Connect with us

Business

UOB ACSS 2023 Ungkap Trend Positif ditengah Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi

” Meski kekhawatiran konsumen ASEAN yang tetap tinggi tentang inflasi, kami gembira bahwa konsumen masih antusias menyambut digitalisasi dan era teknologi yang baru.”

Published

on

PX : Singapore City

Membumi.com

SINGAPURA – (23/08/23) Riset unggulan UOB ASEAN Consumer Sentiment Study (ACSS) 2023 mengungkap, lonjakan inflasi dan biaya hidup telah memicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di ASEAN, sedangkan, tingkat adopsi dan penggunaan perbankan digital serta alat pembayaran digital mengalami perkembangan pesat.

Lebih dari 70% responden UOB ACSS 2023 menilai, negaranya akan mengalami perlambatan ekonomi pada tahun depan[1]. Sentimen ini memudarkan harapan akan pemulihan ekonomi meski sentimen negatif tersebut relatif tidak berubah dari tahun lalu.

Riset ini juga mengungkap, responden semakin memilih layanan perbankan digital seperti aplikasi perbankan seluler, dan metode pembayaran yang lebih modern seperti dompet elektronik (e-wallet) pembayaran dengan kode QR, platform pembayaran e-commerce, dan kartu debit atau kredit pada dompet seluler (mobile wallet).

Memasuki tahun keempat, riset UOB ACSS dilakukan pada 1-26 Juni 2023, serta melibatkan 3.400 responden lewat kanal daring. Responden ini berasal dari Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Untuk pertama kalinya, UOB berkolaborasi dengan konsultan manajemen global Boston Consulting Group untuk menyusun ACSS.

“Meski UOB ACSS 2023 mengungkap kekhawatiran konsumen ASEAN yang tetap tinggi tentang inflasi, baik di Singapura dan negara maju lain, kami gembira bahwa konsumen masih antusias menyambut digitalisasi dan era teknologi yang baru.”

” Sebagai barometer sentimen ekonomi regional, serta memuat sejumlah indikator relevan seperti tingkat belanja dan pola perilaku finansial dan teknologi, UOB ACSS 2023 memberikan analisis penting bagi konsumen dan pelaku bisnis. Dengan demikian, konsumen dan pelaku bisnis dapat beradaptasi dan siap menghadapi kondisi ekonomi yang saat ini tidak menentu,” ujar Jacquelyn Tan, Head, Group Personal Financial Services, UOB.

PX : Saving Budget Ilustration

” Meski kekhawatiran konsumen ASEAN yang tetap tinggi tentang inflasi, kami gembira bahwa konsumen masih antusias menyambut digitalisasi dan era teknologi yang baru.”

“Sebagai lembaga keuangan, berdasarkan tren dan analisis UOB ACSS 2023 tentang isu-isu utama yang dihadapi konsumen, serta pola menabung, pola keuangan, dan pola digital konsumen, kami mempelajari profil nasabah di ASEAN.

Hal tersebut juga membantu kami untuk memenuhi kebutuhan nasabah, serta meningkatkan interaksi dengan nasabah. Dengan demikian, nasabah dapat beradaptasi dengan lanskap perbankan dan digital terkini, serta menangkap peluang di tengah kondisi ekonomi saat ini guna mencapai ambisi finansial.”

Inflasi memudarkan harapan pemulihan ekonomi, namun optimisme tetap terjaga

Lonjakan inflasi menjadi salah satu isu utama di ASEAN. Sebanyak 63% responden mengungkap kekhawatiran tentang isu tersebut, sedangkan, 57% responden enggan menambah belanja rumah tangga. Warga Singapura menjadi responden yang paling khawatir atas kedua isu tersebut. Sebanyak 71% dan 64% responden di Singapura masing-masing merasa khawatir atas isu lonjakan inflasi dan biaya rumah tangga.

Tiga isu keuangan yang paling utama di ASEAN berkaitan dengan kemampuan menyisihkan uang untuk menabung (37%), kemampuan membeli kebutuhan esensial (31%), serta mempertahankan gaya hidup yang telah dijalani (28%). Di sisi lain, tagihan utilitas (42%) dan kebutuhan rumah tangga (34%) merupakan dua jenis pengeluaran terbesar konsumen, diikuti layanan pesan-antar/belanja makanan dan pendidikan anak (31%) pada posisi ketiga.

Dari sisi belanja kebutuhan nonesensial (discretionary spending), sebagian besar responden mengurangi anggaran belanja perhiasan (38%) dan bersantap di restoran (34%), diikuti perlengkapan rumah dan furnitur (32%).

Kendati demikian, optimisme tetap terjaga, sebab tiga dari lima pasar di ASEAN mengharapkan kondisi keuangan yang lebih baik pada Juni tahun depan. Vietnam memiliki tingkat optimisme tertinggi (76%), disusul Indonesia (74%) dan Thailand (68%). Tren ini sesuai dengan pandangan UOB pada Semester II-2023, yakni sentimen akan membaik ketika tingkat suku bunga regional bergerak stabil dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik.

“Sebanyak 63% Lonjakan inflasi menjadi salah satu isu utama di ASEAN, sedangkan, 57% responden enggan menambah belanja rumah tangga.”

Di Singapura, dua kondisi keuangan yang paling menimbulkan kekhawatiran responden adalah kemampuan menyisihkan uang untuk menabung (42%) dan merencanakan masa pensiun (37%), sedangkan, kemampuan membeli kebutuhan esensial dan mempertahankan gaya hidup yang telah dijalani sama-sama berada di posisi ketiga (31%).

Sebanyak 43% konsumen yang disurvei juga menilai, pengeluaran untuk tagihan utilitas telah membengkak dalam satu tahun terakhir. Di sisi lain, 34% responden menilai, pengeluaran kebutuhan rumah tangga semakin besar, dan 32% responden menghabiskan lebih banyak uang untuk biaya perjalanan sehari-hari. Lebih dari seperempat warga Singapura juga mengalokasikan anggaran belanja yang lebih besar, dan angka ini bertambah 6% dari tahun lalu.

Akibatnya, konsumen kini lebih sedikit menabung, dan 23% responden mendukung pernyataan tersebut. Generasi Z merupakan kalangan yang paling konservatif, sebab 48% di antaranya berencana meningkatkan tabungan tahun ini, dibandingkan angka rata-rata nasional yang mencapai 35%. Di sisi lain, Generasi Y memprioritaskan investasi, dan 30% di antaranya menyisihkan uang untuk investasi, dibandingkan angka rata-rata nasional yang mencapai 24%.

Terlepas dari sentimen ekonomi, UOB memprioritaskan perspektif jangka panjang dalam perencanaan aset (wealth planning) sambil mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. Dalam setiap fase dari sebuah siklus ekonomi, UOB menganjurkan nasabah agar menyusun rencana keuangan yang baik, mencakup pengeluaran penting, proteksi, serta mengembangkan aset.

Misalnya, investor muda sebaiknya mengambil langkah kecil namun stabil untuk mencapai target finansial, serta menabung sekaligus mengambil manfaat investasi pada tahap awal. Salah satu caranya adalah menggunakan UOB SimpleInvest, platform investasi digital yang mengutamakan target dan profil risiko nasabah.

UOB SimpleInvest juga menawarkan empat solusi investasi yang dikelola secara aktif, dan dua di antara solusi ini memakai analisis Chief Investment Office, UOB Private Bank. Dengan solusi dan produk untuk fase kehidupan yang berbeda-beda, UOB memiliki penawaran bagi setiap kelompok nasabah supaya setiap kebutuhannya terpenuhi.

Adopsi perbankan digital dan metode pembayaran digital terus meningkat

Konsumen ASEAN semakin sering menggunakan layanan perbankan pada perangkat seluler untuk memenuhi kebutuhan finansial. Lebih lagi, konsumen ASEAN juga menyambut baik teknologi seperti platform terkonsolidasi untuk data keuangan. Hampir 55% responden kian sering memakai aplikasi perbankan seluler sepanjang tahun lalu, sedangkan, perbankan Internet lewat peramban web berada di posisi kedua dengan 35% responden.

PX : Jakarta City Landscape

” Hampir 55% responden kian sering memakai aplikasi perbankan seluler sepanjang tahun lalu, sedangkan perbankan Internet lewat peramban web berada di posisi kedua 35%.”

Secara terpisah, tingkat penggunaan platform data keuangan terkonsolidasi bertambah 20% di seluruh ASEAN. Thailand dan Vietnam merupakan negara dengan pengguna yang paling antusias di ASEAN. Sementara, di Singapura, satu dari lima Generasi Y semakin sering memakai platform seperti SGFinDex yang menyajikan informasi finansial pengguna secara terkonsolidasi.

Nasabah UOB pun tidak hanya dapat mengakses SGFinDex lewat aplikasi UOB TMRW, UOB bahkan menjadi bank pertama yang mengintegrasikan SGFinDex dengan Portfolio Advisory Tools. Maka, penasihat klien UOB dapat memonitor, mengelola, dan mengoptimalkan portofolio aset nasabah secara lebih holistis.

Data penting lainnya, tingkat kunjungan kantor cabang UOB meningkat 17% di ASEAN. Tren ini mencerminkan, nasabah masih memanfaatkan interaksi tatap muka untuk mendukung berbagai kanal digital yang telah tersedia. Di Singapura, lebih dari setengah responden memilih platform digital untuk layanan sederhana, seperti mengajukan permohonan kartu kredit dan debit, serta mengecek status rekening.

Namun, nasabah tersebut memilih layanan fisik atau kombinasi dari sejumlah kanal untuk transaksi kompleks, seperti transaksi bernilai besar, mengajukan permohonan atau pembiayaan ulang (refinancing) pinjaman perbankan, serta membeli asuransi.

Hal ini sangat sesuai dengan pendekatan multikanal UOB yang melibatkan model interaksi nasabah secara daring-ke-luring (online-to-offline). Efektivitas pendekatan multikanal juga telah terbukti, sebab nasabah multikanal tergolong nasabah yang paling aktif, serta berinteraksi dan bertransaksi hingga 20 kali lebih sering dibandingkan nasabah tradisional.

Pada segmen pembayaran, konsumen ASEAN menjadi pengguna aktif teknologi terkini. Metode pembayaran dengan dompet elektronik kode QR mendominasi metode pembayaran regional, dan 56% responden telah memakai metode pembayaran tersebut pada tahun lalu.

Platform pembayaran e-commerce berada pada posisi kedua dengan 49% responden. Platform ini juga menjadi metode pembayaran yang paling ingin dicoba oleh konsumen, dan 22% responden ingin menggunakan platform ini pada tahun depan.

Di Singapura, konsumen masih memilih metode pembayaran lewat platform perbankan ketimbang platform pihak ketiga. Di sisi lain, kartu kredit dan debit dalam bentuk fisik menjadi metode pembayaran yang paling digemari konsumen setelah dipilih oleh 62% responden.

Kartu kredit dan debit yang tersedia pada dompet seluler, serta layanan Peer-to-Peer berada pada posisi kedua dengan 50% responden. Seperti responden lain di tingkat ASEAN, warga Singapura paling tertarik mencoba metode pembayaran dengan kartu kredit atau debit pada dompet seluler pada tahun depan, dan 20% responden berniat melakukannya.

Dengan jangkauan terluas di ASEAN, UOB siap melayani kebutuhan nasabah secara lintaswilayah di tingkat regional. Kartu pembayaran regional UOB, memberikan bonus dan fasilitas yang sama bagi setiap pemegang kartu di gerai mitra di ASEAN, didukung ekspansi UOB dalam metode pembayaran lintas wilayah dan solusi transfer dana di pasar-pasar utama seperti Malaysia dan Thailand, mendukung perkembangan UOB sebagai bank ritel pilihan konsumen di ASEAN.

Keterlibatan UOB dalam program koneksi pembayaran lintaswilayah yang digagas pemerintah juga akan memperkuat profil UOB dan tingkat penggunaan layanannya di ASEAN. Hal tersebut pun semakin mempermudah nasabah regional.

Mengutamakan Personalisasi

Sebagian besar konsumen ASEAN terbuka untuk membagikan data keuangannya dengan bank. Konsumen juga mendukung informasi ini digunakan untuk merekomendasikan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.

Lebih dari 70% responden merasa nyaman membagikan data keuangan pribadi agar dikonsolidasikan oleh bank pada satu platform. Sebanyak 83% responden ingin melakukan hal tersebut lewat aplikasi perbankan ketimbang penyedia layanan lain seperti aplikasi e-commerce/belanja dan aplikasi multilayanan.

Di antara responden ini, lebih dari 90% ingin menerima rekomendasi produk dan layanan yang telah dipersonalisasi menurut kebutuhannya pada aplikasi perbankan. Besarnya permintaan konsumen akan personalisasi ini terlihat jelas pada seluruh kelompok usia, tingkat penghasilan, dan gender yang disurvei UOB.

Personalisasi merupakan salah satu pilar penting UOB. Dari penawaran dan bonus bagi nasabah berdasarkan pembelian yang telah dilakukan, hingga kartu informasi yang dikirim lewat aplikasi UOB TMRW berdasarkan pola pengeluaran, serta notifikasi yang dikirim kepada nasabah ketika tingkat suku bunga tabungan yang lebih tinggi segera tersedia, UOB berkomitmen melakukan hal yang tepat bagi nasabah dengan mendukung jati dirinya.

PX : Jakarta City Landscape

Tentang UOB

UOB adalah bank terkemuka di Asia. UOB memiliki kantor pusat di Singapura dan anak usaha di Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Thailand, serta Vietnam. Lebih lagi, UOB didukung jaringan global yang mencakup sekitar 500 kantor cabang dan perwakilan di 19 negara dan wilayah yang tersebar di Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara.

Sejak terbentuk pada tahun 1935, UOB berkembang secara organik dan melakukan sejumlah akuisisi strategis. Kini, UOB meraih peringkat kredit tertinggi sebagai salah satu bank terbaik di dunia: Aa1 dari Moody’s Investors Service, serta AA dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings.

Selama hampir sembilan dekade, UOB menjalankan pendekatan yang memprioritaskan nasabah untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang. Untuk itu, UOB selalu menyediakan layanan yang relevan dengan menjunjung tinggi jiwa kewirausahaan dan melakukan hal yang benar bagi nasabah. UOB juga membangun masa depan ASEAN bagi masyarakat dan pelaku bisnis di ASEAN, serta terlibat dalam perkembangan ASEAN.

UOB menghubungkan pelaku bisnis dengan berbagai peluang di ASEAN melalui jangkauan regional terbaik. UOB juga memanfaatkan data dan analisis untuk berinovasi dan menciptakan pengalaman serta solusi perbankan yang dipersonalisasi menurut kebutuhan dan preferensi setiap nasabah yang terus berkembang.

UOB pun berkomitmen membantu pelaku bisnis membangun masa depan berkelanjutan dengan meningkatkan inklusi sosial, membuat dampak positif bagi lingkungan hidup, serta mencapai kemajuan ekonomi. UOB memegang prinsip sebagai penyedia jasa keuangan yang bertanggung jawab, serta selalu mendukung pembangunan sosial, terutama di bidang seni, anak-anak, dan pendidikan sekaligus melakukan hal yang benar demi masyarakat dan pemangku kepentingan.

.

Source : PR Newswire

Business

Potensi Ekonomi Digital di Forum Internasional SIJORI

Kami melihat peluang yang menjanjikan dalam menghadirkan data center berkelanjutan

Published

on

By

Dok. PT Telkom

Membumi.com

Batam – Sebagai wujud komitmen perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan, NeutraDC sebagai anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) serta NeutraDC-Nxera Batam turut berpartisipasi aktif dalam perhelatan forum internasional, Batam Interconnect World 2024, yang digelar di Marriot Batam Harbour Bay pada Senin (15/7) sebagai rangkaian event SIJORI Week.

Forum panel diskusi ini dihadiri oleh lebih dari 200 pelaku industri telekomunikasi, teknologi, dan lembaga pemerintahan. Dalam forum panel diskusi ini, NeutraDC bersama induk perusahaan, Telkom Indonesia, berbagi pandangan mengenai potensi Batam dalam perkembangan ekosistem digital untuk kawasan Singapura, Johor (Malaysia), dan Kepulauan Riau atau SIJORI.

Beberapa panelis dari TelkomGroup diantaranya, Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, Bogi Witjaksono; CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F.; CEO NeutraDC-Nxera Batam, Indrama YM Purba; COO NeutraDC-Nxera Batam, Kavin Wong; dan CEO Telin, Budi Satria Dharma Purba turut berbagi strategi dan business update terkait ekosistem data center yang dikelola TelkomGroup.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia, Bogi Witjaksono yang hadir menjadi keynote speaker dalam topik “Data Center & Connectivity Strategy Across Singapore and Indonesia”, menyampaikan bahwa data center memiliki peran yang besar dalam transformasi digital.

“Kami melihat adanya peluang besar dari strategi pembangunan data center khususnya di wilayah Batam sebagai penyedia layanan ekosistem digital. Lebih lanjut, NeutraDC juga didukung dengan kapabilitas connectivity yang besar, sehingga mampu menghubungkan fasilitas data center di wilayah SIJORI dan global, ” jelas Bogi.

Dalam acara tersebut, turut hadir CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F., yang menjadi panelis dalam diskusi mengenai “DC Operators in Batam – Challenges, Opportunities and Innovative Technologies”. Andrew memaparkan bahwa sebagai bentuk komitmen dalam penerapan teknologi hijau dan solusi berkelanjutan,  NeutraDC – Nxera Batam saat ini sedang membangun data center di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Kota Batam.

Ada pun proses pembangunan data center tersebut dirancang dengan penggunaan energi terbarukan (renewable energy). “Kami melihat peluang yang menjanjikan dalam menghadirkan data center berkelanjutan. Melalui inovasi teknologi penyedia data center, dapat menjadikan Batam sebagai hub data center yang unggul di kawasan ini, ” ungkap Andreuw.

Lebih lanjut, CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama YM Purba turut menyampaikan langkah bisnis sebagai penyedia data center berkelanjutan. Menurutnya, efisiensi penggunaan energi merupakan strategi dalam menyediakan infrastruktur data center untuk menuju renewable energy.

“Kita mendorong penggunaan praktik berkelanjutan dalam pengelolaan data center dan meningkatkan kesadaran tentang dampak lingkungan. Misalnya, dengan menghadirkan bangunan data center yang mengusung konsep ramah lingkungan berstandar internasional,” ungkap Indrama dalam diskusi panel “Working Towards a Sustainable Future – Energy Consumption and Digital Infrastructure”.

Pembangunan data center di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Kota Batam dengan penggunaan energi terbarukan (renewable energy) menunjukkan kesiapan yang signifikan untuk mendukung pengembangan pusat data yang berpotensi mengubah lanskap data center di kawasan SIJORI.

Dengan adanya Hyperscale Data Center NeutraDC-Nxera Batam yang disiapkan memiliki total kapasitas lebih dari 50 MW, menjadikan Batam siap menjadi pusat inovasi dengan infrastruktur yang mendukung teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI).

Source : pressrelease.id

.

Continue Reading

Business

GoTo Luncurkan Strategi Pengembangan AI Terbaru dengan Perkenalkan Dira

Dira, singkatan dari Dikte Suara, didesain untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna

Published

on

By

Dok. GoTo

Membumi.com

Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO), ekosistem digital terbesar Indonesia, memperkenalkan GoTo AI sebagai program jangka panjang pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di ekosistem GoTo.

Menandai tahap awal implementasi dari GoTo AI, hari ini GoTo memperkenalkan “Dira by GoTo AI”, asisten suara dalam Bahasa Indonesia berbasis AI yang saat ini dapat digunakan di aplikasi GoPay oleh sebagian pengguna dan akan terus diperluas ke seluruh pengguna sebelum nantinya tersedia di aplikasi Gojek.

Hans Patuwo, GoTo Chief Operating Officer mengatakan, “Lahirnya solusi dari produk dan layanan GoTo  berasal dari pemahaman kami yang sangat mendalam tentang Indonesia, dan ini juga tercermin pada GoTo AI. Dira merupakan asisten suara berbahasa Indonesia yang tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna, namun juga menjadi landasan untuk pengembangan inovasi AI GoTo lebih lanjut di masa mendatang.”

Memperkenalkan Dira by GoTo AI

Dira, singkatan dari Dikte Suara, didesain untuk memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna, membantu mereka dalam menggunakan fitur aplikasi GoPay dengan lebih mudah dan melakukan berbagai transaksi lebih cepat menggunakan asisten suara dalam Bahasa Indonesia.

Hans menambahkan, “Aplikasi GoPay kami rancang dengan mengutamakan faktor kemudahan dan akses yang bisa menjangkau semua, sesuai dengan misi kami menyediakan layanan keuangan yang simpel dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk ke lebih dari 97 juta orang dewasa yang belum mendapatkan layanan perbankan (unbanked).[1] Dengan diluncurkannya Dira sebagai inovasi perintah suara berbasis artificial intelligence yang hadir pertama kali di industri fintech Indonesia, kami selangkah lebih maju dalam menyediakan aplikasi GoPay yang simpel dan dapat menjangkau semua.”

Dira memberikan kemudahan dan akses bagi semua dengan cara berikut:

Kemudahan
a)    Dira mempersingkat durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan satu transaksi. Sebagai contoh, untuk membayar tagihan BPJS kesehatan, dibutuhkan beberapa kali tap dan scroll hingga sampai ke halaman pembayaran BPJS. Dengan Dira, pengguna hanya perlu satu kali tap dan memberikan perintah suara untuk berbagai transaksi yang dibutuhkan sehingga menghemat waktu.

b)    Dira membantu pengguna dalam menavigasi fitur antarmuka aplikasi GoPay dengan lebih mudah, meminimalisir pencarian manual di halaman utama aplikasi dan memudahkan pengguna menemukan fitur baru dalam aplikasi GoPay.

Aksesibilitas
Dira menjadikan implementasi AI dapat dimanfaatkan lebih banyak pengguna, karena dapat diakses di aplikasi GoPay yang berukuran ringan. Sehingga, Dira dapat diakses di perangkat handphone apa saja, termasuk perangkat dengan kapabilitas terbatas, tanpa biaya.

Untuk mengakses Dira di aplikasi GoPay, pengguna cukup mengakses ikon mikrofon yang terletak di pojok kanan atas halaman utama aplikasi GoPay untuk bisa langsung memberikan perintah suara. Selanjutnya, pengguna akan diarahkan ke halaman transaksi terkait. Transaksi yang bisa diakses oleh Dira diantaranya adalah bayar tagihan listrik, transfer ke bank ataupun sesama GoPay, beli pulsa, mengganti PIN, dan banyak lainnya.

Sesuai dengan standar keamanan aplikasi GoPay, pengguna tetap diwajibkan untuk mengautentikasi transaksi dengan PIN dan verifikasi biometrik seperti sidik jari atau pengenalan wajah. Tanpa verifikasi lebih lanjut, pengguna tidak akan dapat menyelesaikan transaksi apa pun.

Dira merupakan salah satu dari inovasi utama dari GoTo AI dan akan terus dikembangkan seiring dengan peningkatan kemampuan kecerdasan buatan (artificial intelligence) di seluruh layanan ekosistem GoTo. Strategi GoTo AI memiliki tiga fokus utama; 1) meningkatkan pengalaman pengguna yang lebih mudah dan nyaman, 2) memperkuat keamanan di seluruh platform GoTo, serta 3) memperkuat kapabilitas tim GoTo dalam pengembangan dan aplikasi teknologi AI.

Source : pressrelease.id

.

.

Continue Reading

Business

Grab Luncurkan Pusat Keamanan & Keselamatan untuk Wisatawan di Jakarta & 8 Kota

Duta Besar Singapura untuk Indonesia : ” Saya ingin mengucapkan selamat kepada Grab atas inisiatif yang luar biasa ini. “

Published

on

By

Grab Indonesia meluncurkan Pusat Keamanan dan Keselamatan Grab untuk Wisatawan (Grab Tourism Safety & Security Center) pada Rabu (10/07).

Membumi.com

Jakarta – Grab Indonesia meluncurkan Pusat Keamanan dan Keselamatan Grab untuk Wisatawan (Grab Tourism Safety & Security Center), sebuah laman berisi ragam informasi lengkap seperti kontak darurat, daftar alamat kantor kepolisian & kedutaan, daftar rumah sakit, dan sambungan telepon 24 jam khusus untuk laporan terkait kekerasan seksual pada Rabu (10/07).

Selain di Jakarta, peluncuran juga dilakukan serentak di delapan kota lainnya, yakni Yogyakarta, Labuan Bajo, Medan, Batam, Surabaya, Bandung, Lombok, Manado. Laman tersebut dapat diakses melalui aplikasi Grab dan kunjungan ke tautan grb.to/pusatkeamananturisjakarta, yang tersedia dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Korea, dan akan tersedia dalam bahasa asing lainnya.

Heru Budi Hartono, Pejabat Gubernur Jakarta, menyampaikan, “Jakarta sebagai kota metropolitan terbesar di Indonesia telah menjadi tujuan utama bagi turis mancanegara dan domestik. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya bersama untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan sehingga wisatawan nyaman dalam perjalanan dan dapat menikmati keunikan beragam destinasi wisata.”

Tidak hanya wisata budaya dan kuliner, Jakarta juga telah menjadi destinasi favorit untuk wisata bisnis dengan kunjungan wisatawan dari Januari hingga Mei 2024 sebanyak 10.524.565 pengunjung.

Heru

“Kami mengapresiasi inisiatif Grab dalam menyediakan fitur Pusat Keamanan dan Keselamatan untuk wisatawan di Jakarta. Dengan inovasi yang memanfaatkan teknologi keamanan dan keselamatan, kami percaya ini akan semakin memberikan kenyamanan bagi wisatawan selama di Jakarta. Hal ini juga sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota yang aman dan ramah wisatawan.”

Dalam kesempatan yang sama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno, menuturkan, “Kami turut menyaksikan saat pertama kali Grab meluncurkan Pusat Keamanan dan Keselamatan untuk Wisatawan pada akhir tahun lalu di Bali, dan mengapresiasi komitmen berkelanjutan Grab untuk berkolaborasi dalam memperkuat sektor pariwisata dengan menghadirkan fitur tersebut di berbagai kota yang menjadi destinasi wisata favorit.

Meningkatkan keselamatan dan keamanan, serta kemudahan dalam mengakses destinasi wisata melalui layanan transportasi adalah kunci utama untuk membangun kepercayaan wisatawan.

Langkah ini akan sangat berkontribusi dalam mempercepat pencapaian target 14,3 juta wisatawan mancanegara dan 1,25 – 1,5 miliar pergerakan wisatawan nusantara di tahun 2024.”

Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia, Ratna Susianawati, dalam sambutannya juga memberikan apresiasi atas langkah strategis Grab dalam inovasi memperluas jangkauan fitur Pusat Keamanan dan Keselamatan untuk Wisatawan ke berbagai daerah di Indonesia.

“Keterbatasan akses terhadap kontak darurat masih menjadi hambatan dalam pengendalian dan pencegahan kekerasan seksual. Oleh karena itu, kehadiran laman ini akan sangat membantu meningkatkan kesadaran publik akan perlindungan terhadap kelompok rentan; perempuan dan anak.

Terlebih lagi, sambungan ke SAPA 129 dan telepon 24 jam khusus laporan terkait kekerasan seksual yang tersedia di laman ini merupakan langkah signifikan dalam memastikan bantuan dapat segera diakses kapan saja dibutuhkan.”

Kwok Fook Seng, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, mengapresiasi Grab dalam menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat sektor pariwisata. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Grab atas inisiatif yang luar biasa ini.

Sebagai bagian dari komunitas diplomatik, saya sangat senang karena Pusat Keamanan dan Keselamatan Grab untuk Wisatawan ini telah mencakup seluruh daftar misi diplomatik di Jakarta dan daerah lain di Indonesia. Sebagai pengguna Grab, saya telah melihat langsung fungsi dari fitur ini. Memberikan perasaan aman tentu akan sangat berpengaruh dalam meningkatkan pariwisata,“ tuturnya.

Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, mengatakan, “Sebagai perusahaan ride-hailing yang banyak digunakan oleh wisatawan mancanegara dan domestik, kami mengemban tanggung jawab yang tinggi untuk membantu mereka mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama di Indonesia, khususnya di Jakarta.

Inisiatif ini bukan hanya tentang meningkatkan keamanan dan keselamatan, namun juga tentang membangun kepercayaan. Kepercayaan bahwa ketika Anda memilih Grab, Anda memilih layanan yang berkomitmen dan peduli terhadap keamanan dan keselamatan dalam perjalanan Anda bersama kami.”

Hingga saat ini Pusat Keamanan dan Keselamatan Grab untuk Wisatawan telah tersedia di sepuluh kota dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, dan Korea. Grab akan terus berinovasi mengembangkan fitur tersebut untuk menjangkau wilayah yang lebih luas.

Lebih lanjut Neneng menjelaskan, “Selain meluncurkan laman tersebut, kami juga telah melakukan langkah signifikan dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna, seperti menghadirkan fitur Audio Protect yang dapat merekam percakapan Mitra Driver dan Pengguna, menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan untuk ratusan ribu Mitra Pengemudi kami di Indonesia, serta mewajibkan pelatihan Anti Kekerasan Seksual bagi seluruh Mitra Pengemudi.”

Cara mendapatkan informasi layanan dari laman ini cukup mudah. Wisatawan hanya perlu melakukan beberapa langkah sederhana berikut ini melalui aplikasi Grab:

1. Pertama, buka aplikasi Grab yang ada di ponsel pengguna.

2. Selanjutnya, pergi ke akun Profil pengguna, kemudian pilih bagian Pusat Bantuan/Help Center.

3. Pilih artikel Pusat Keamanan dan Keselamatan Grab bagi Wisatawan dan akan diarahkan secara langsung ke halaman utama.

Selanjutnya, pengguna dapat memilih secara langsung bantuan yang dibutuhkan seperti Grab Call Center, nomor kontak darurat, layanan dan daftar alamat kantor kepolisian dan kedutaan, daftar alamat fasilitas kesehatan dan telekonsultasi melalui GrabHealth, serta hotline Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.

Saat wisatawan mengakses laman ini untuk mencari lokasi dan alamat kantor polisi maupun fasilitas kesehatan, mereka cukup menekan ikon Motor ataupun Mobil untuk secara otomatis memesan layanan transportasi Grab untuk pengantaran ke tujuan tersebut.

Tentang Grab

Grab merupakan aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, yang beroperasi di seluruh sektor layanan pengantaran, mobilitas, dan keuangan digital. Melayani lebih dari 700 kota di delapan negara di Asia Tenggara – Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Grab membantu jutaan orang setiap harinya untuk memesan makanan atau barang kebutuhan harian, mengirim paket, memesan tumpangan atau taksi, melakukan pembayaran untuk pembelian online atau mengakses layanan seperti pinjaman dan asuransi, semuanya melalui satu aplikasi.

Grab didirikan pada 2012 dengan misi memajukan Asia Tenggara dengan menghadirkan pemberdayaan ekonomi bagi semua orang, dan berusaha untuk menjalani misi triple bottom line: untuk secara bersamaan memberikan kinerja keuangan yang berkelanjutan, serta menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang positif di Asia Tenggara.

Source : pressrelease.id

.

Continue Reading

Trending