Headlines
Pertanyaan dan Tudingan Dijawab, Bagus Tantang Toha Buktikan di Kepolisian

Membumi.com
Pekanbaru (25/09/26) – Menjawab permintaan Toha agar Tengku Amir Ahmad membuktikan zuriatnya dari Marhum Pekan, Tengku Amir dalam keterangan pers nya membentangkan sejumlah bukti tertulis yang menjelaskan kajian nasab yang ditulis oleh H. Durahman Tuah (Brunai Darussalam) pada tahun 2009. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bagus selaku kuasa hukum, keluarga Marhum Pekan dan korban Tengku Yendra disalah satu Kedai Kopi dijalan Sudirman.
Soal Nasab Tengku Amir dengan Marhum Pekan
” Sultan Muhammad Ali punya anak 5 (lima) orang, 2 (dua) laki – laki 3 (tiga) perempuan, anak pertama dari Sultan Muhammad Ali bernama Tengku Mahmud, kemudian Tengku Mahmud punya anak bernama H. Muhammad, kemudian H. Muhammad punya anak 2 (dua) orang, salah satunya bernama Sulaiman, dari Sulaiman punya anak 4 (empat) orang, salah satunya bernama Ahmad, dari Ahmad dikaruniai 6 (enam) orang anak, salah satunya Tengku Amir Ahmad, ” jelas Tengku Amir.
Menjawab hal tersebut Tengku Amir Ahmad juga menjelaskan bahwa pada tahun 2017 pihaknya akhirnya tersambung dengan zuriat Marhum Pekan yang berada di Brunai Darussalam. Kemudian pada 19 November 2018 pihaknya juga hadir dalam rangka Haul Marhum Pekan yang pertama kali diadakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru.
” Dalam kesempatan tersebut hadir dari keluarga Brunai Darussalam, yang datang 3 (tiga) orang, dari Dumai 10 (sepuluh) orang, dari Duri 5 (lima) orang, dan dari Kota Pekanbaru hadir 1 (satu) orang, ” ujar Tengku Amir menunjukkan bukti foto yang hadir dalam acara tersebut menjawab tudingan Toha soal dirinya tidak pernah muncul.
Selain itu Tengku Amir juga menjelaskan bahwa pada 10 maret 2019 dalam acara Silaturrahmi Ahli Waris Marhum Pekan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazamsyah di kediaman Walikota Pekanbaru yang waktu itu dijabat oleh Walikota Firdaus ST, MT, dirinya justru mendapatkan cenderamata selaku zuriat Marhum Pekan yang disaksikan oleh banyak orang termasuk konsulat Malaysia. Adapun dalam rangkaian acara tersebut, keluarga Marhum Pekan juga melaksanakan ziarah dan khatam Al-Quran.
” Dalam acara Bual – Bual petang yang dilaksanakan oleh Ketua DMDI yang waktu itu dijabat oleh Ayat Cahyadi pada tahun 2021, kami sudah mencanangkan diantaranya mengusulkan pembangunan monumen Marhum Pekan, Museum Marhum Pekan dan Pembuatan Replika Istana, ” tambah Tengku Amir Ahmad sambil memperlihatkan sejumlah bukti foto.
Kemudian menindaklanjuti buah pikir dalam acara Bual – bual petang tersebut, pada tahun 2022 dalam acara Diskusi Panel dalam rangka mengangkat Sultan Muhammad Ali menjadi Pahlawan Nasional barulah Tengku Toha muncul diacara tersebut ungkap Tengku Amir.
Kuasa Hukum Angkat Bicara
” Artinya penjelasan klien kami tersebut sudah terang menjawab pertanyaan dan tudingan Toha sebagaimana yang disampaikan melalui salah satu awak media. Yang jelas Toha baru muncul di forum diskusi panel tersebut pada tahun 2022. Soal pertanyaan terhadap nasab Tengku Yendra, Bagus justru mempertanyakan kembali kepada Toha, sebelum alm. Tengku Muchtar Anum meninggal dunia, Toha bukannya tidak tahu, selama ini dia kemana aja ? yang anda kawal selama ini ayahnya siapa ? ” ujar Bagus mempertanyakan kembali.
Lebih lanjut mengenai batas waktu menjawab pertanyaan dan tudingan Toha sebelum 2 x 24 jam sudah dijawab sebut Bagus, dan soal keinginan Toha melaporkan ke pihak kepolisian, Bagus selaku kuasa hukum kedua korban mempersilahkan.
Datang minta tandatangan
Soal klaim Toha mengenai kepemimpinannya di Lembaga Kesultanan Siak adalah sah dan sesuai AD / ART, anak kandung alm. Tengku Muchtar Anum yang diberi Gelar Tengku Pangeran Wira Diraja ini menjelaskan mengenai peristiwa kedatangan Toha ke kediamannya di akhir tahun 2024.
” Kalau memang Toha mengatakan dirinya sebagai pimpinan Lembaga Kesultanan Siak, kenapa Toha pada akhir tahun 2024 dan pada 24/05/2026 datang kerumah meminta tanda tangan untuk merestui dirinya untuk menggantikan almarhum dan memposisikan saya sebagai timbalan ? untuk itu kita mempunyai saksi yang siap menjelaskan kepada pihak kepolisian, ” ujar Tengku Yendra.
Bicara soal klaim Toha sebagai penerima penghargaan adalah sah, Bagus mengungkapkan bahwa fakta yang tertuang dalam keputusan Gubernur Riau tentang Penetapan Tokoh dan Pejuang Daerah Provinsi Riau tahun 2024 dan 2025 yang memberikan penghargaan salah satunya kepada T. Mohd.Toha sebagai ahli waris Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit) dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (Marhum Pekan), Bagus selaku kuasa hukum kedua korban menantang Toha untuk membuktikannya kepada pihak kepolisian.
.

.

.





