Connect with us

Headlines

Nasib Surat Cinta Herman Budoyo

Published

on

Dok. Syaed Lukman - Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia

.

Menanggapi acara Reformulasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dalam acara Sosialisasi dan Diskusi Publik terkait Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pengelolaan DBH Perkebunan Sawit yang berlangsung (06/05/26) di Ballroom Menara BRKS.

Saye bace Direktur Dana Transfer Umum Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau, Kepala Divisi Perencanaan BPDP, Wakil Ketua GAPKI dan DPP APKASINDO sampai perwakilan kabupaten kota pun hadir.

Kate Herman Boedoyo bahwa skema pembagian DBH Sawit dengan porsi 4% untuk daerah dan 96% untuk pusat adalah bentuk ketidakadilan fiskal yang nyata bagi daerah penghasil, karena itu surat cinta pun akan disampaikan kepada Menkeu, Kepala Daerah penghasil sawit, wakil – wakil disenayan dan lain – lain.

Sayapun terkenang dengan sebuah foto senyuman manis Direktur Utama PHR Ruby Mulyawan dalam sebuah berita beraroma neo kolonialisme dimana Riau dipaksa menerima kenyataan pahit untuk menerima jatah PI hanya 1 dolar per Bulan.

Apo dio cakap, ” Beban kami pak, biaya insentif progresolive split, dan melonjaknya biaya investasi proyek CEOR, karna untuk mempertahankan lifting bahkan sampai inline, ditambahkan harga minyak dunia terus turun, sehingga kondisi kita negatif, ” jelas ruby di Kawasan Mega Kuningan Jakarta (17/10/25).

Hasilnya nol

Saye pun juge terkenang dengan Perjuangan Penyelenggaraan oleh Haji Daerah setelah berbulan – bulan merumuskan surat cinta bersama sejumlah profesor untuk kemudian disampaikan kepada yang berwenang hingga saat ini masih bersemayam digedung wakil rakyat yang terhormat itu.

Walaupun subuh gelap Ketua ICMI Riau dan alm. Dr. Chaidir dah tekacah kacah sangking semangatnya nak mengantarkan surat cinta tu menuju Jakarta berharap dapat ditanggapi, alhasil kami pun diterima same Ketua Komisi V hanya sekitar 5 menit dan kenak PHP sama ketua DPD RI. Nasib – nasiiib.

Baca : Negara Sebesar Indonesia Diatur Hanya Oleh Segelintir Pimpinan Partai

Jadi Man, Bambang Pacul pernah menyebut bahwa untuk melobby UU Perampasan aset yang sampai hari ini belum juga disahkan itu keputusannya bukanlah ditangan para “ korea – korea “ (anggota DPR RI) yang hadir tersebut, melainkan menurut “ bos “ nya masing masing (Ketua Partai).

Gitu Man. Maka menurut terawangan “ orang dalam “ yang pertama Purbaya dengan gaya kusut masai nya itu akan mengatekan, “ eh man elu kagak ngerti ya kalo utang pemerintah itu bertambah dan sekarang mendekati Rp. 10 ribu triliun ? “

Yang kedue Man, Kate “ orang dalam “ tak usah pakai surat cinta lagi lagu lamo tu dah basi dah, tak maen macam tu lagi do, Donald Trump aje di makzulkan 2 x tak juge mempan. Jadi cam mane kalau perihalnye diganti dengan surat putus cinta, hehehe

Yang terakhir Man, Kate “ orang dalam “ marilah bersama – sama mengheningkan cipta atas berbagai ketidakadilan ini dengan cara meng amendemen UUD 1945 kepada sistem negara Federal Indonesia dalam bingkai NKRI yang lebih berkeadilan.

Penulis : Syaed Lukman – Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia

.


.

.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *