Connect with us

Figur

Merajalela, Indonesia Butuh Perubahan Strategi Pemberantasan Korupsi (I)

” Sekarang cuma tinggal 2 opsi saja untuk Pemilu 2024, mau dilanjutkan ? apa mau Perubahan ? “ tutup Said mempertanyakan komitmen seluruh Bangsa Indonesia.

Published

on

Images : Said Lukman

Membumi.com

Pekanbaru – Kembali dalam diskusi bersama Said Lukman (18/12/23) membahas persoalan Korupsi Indonesia bersempena Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2023, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo di Istora Senayan (12/12/23) yang lalu, dan data press rilies dari Transparency International Indonesia mengenai Corruption Perception Index (CPI) tahun 2022.

“ Dari relies yang terbit (31/1/2023) mengenai Corruption Perception Index (CPI) tahun 2022 yang serentak disampaikan di seluruh dunia tersebut menunjukkan, bahwa Indonesia mengalami tantangan serius dalam melawan Korupsi, dengan pemberian skor 34/100 dan berada di peringkat 110 dari 180 negara yang disurvei. “ sebut Said Lukman.

Itu artinya strategi dan program pemberantasan Korupsi Pemerintahan Jokowi tidak efektif, termasuk upaya merevisi UU KPK di tahun 2019 juga dinilainya tidak efektif, sebagaimana Presiden Joko Widodo sendiri menyampaikan dalam acara Hakordia (12/12/23) yang lalu bahwa, Pemerintahannya perlu mengevaluasi ulang secara total.

Baca : Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2022 Menurun, Terburuk Sejak Reformasi

“ Bahkan Presiden Joko Widodo sendiri menyebut sudah terlalu banyak pejabat – pejabat kita yang ditangkap dan dipenjarakan, tidak ada negara lain yang menangkap dan memenjarakan pejabatnya sebanyak Indonesia, “ ungkap Said Lukman.

Sebagaimana dikutip dari sambutan Presiden Joko Widodo di Istora Senayan pada (12/12/23) didepan para petinggi Negara dengan mengatakan, “ jangan ditepuk tangani, catatan saya 2004 sampai 2022 yang dipenjarakan karena tindak pidana korupsi ada 344 Pimpinan dan anggota DPR dan DPRD 344, “ ungkap mantan Walikota Solo tersebut.

Selain itu juga disampaikan termasuk Ketua DPR dan Ketua DPRD, 38 Menteri dan Kepala Lembaga, 24 Gubernur dan 162 Bupati dan Walikota, 31 Hakim termasuk Hakim Konstitusi, ada 8 Komisioner termasuk KPU, KPPU, dan KY, juga 415 orang dari pihak swasta dan 363 dari birokrat, “ terlalu banyak banyak sekali, “ sebut Presiden Joko Widodo.

Baca : Jokowi Ungkap Jumlah Pejabat Korup 2004-2022 dari Menteri hingga Eks Ketua DPR

“ Apakah Korupsi berhenti ? apakah dengan penjara membuat jera ? ternyata tidak, karena memang Korupsi sekarang ini semakin canggih, semakin kompleks, bahkan lintas negara dan multi yuridiksi, serta menggunakan teknologi mutakhir, “ sebut Presiden yang besannya terbukti melanggar kode etik sebagai Ketua MK ini.

Mengomentari hal tersebut Said Lukman merasa lucu sambil mengungkapkan, bahwa strategi pemberantasan korupsi di era Presiden Joko Widodo bisa dibilang gagal total karena faktanya penjara sudah dipenuhi oleh para maling uang rakyat.

“ Itu baru yang tertangkap basah, belum lagi yang tertangkap kering, “ sebut Said Lukman sambil terkekeh mengingat statement Ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila yang awalnya merupakan sekutu Presiden Joko Widodo malah menyarankan agar KPK tersebut dihapuskan, ” ingat Said Lukman.

Walaupun dengan dalih tidak efektif, namun statement Megawati (76) justru merupakan kabar gembira bagi para koruptor waktu itu, untung tak jadi, ” sebut Said Lukman sambil terkekeh mengenang sekutu lama Presiden Joko Widodo tersebut.

