Connect with us

Entertainment

Bangkit Bersinergi dalam Paripurna Istimewa HUT Kota Pekanbaru ke 238

Pj. Walikota Pekanbaru Muflihun Dalam Sambutannya di Paripurna HUT Kota Pekanbaru ke 238

Published

on

Foto : Pj. Walikota Muflihun, S.Stp M.Ap

Membumi.com

Pekanbaru – Semenjak pagi (23/6/22) suasana Gedung DPRD Kota Pekanbaru, mulai dipenuhi tamu dan undangan dalam rangka Paripurna HUT Kota Pekanbaru ke 238, tampak hadir Wakil Gubernur Riau H. Edy Natar Nasution, Forkopimda Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru, Ketua Sabarudi, ST dan para Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru serta segenap anggota DPRD Kota Pekanbaru.

Tampak hadir juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Agung Nugroho, anggota DPR RI, Wasekjen Partai Amanat Nasional Irvan Herman yang juga anak mantan Walikota Pekanbaru (alm) Herman Abdullah, mantan Walikota Pekanbaru Firdaus MT, Ketua LAM Kota Pekanbaru Muspidauan, Konsulat Malaysia, Pimpinan OPD Kota Pekanbaru, Camat dan Lurah se Kota Pekanbaru, Ibu – ibu PKK dan Insan Pers, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya Pj. Walikota Pekanbaru Muflihun mengucapkan puji syukur, atas kehadiran Allah SWT karena diberikan kesempatan dan kesehatan untuk dapat hadir dalam acara rapat paripuna istimewa DPRD Kota Pekanbaru Bersempena hari jadi Pekanbaru ke 238 Tahun 2022. Serta mengatakan bahwa Pekanbaru telah mengalami kemajuan yang pesat, terutama dibidang perekonomian dan infrastruktur. Kemajuan yang dicapai hari ini dapat dilihat sebagai wujud kualitas Visi maupun Perencanaan yang telah ditetapkan.

” Visi daerah Kota Pekanbaru merupakan pedoman penentu arah pembangunan jangka panjang (20 tahun) ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJDP) Kota Pekanbaru Tahun 2005 – 2025, yaitu Terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa, Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu, Menuju Masyarakat Sejahtera yang Berlandaskan Iman dan Taqwa, ” ungkap Pj. Walikota Pekanbaru.

” Pada periode ini, kita bersama masyarakat telah berhasil mengantarkan Pekanbaru menjadi salah satu Kota terkemuka di Indonesia, Kota ini bukan saja berkembang dalam batas administrasi menjadi sebuah Kota Metropolitan, tapi juga mempengaruhi kawasan disekitarnya. Tumbuh menjadi kawasan perkotaan yang dsebut Metropolitan Pekansikawan, yaitu kawas yang meliputi Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Pelalawan, ” sebut Pj. Walikota Pekanbaru Muflihun.

” Diusia Pekanbaru yang ke 238 ini, mari bersama-sama kita jadikan momentum untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh disemua lini untuk meningkatkan kinerja terutama yang terkait dengan pelayanan publik. Kita juga harus tetap bersyukur dan terus berkarya, mudah-mudahan apa yang kita kerjakan selalu mendapat limpahan Rahmat dan Pahala dari Allah SWT. Adalah sebuah momentum yang tepat jika dalam usianya yang ke 238 tahun ini, ” ucap Pj. Walikota Pekanbaru Muflihun.

Lebih lanjut Pj. Walikota Pekanbaru mengatakan bahwa seluruh catatan perjuangan dan dedikasi Pembangunan, yang telah dilakukan dapat dirayakan dengan penuh rasa syukur. Tak terkecuali jika terdapat program yang belum terwujud, tentu akan dievaluasi dan dikoreksi agar seluruh kegiatan yang telah diprogramkan terlaksana dengan baik.

” Pada kesempatan ini Pemerintah Kota Pekanbaru mengajak semua pihak termasuk Pemerintah Provinsi Riau untuk dapat ikut serta membantu Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memenuhi anggaran Pembangunan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagaimana saya resmi dilantik oleh Gubernur Riau sebagai Penjabat Walikota Pekanbaru. Berbagai tugas dari Gubernur Riau tentunya menjadi tanggungjawab yang harus segera dilaksanakan, ” ungkap Muflihun.

Baca : Sampah Sumbat Drainase, Pj Walikota Minta Pengawasan RT/RW dan Lurah

Pj. Walikota Pekanbaru juga mengatakan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan inventarisasi masalah yang ada di Kota Pekanbaru, dengan langsung berkordinasi dengan OPD terkait beserta Camat dan Lurah untuk mendeteksi masalah yang ada, mencari tahu penyebab dan cara penyelesaiannya.

” Adapun keseluruhan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru disusun dalam program Prioritas 100 hari kinerja sejak awal menjabat Walikota Pekanbaru dengan tiga program yang sangat prioritas yang harus dibenahi diantaranya pengurangan titik banjir, pembenahan pengelolaan persampahan dan perbaikan jalan yang rusak, ” sebut Pj. Walikota Pekanbaru.

” Ketiga program tersebut merupakan bentuk strategis pelayanan Pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat khususnya warga Kota Pekanbaru dalam beraktifitas sehari-hari. Tantangan mengembalikan kejayaan Pekanbaru sebagai Kota terbersih, merupakan salah satu program prioritas selama kepemimpinan saya sebagai Penjabat Walikota Pekanbaru. Sejarah mencatat Kota Pekanbaru pernah menjadi Kota terbersih pada era tahun 1990 an hingga pada awal tahun 2000 (semasa Alm. Herman Abdullah) hingga kembali mendapatkan Adipura, ” sebut Pj. Walikota Pekanbaru.

” Dalam merealisasikan tantangan tersebut Pemerintah Pemerintah Kota Pekanbaru bergerak cepat dalam menangani permasalah persampahan, dengan memberikan PR kepada Camat dan Lurah untuk mensosialisasikan jam pembuangan sampah yang sudah diatur dalam Perda Kota Pekanbaru. Selain itu juga sudah memanggil operator pengangkutan sampah agar menjalin kerjasama untuk lebih serius dalam mejalankan tugasnya dilapangan, ” ungkap Pj. Walikota Pekanbaru.

Pj. Walikota Pekanbaru Muflihun juga mengatakan, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menangani sampah, ditandai dengan Pembacaan Deklarasi Pekanbaru Bebas Sampah Tahun 2022 pada senin (6/5/22) di Mall Pelayanan Publik bersama seluruh jajarannya dan organisasi Kemasyarakatan.

Baca : Pemko dan PLN Pekanbaru Tandatangani MoU Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Pengganti Batu Bara

Atas dasar inventarisasi jumlah titik penumpukan sampah yang tidak tertangani dengan baik, berjumlah 95 titik. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan dari (29/5/22) sampai dengan (21/6/22) terjadi penutupan atau tidak lagi ada aktivitas pembuangan sampah masyarakat pada 10 titik.

” Mengenai Penanganan Banjir juga mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Pekanbaru saat ini. ” semenjak awal dilantik, saya langsung mengecek titik-titik banjir, diantaranya disungai Batak dan sungai Sail, yang mana salah satu penyebabnya adalah terjadinya pendangkalan sengai, sehingga tidak mampu menampung volume air hujan, ” ungkap Muflihun.

Pj. Walikota Pekanbaru melalui OPD terkait juga sudah memerintahkan untuk melakukan Normalisasi sungai, agar lebih cepat mengalirkan dan lama genangan telah terjadi pengurangan secara signifikan. upaya cepat juga telah dilakukan, dari total 62 titik banjir 41 % atau 28 titik diantaranya sudah dilakukan penanganan, sehingga tidak terjadi lagi banjir.

Baca : Sungai Sail Dinormalisasi, PUPR Pekanbaru Sebut Genangan Surut Tak Sampai Sejam

Demikian juga dengan penanganan jalan rusak, sesuai dengan SK Walikota Pekanbaru Nomor 202 Tahun 2017, panjang jalan kota Pekanbaru 1,277 km, yang terdiri dari 1,946 ruas dengan kondisi baik 74,5 % dan sisanya 25,5 % dalam kondisi rusak berat. Muflihun juga mengatakan bahwa dalam program 100 hari telah merncanakan perbaikan terhadap 91 ruas jalan yang rusak dan hingga satu bulan menjabat sudah memperbaiki 50 ruas jalan atau 54,9 %.

” Disamping penanganan program yang sangat prioritas dan mendesak diatas, Pemko Pekanbaru juga melaksanakan program Pembangunan prioritas lainnya, seperti pembangunan SDM, peningkatan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pj. Walikota Muflihun juga mengatakan masih banyak hal yang perlu disempurnakan, semua ini memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat.

Muflihun yakin dengan semangat kebersamaan berbagai permasalahan yang ada di Kota Pekanbaru dapat diselesaikan dengan baik. ” Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, kami mohon dukungan dari masyarakat Pekanbaru, Bantu saya, mari kita bangun Kota Pekanbaru menjadi Kota Bertuah menuju Smart City Madani. Kepada seluruh masyarakat, saya ucapkan Tahniah, hari jadi Kota Pekanbaru ke 238, semoga Allah SWT meredhoi seluruh usaha kita semua, amin, ” tutup Pj. Walikota Pekanbaru. (rls)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Business

Untuk Sineas, Hollyland Luncurkan Sistem Transmisi Video 4K Nirkabel Terbaru

Menawarkan kualitas video nirkabel terbaik untuk empat monitor independen pada jarak jauh

Published

on

By

Images : hollyland.com

Membumi.com

Tiongkok – Hollyland Technology meluncurkan seri Pyro, sistem transmisi video nirkabel terbaru. Seri Pyro, terdiri atas Pyro H, Pyro S, dan Pyro 7, merupakan solusi inovatif multiperson untuk mengirim dan memantau gambar lewat perangkat seluler secara nirkabel. Solusi ini dapat digunakan tim syuting iklan dan televisi berskala kecil dan menengah.

Dengan satu unit transmitter yang mendukung hingga empat receiver, sistem Pyro yang berbobot ringan ini membuat proses transmisi dan pemantauan gambar menjadi lebih fleksibel, stabil, dan profesional. Hollyland mengembangkan teknologi nirkabel Auto Dual-Band Hopping (ADH) 2,4GHz dan 5GHz secara independen. Berkat teknologi ini, seri Pyro memiliki fitur anti-inferensi yang lebih baik sekaligus mengurangi jeda (lag) dan meningkatkan rentang jarak.

Teknologi baru dan inovatif ini menawarkan keunggulan sehingga Pyro S menghasilkan kualitas video nirkabel terbaik untuk empat monitor independen pada jarak jauh, memenuhi kebutuhan sineas profesional dan kreator video.

Jangkauan hingga 400 meter (1.300 kaki) dengan kualitas video yang halus dan kejernihan yang luar biasa

Teknologi ADH Hollyland juga menjamin Pyro H dan Pyro S mengirim video nirkabel yang stabil dengan standar 4k/30fps, serta jangkauan hingga 400 meter ketika broadcast mode nonaktif. Kinerja ini menghasilkan gambar yang sangat jernih, detail, dan realistis—maka, Pyro ideal digunakan untuk aplikasi profesional.

Berkat teknologi ini, kinerja dan efisiensi sinyal transmisi pun menjadi lebih baik. Hasilnya, gambar rekaman video dapat dimonitor secara real-time dengan latensi minimal oleh seluruh kru (misalnya, sutradara, produser, staf pencahayaan, dan tenaga audio).

Mudah dikonfigurasi pengguna untuk setiap skenario penggunaan

Pengguna dapat mengoptimalkan kinerja pemantauan video menurut kebutuhan. Tampilan antarmuka mempermudah pemilihan moda agar pengguna memperoleh frame rate yang halus dan latensi rendah, atau kualitas video yang semakin jernih. Pengguna dapat menggunakan moda Smooth atau HD, bergantung pada skenario syuting.

Dengan moda Smooth, Pyro menjaga transmisi video tetap lancar, sebab bitrate diatur secara dinamis demi mencapai latensi hanya 50ms untuk transmisi video dalam jarak yang sangat jauh. Moda HD menghasilkan kualitas gambar terbaik dengan bitrate stabil yang berkisar 8-12 Mbps, bahkan dalam jarak 1.300 kaki (400m) sehingga menjamin visual tetap jernih. (Jangkauan transmisi bersifat line-of-sight, berdasarkan pengukuran laboratorium yang bebas interferensi).

Koneksi fleksibel: HDMI, SDI, Loopout

Seri Pyro menjadi solusi ideal untuk proyek syuting profesional dan pembuatan iklan berskala kecil, termasuk USB Video Class (UVC) dan Real-Time Messaging Protocol (RTMP) yang mempermudah konektivitas dan kompatibilitas perangkat, serta streaming.

Pyro H memiliki HDMI Input/Output dan Loopout agar pengguna dapat mengoneksikan kamera dan transmitter, serta mengirim sinyal ke receiver sambil memonitor proses syuting dari porta loopout. Pyro S memiliki HDMI and SDI Input/Output, cocok untuk proyek syuting profesional dan iklan berskala kecil. Pyro 7 memiliki HDMI dan SDI Input/Output serta Loopout agar pengguna dapat memilih koneksi terbaik menurut kebutuhan dan peralatan yang digunakan.

Mudah digunakan, tangguh, dan portabel

Rangka seri Pyro terbuat dari bahan campuran magnesium-aluminum berstandar industri penerbangan sehingga berbobot ringan. Di sisi lain, seri Pyro juga sangat tangguh, ideal untuk kreator video yang memiliki kebutuhan intens dan cepat bergerak. Pyro H dan Pyro S memiliki layar monitor LCD dengan warna yang tajam, baik pada transmitter dan receiver.

Maka, Pyro H dan Pyro S menawarkan akses yang mudah lewat tampilan antarmuka yang intuitif dan kemudahan memilih pengaturan cepat. Pyro 7 hadir dalam bentuk monitor nirkabel berukuran 7-inci dengan fitur terpadu yang segera diluncurkan pada Juli tahun ini.

Harga dan Ketersediaan Produk

Pyro S segera diluncurkan secara global pada 22 Mei 2024, serta dijual lewat distributor lokal dan gerai Amazon. Informasi lebih lanjut tentang sistem transmisi video nirkabel Pyro S terbaru: https://www.hollyland.com/product/pyro-s?utm_source=pr&utm_medium=media&utm_campaign=pyros Shopee: https://hollyland.info/3QUBX5N  

Sistem Transmisi Video Nirkabel Pyro S: IDR 9,990,000

Tentang Hollyland Technology

Shenzhen Hollyland Technology Co., Ltd. (Hollyland) telah menyediakan solusi profesional untuk transmisi data, audio, dan video nirkabel, serta sistem komunikasi nirkabel (wireless intercom) bagi pelanggan global sejak 2013. Hollyland menjangkau banyak segmen pasar, termasuk produksi film, televisi, produksi video, penyiaran, pertunjukan langsung (live event), ekshibisi, media penyiaran, produksi, teater, rumah ibadah, serta rumah rental. Kunjungi https://www.hollyland.com/, Hollyland Facebook, dan Hollyland Instagram.

Source : PR Newswire

.

.

Continue Reading

Entertainment

Warisan Sunan Muria

Sebuah film dokumenter pendek dalam rangka penguatan Data dan Statistik Kebudayaan dan Kebahasaan guna mendukung media pembelajaran.

Published

on

By

Tim kerja Pusdatin Kemendikbudristek / Dok. M Fikri

Membumi.com

Jakarta – Bertempat di Kabupaten Kudus pada tanggal 15 -16 Mei 2024, Jawa Tengah, tim kerja Data dan Statistik Kebudayaan dan Kebahasaan Pusat Data Teknologi dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan verval Cagar Budaya dan Museum serta pembuatan film dokumenter “Warisan Sunan Muria”

Giat ini bertujuan sebagai bentuk mendukung penguatan data statistik kebudayaan dan kebahasaan dan diharapkan juga sebagai media pembelajaran bagi kalangan pendidikan yang membutuhkan data informasi audio visual.

Ketua Tim Kerja Data Statistik Kebudayaan dan Kebahasaan Pusdatin Kemendikbud Ristek Widhi Permanawiyat mengatakan, ” verval yang dilakukan dengan meninjau objek cagar budaya ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi objek cagar budaya dan museum. ”

” Sedangkan pembuatan film dokumenter yang terpusat pada Kawasan Gunung Muria yang berjudul “Warisan Sunan Muria” sebagai bentuk penguatan terhadap dukungan Data Statistik Kebudayaan dan Kebahasaan dan diharapkan bisa menjadi media pembelajaran tentang warisan budaya benda, ” sebut Widhi.

