Connect with us

Figur

H. R. Mambang Mit Terpilih Jadi Ketum FKPMR Masa Khidmat 2025 – 2030

Published

on

Membumi.com 

Pekanbaru (12/01/26) – Bertempat di Dang Merdu Ballroom Menara Bank Riau Kepri (BRKS) dalam agenda Musyawarah Khusus memilih Ketua Umum Pengganti Antar Waktu Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) guna menggantikan almarhum Dr. Drh. Chaidir, MM yang meninggal dunia beberapa waktu yang lalu yang dihadiri oleh mayoritas Pengurus dan Anggota FKPMR.

Dalam keterangannya Hj. Azlaini Agus yang juga ikut menjadi pimpinan sidang mengungkapkan bahwa di dalam AD ART FKPMR tahun 2023 disebutkan bahwa mengenai kriteria siapa yang dapat menjadi Ketua Umum FKPMR adalah Putra / Putri Jati Riau yang minimal salah satu orang tuanya adalah orang asli Riau.

Selain itu Azlaini Agus juga mengingatkan bahwa saat ini masih tersisa 8 orang Pendiri yang masih hidup, diantaranya Prof. Dr. Nazir Karim, Prof. Dr. Yusmar Yusuf, Amir Lutfi, Prof. Muchtar Achmad, Makmur Hendrik dan Rahman Daud dari 42 pendiri yang masih hidup.

Saleh Djasit selaku pimpinan sidang mengungkapkan bahwa sesuai dengan permintaan peserta terdapat 5 (lima) figur bakal Calon Ketua Umum FKPMR PAW Masa Khidmat 2025 – 2030 diantaranya Hj. Azlaini Agus, SH, MH, Drs. H.R. Mambang Mit, Brigjend. TNI. (Purn) Edy Natar Nasution, Dr. H. Syamsurizal, SE, MM, Prof. Dr. Ir. H. Tengku Dahril. M.Sc

” Adapun ke 5 (lima) Bakal Calon Pengganti Antar Waktu Ketua Umum FKPMR untuk dapat menyetujui kesediaannya terlebih dahulu, baik secara lisan, maupun melalui surat pernyataan kesediaan untuk menjadi kandidat Ketua Umum FKPMR, ” ungkap mantan Gubernur Riau yang juga berlatar belakang militer ini.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut H. R. Mambang Mit, Brigjend TNI (Purn) Edy Natar Nasution, Dr. H. Syamsurizal, Prof. Dr. Ir. H. Tengku Dahril dan terakhir Hj. Azlaini Agus secara resmi menyatakan kesediaannya untuk menjadi kandidat Ketua Umum FKPMR Masa Khidmat 2025 – 2030.

Dan sesuai dengan adat budaya Melayu, terkait pemilihan tersebut kelima calon akan melakukan musyawarah didampingi pimpinan sidang untuk menentukan calon terpilih, namun jika tidak ditemukan titik temu, maka kemudian dilakukan voting. Rapat pun kemudian di skor sekitar 20 menit.

Pada 11.29 Wib, skor sidang kemudian dicabut dan Saleh Djasit selaku pimpinan sidang kemudian menyampaikan bahwa berdasarkan hasil musyawarah ke 5 (lima) calon bersepakat untuk tidak sepakat secara musyawarah dan menyerahkannya kepada peserta yang hadir.

” Para calon Ketua Umum FKPMR kemudian diminta untuk memberikan waktu maksimal 7 menit untuk memberikan pandangan dan komitmennya untuk menjalankan organisasi FKPMR, ” sebut Saleh Djasit.

H.R. Mambang Mit yang 15 tahun menjabat di Otorita Batam, juga pernah menjabat Wakil Gubernur Riau dan sederet jabatan lainnya memulai dengan 2 bait pantun, dan dalam pandangannya bahwa FKPMR saat ini sudah bagus, namun secara organisasi Kerjasama musti ditingkatkan, ” Bukan One Man Show, “ sebutnya.

Kemudian Brigjend TNI (Purn) Edy Natar Nasution (64) tahun dalam pandangan singkatnya mengungkapkan, bahwa FKPMR adalah Forum yang sangat terhormat, ” ada mantan Jenderal, mantan Wakil Ombudsman dan lainnya, itu artinya orang – orang yang terhimpun disini adalah orang yang dihormati oleh orang Riau sebutnya.

Selain itu jika terpilih dirinya ingin melanjutkan Visi dan Misi yang telah dilakukan almarhum Dr. Drh. Chaidir MM dan akan mencoba merajut 3 serangkai, MUI, FKPMR dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). ” Untuk kedepannya, saya akan berdayakan 3 (tiga) serangkai ini. ” ungkap Edy Natar menambahkan.

Selain itu mantan Gubernur Riau berlatar belakang militer ini juga mengungkapkan mengenai temuan 1.2 juta ha lahan sawit ilegal yang harus ditertibkan dan diberdayakan, dan hal itu harus dilaksanakan.

Lebih lanjut Dr. H. Syamsurizal yang juga dikenal sebagai tokoh Melayu pesisir ini mengungkapkan bahwa pada hari ini kita dapat menyepakati dan semoga semua berjalan dengan lancar serta almarhum Dr. Drh. Chaidir dapat diterima amal ibadahnya.

” Masyarakat sangat menunggu apa yang akan dilakukan oleh FKPMR ini. Salah satu tugas yang paling penting itu bagaimana kita dapat menjalin komunikasi antar para tokoh, dan menyinggung bahwa persoalan pertanahan yang telah menyita waktu kita. Ini menjadi hal yang sangat penting. Sebagaimana pemgalamannya di komisi II DPR RI.

Prof. Dr. Ir. Tengku Dahril yang juga dikenal sebagai dosen, guru besar dan tokoh di dunia pendidikan mengungkapkan pandangannya pengalamannya terkait sejumlah pemekaran di berbagai kabupaten kota dan sejarah Kongres Rakyat Riau ke II yang melahirkan Opsi Riau Merdeka.

” 3 malam 4 hari kami menjadi steering komite dalam Kongres Rakyat Riau ke II, dan saya mengingat jasa alm. Tabrani Rab. Karena itu terkait Opsi Riau Istimewa mustinya kita mempertahankan Opsi Riau Merdeka itu, karena itu adalah perjuangan, ” tutupnya sambil mengucapkan bahwa dirinya mengundurkan diri menjadi salah satu calon Ketua Umum FKPMR.

Selanjutnya Hj. Azlaini Agus yang pernah menduduki berbagai jabatan strategis diantaranya Wakil Ombudsman Pusat dan juga sempat mengajar di UIR dalam pandangannya mengungkapkan,

” Pesan saya hanya satu kepada FKPMR, sebagai organisasi mustinya selalu ada perubahan, menjaga semangat perlawanan sebagaimana maksud dan tujuan dibentuknya FKPMR, ” ungkap Tokoh  Perempuan Senior ini mengenang tujuan dibentuknya FKPMR 

” Jadi prinsip memperjuangkan kepentingan orang Melayu, itu yang tak boleh beranjak. Siapa yang akan memperjuangkan orang Melayu ? Yang diperjuangkan oleh FKPMR, hukumnya wajib berpihak membela kepentingan orang Melayu. Itulah kenapa saya maju menjadi Ketua Umum FKPMR, ” ungkap Tokoh Riau ini sambil menjelaskan bahwa tongkat dan kursi roda bukan penghalang baginya untuk membela orang Melayu yang tertindas.

Agenda pemilihan Ketua Umum Antar Waktu kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemberian suara oleh 60 orang pengurus dan anggota selaku pemilik suara sah FKPMR  yang datang dan ditulis dihadapan majelis memilih ke 4 calon ketua umum FKPMR periode 2025 – 2030 dengan hasil sebagai berikut.

1.  H. R. Mambang Mit (27) Suara
2.  Brigjend (Purn) H. Edy Natar (14) Suara
3.  Ir. Syamsurizal (4) Suara
4.  Hj. Azlaini Agus (15) Suara

.


.
.
.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *