatan ini tokoh masyarakat Simpang Tiga, Ustadz Efrizal, Imam mushola Ar Rahman H. Mas’ud, Ketua RT. III Bu Yayuk dan sekitar 180 orang dari berbagai elemen masyarakat sekitar.

Ketua RT III yang mempersilahkan warga menyampaikan aspirasinya langsung dimanfaatkan, diantaranya Ustadz Efrizal terkait permohonan bantuan untuk mushola Ar Rahman, persoalan jalan rusak dan berlubang serta masalah lainnya.

Berbagai aspirasi tersebut langsung disambut baik oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru ini dengan mengungkapkan komitmennya untuk memperhatikan berbagai persoalan warga Simpang Tiga.

” Biasanya disetiap Pemilu disaat saya sedang sibuk dengan agenda politik, istri saya juga disibukkan karena mau lahiran, ” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Pekanbaru disambut gelak tawa warga sambil memperkenalkan dirinya.

Baca : 50 an Bacaleg Partai Demokrat Se Pekanbaru Sah Memenuhi Syarat

Berikut Profil Tengku Azwendi Fajri, SE, MM

Lahir di Pekanbaru, 2 April 1982, Beragama Islam, bertempat tinggal dijalan Lembah Raya, Tangkerang Utara, Bukit Raya, Pekerjaan Anggota DPRD Kota Pekanbaru, dan saat ini diamanahkan sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru.

Pada tahun 1988 – 1994 SD Negeri 023 Pekanbaru, kemudian 1994 – 1997 SLTP Negeri 13 Pekanbaru, pada 1997 – 2000 SMU Negeri 10 Pekanbaru, tahun 2000 – 2006 S 1, STIE Widya Wiwaha Yogyakarta dan barusan menyelesaikan S 2 Magister Management di Universitas Lancang Kuning.

Semenjak tahun 2009 Tengku Azwendi sudah dipercaya sebagai anggota DPRD Kota Pekanbaru dengan berbagai jabatan diantaranya Ketua Komisi I, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Anggota Badan Kehormatan, hingga tahun 2019 – 2024 diamanahkan menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru.

Adapun Pengalaman Organisasi Sosial Kemasyarakatan diantaranya, pada tahun 2000 sebagai pengurus harian HMI Yogyakarta, tahun 2007 Sekretaris Lembaga Merah Putih Pekanbaru, Bukit Raya, tahun 2008 Sekretaris Pemuda Pancasila Bukit Raya, tahun 2010 anggota KNPI Pekanbaru, Wakil Ketua Pertina Pekanbaru.

Baca : Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Minta Disdik Segera Siapkan Masterplan Pendidikan

Kemudian di tahun 2010 TAF diamanahkan menjadi Wakil Ketua Pulanggeni Shooting Club Pekanbaru, tahun 2011 Ketua Bidang Usaha KAHMI Pekanbaru, tahun 2015 Ketua Harian Perbakin Pekanbaru, tahun 2016 Pembina PKH Pekanbaru.

Di tahun 2019 Tengku Azwendi juga diamanahkan menjadi Pembina Organisasi Olahraga Bela diri Muathay Kota Pekanbaru, tahun 2020 Pembina KPNI Riau, Pembina IMI Pekanbaru kemudian menjadi Ketua hingga saat ini, dan 2022 hingga saat ini menjadi Ketua Bidang Pertandingan Esport Riau.

Dalam penjelasan karirnya bersama warga Simpang Tiga, Tengku Azwendi Fajri juga mengenang beberapa kisah awal karir politiknya, mulai dari tukang pasang bendera partai, usaha UMKM, hingga saat ini menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kota Pekanbaru.

Sebelum agenda reses diakhiri dengan sesi foto bersama, TAF juga memotivasi warga untuk dapat lebih semangat menghadapi Pemilu yang tinggal beberapa hari lagi.

Jangan karena beda pilihan kita jadi terpecah belah, hadapi Pemilu dengan gembira, dan yang terpenting tanggal 14 Febuari besok datang ke TPS, jangan sampai salah pilih, “ tutup TAF sambil mengingatkan warna surat suara.

.

.

.

Continue Reading

Trending