Lebih lanjut Widhi mengungkapkan kenapa memilih “Warisan Sunan Muria” untuk dijadikan film dokumenter pendek, karena kawasan ini kompleksitasnya sangat tinggi, mempunyai cerita yang menarik terhadap sosok Sunan Muria, tentunya diharapkan bisa mengedukasi serta mendukung penguatan data statistik budaya dan kebahasaan.

” Disamping itu dalam penyusunan konsep film ini diawal kami mengunakan metode analisis, design, development untuk mengumpulan data dari Dirjen Kebudayaan, literasi, jurnal dan browsing. Serta nantinya kita akan coba melakukan implementasi pemanfaatan media ini yang akan kita masukan ke dalam portal rumah belajar, sehingga nanti kita berharap mendapatkan impact atau dampak dari evaluasi yang akan kita coba sebarkan kepada pendidik dan peserta didik diakhir tahun 2024.

Adapun naskah film dokumenter pendek ini ditulis oleh Mohammad Fikri dan di sutradari bersama Sugiarto yang bercerita dan mengungkap fakta tentang kawasan gunung Muria yang mempunyai cerita menarik untuk di diceritakan dari perspektif Sejarah dan Budaya.

” Diantaranya, kapan masjid Sunan Muria ini didirikan dan kenapa memilih puncak gunung tempat mendirikan masjidnya, peninggalan apa saja yang masih ada di Masjid Sunan Muria ini, warisan apa yang ditinggalkan sunan muria kepada masyarakat sekitar yang masih ada maupun tidak ada terkait sosial budaya, ” ungkap Fikri.

Dijelaskan bahwa, dalam perjalanan proses riset dan development konsep film dokumenter Gunung Muria ternyata kawasan gunung Muria mempunyai beberapa hal yang menarik untuk diceritakan, diantaranya pada bagian lereng-lereng gunung muria.

Berdasarkan hasil inventarisasi BPCB (d/h BP3) Jawa Tengah tahun 1988, gunung muria yang terletak di Jawa tengah yang memiliki ketinggian 1602 MDpl, di lereng utara Gunung Muria (Jepara), di lereng utara gunung terdapat Candi Angin 1 dan Candi Angin 2, sebuah bangunan berundak yang ada di puncak bukit.

” Terdapat 4 buah menhir. dan di bagian lereng selatannya (Kudus) dijumpai beberapa peninggalan arkeologi. Sementara di lereng selatan Gunung Muria, kita akan menjumpai beberapa petilasan, lingga, lepas berupa yoni, lumpang batu, dan lumping batu persegi, ” ungkap Fikri.

Makam di lereng Gunung Muria

Untuk dapat diketahui, sejarah Gunung Muria tak terlepas dari kisah penyebaran Agama Islam yang dilakukan oleh Wali Songo yang bernama Raden Umar Said atau Sunan Muria. Sehingga dikenal pula sebagai salah satu destinasi wisata religi ketika berada di Kudus.

Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga, lahir pada tahun 1450 dan memiliki nama Raden Umar Said. Kemudian beliau menikah dengan Dewi Roro Noyorono, yang merupakan putri dari Ki Ageng Ngerang.

” Dalam penyebaran Agama Islam beliau lebih menggunakan pendekatan budaya, seperti ayahnya Sunan Kalijaga menyebarkan islam dengan berkesenian melalui pertunjukkan gamelan dan wayang. Beliau wafat sekitar tahun 1551, dan dimakamkan di lereng Gunung Muria, ” ungkap Fikri.

Masjid yang menjadi simbol dakwah Sunan Muria di lereng Gunung Muria, dalam mendakwahkan Islam kepada masyarakat sekitar yang pada waktu itu banyak yang memeluk Hindu dan Budha. Pemilihan Gunung Muria sendiri disebut sebagai salah satu bagian dari identitas dan sifat Sunan Muria, yang tidak suka dengan popularitas, sehingga beliau memilih berdakwah di lereng Gunung Muria.

Salah satu peninggalan Sunan Muria yang masih asli dan ada di dalam Masjid Sunan Muria adalah Mihrab. Mihrab tersebut terbuat dari batu yang disusun tanpa semen, dimana bagian luar dihiasi dengan ukiran. Pada bagian ujung kanan dan kirinya, dihiasi dengan piringan keramik kuno. Yang berjumlah 30 an, terdiri 20 piringan kuning dan 10 piringan hijau. Umpak Batu, tempat penyangga yang masjid sebanyak empat buah yang konon dibawa dari Bali, dan sebuah bedug.

Diakhir keterangan persnya mengungkapkan hasil explorasi selama dua hari di Kawasan gunung Muria, Fikri juga mengatakan, bahwa pembuatan film dokumenter tersebut didukung oleh pemerintahan Kabupaten Kudus dan dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, yang membantu mencari sejarahwan dan budayawan yang tepat untuk bisa bercerita tentang Kawasan Gunung Muria dan warisan sunan Muria.

Diantaranya, sejahrawan yang bernama Dr. Edy Supratno, M.Hum yang mengungkap fakta sejarah gunung Muria, sedangkan budayawan Kyai Mastur yang merupakan keturunan sunan Muria yang ke 15 ini, bicara tentang nilai warisan budaya sunan Muria yang diwariskan kepada masyarakat Muria, Desa Colo dan Rahwatu.

Source : Muhammad Fikri

.

.

Continue Reading

Entertainment

Mengenai Pinangan Gelar Adat untuk Akmal Abbas, Ini Penjelasan LAMR

” Datuk Seri Lela Setia Junjungan Negeri, “

Published

on

By

Penganugerahan Gelar Adat / LAMR Images

Membumi.com

Pekanbaru – Bertempat di kediaman Kepala Kejaksaan Tinggi Riau jalan Gajah Mada, hari ini sabtu (20/4/24) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, meminang Tuan Akmal Abbas, S. H., M. H., Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, untuk dianugerahkan gelar adat. 

Adapun kepada yang bersangkutan, diserahkan seperangkat pakaian kebesaran adat untuk dipakai pada acara penganugerahan gelar adat tersebut pada akhir April mendatang. 

Rombongan LAMR dipimpin Datuk Zulkarnain Nurdin yang didampingi juru hubung Datuk Alang Afrizal dan sejumlah pengurus lainnya. Sedangkan Tuan Akmal, didampingi sejumlah pejabat Kejati Riau dan kaum kerabat dengan juru hubung Datuk Syaukani al-Karim. 

Akmal Abbas bersama sejumlah pengurus LAMR

Menurut Kepala Sekretariat LAMR, pemberian gelar adat itu melalui usulan dan tapisan yang mendalam di LAMR. ” Usulan dari warga, malahan telah mulai mengalir, begitu Tuan Akmal dilantik sebagai Kajati Riau akhir Oktober 2023. Dia satu dari dua anak jati Riau, menegang tampuk tertinggi di kejaksaan Riau selama Lembaga itu wujud sampai sekarang di Riau, ” sebut Datuk Fadhli.

Sebagaimana rilis yang disampaikan kepada redaksi, bahwa posisi tersebut dicapai Akmal Abbas dengan usaha keras. Ia memberikan inspirasi bahwa sesungguhnya, putra tempatan pun tidak terhalang untuk berbuat lebih baik dari apa yang ada. 

Disampaikan juga bahwa kenyataan itu didukung pula oleh capaiannya yang bertugas ke berbagai daerah di Indonesia antara lain ke Aceh dan Papua. Termasuk soal terjadinya lonjakan penanganan kasus di Kejati Riau, dari sekitar 5.000 kasus tahun 2023 menjadi lebih dari 7.000 kasus pada tahun 2024, padahal tahun 2024 baru empat bulan berjalan. 

Tuan Akmal sendiri tidak menyangka bahwa dirinya diapresiasi sedemikian rupa. Adapun setelah bertanya kiri dan kanan, Tuan Akmal pantas menerima gelar yakni ” Datuk Seri Lela Setia Junjungan Negeri, “ sebut Datuk Fadhli yang juga Sekretaris DPH LAMR.

Akmal Abbas dan istri, bersama sejumlah pengurus LAMR

Dijelaskan juga bahwa makna gelar tersebut adalah, seseorang yang mempunyai gerak gerik dan perilaku yang baik, dan ia mampu menggunakan kemampuan dan kekuatannya dalam menyangga maupun memuliakan negeri sesuai dengan alur dan patutnya.

Dari pantauan awak media hingga keterangan pers ini disampaikan, Sekretariat LAMR masih melakukan berbagai persiapan jelang Anugerah Gelar Adat yang yang rencananya prosesinya dilaksanakan akhir April ini.

Source : Sekretariat LAMR

.

Continue Reading

Trending