Baca : Warganet soroti penangkapan sejumlah politisi PDIP terkait kasus korupsi

Said Lukman juga menyinggung kasus korupsi di level lokal yang menurutnya sudah seperti kanker stadium 4, ” mangkraknya pembangunan gedung PT. BSP itu karena apa ? kenapa proses penyelidikan di Polda Riau begitu lama seolah gelap tak ada kejelasan, ” sebut Said Lukman mempertanyakan.

Diakhir diskusi edisi pertama mengenai persoalan Korupsi di Era Presiden Joko Widodo tersebut, Said Lukman mengingatkan bahwa Bangsa Indonesia harus mempunyai sikap dan tanggung jawab dalam menentukan pilihan bagi masa depan Indonesia.

” Sekarang cuma tinggal 2 opsi saja untuk Pemilu 2024, mau dilanjutkan ? apa mau Perubahan ? “ tutup Said mempertanyakan komitmen seluruh Bangsa Indonesia.

Bersambung….

Source : Pidato President Joko Widodo dalam acara Harkodia 2023 dan Press Rilies Transparency International Indonesia mengenai Corruption Perception Index (CPI) tahun 2022

.

.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Figur

Sejumlah Tokoh Ziarahi Makam Pendiri LAMR

Rangkaian akhir dari kegiatan Milad  ke-54 tahun LAMR

Published

on

By

Dok. Foto Ziarah Makam Tokoh LAMR (6/6/24).

Membumi.com

Pekanbaru – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, pada kamis (6/6/24) mulai menziarahi makam sejumlah tokohnya yang berada di Jakarta dan Pekanbaru. Hal ini merupakan rangkaian akhir dari kegiatan Milad  ke-54 tahun LAMR, 6 Juni 1970 – 6 Juni 2024. 

” Tokoh LAMR yang diziarahi di Jakarta adalah makam alm. Brigjen Arifin Ahmad. Untuk dapat diketahui bahwa pada saat beliau menjadi Gubernur-lah LAMR terbentuk, dan rombongan penziarah LAMR ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum MKA) Datuk Seri H. Marjohan Yusuf, ” ungkap Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil dalam keterangan persnya.

Sementara itu untuk di Pekanbaru, rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, menziarahi makam pendiri LAMR. ” Ketua LAMR yang pertama itu Datuk Wan Abdurrahman. Selain itu, rombongan juga menziarahi makam Wan Ghalib yang sempat menjabat sebagai Ketua LAMR yang pada masanya Balai LAMR ini didirikan dan sampai sekarang kukuh berdiri di Jalan Diponegoro, Pekanbaru, ” sebut Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil. 

Baca : Profil Lembaga Adat Melayu Riau

Adapun rombongan berikutnya dipimpin Timbalan Ketua Dewan Kehormatan Adat (DKA) Yoserizal Zen, menziarahi makam alm. Datuk Al Azhar yang sebelumnya sempat menjadi Ketua Umum DPH dan MKA LAMR yang terbaru berpulang

“Insyaallah, ada sejumlah makam tokoh LAMR lain yang akan diziarahi pekan depan,’ kata Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil. Diakuinya, saat ini, pihaknya baru dapat menziarahi pucuk pimpinan tanpa mengurangi rasa hormat kepada sosok lain yang sudah membesarkan LAMR. Kegiatan ini selain keniscayaan sebagai makhluk, juga sebagai simbol bahwa LAMR tidak akan  melupakan sejarahnya sebagai urat nadi peradaban. 

” Dengan menziarahi makam pendahulu LAMR ini, kita tambah semangat untuk mengabdi pada adat, ” kata salah seorang penziarah yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. Hj. Misharti, S.Ag.M.S.i. salah seorang Tokoh yang juga anggota DKA LAMR yang baru mendarat di Bandara SKK II Pekanbaru langsung ke Balai untuk bergabung bersama – sama pengurus LAMR melakukan ziarah. 

Dok. Ziarah makam Datuk Seri Al Azhar

Baca : Jenazah Datuk Seri Al Azhar Disemayamkan di Balai Adat

Diakhir keterangan persnya, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil mengatakan, bahwa menziarahi makam sejumlah Tokoh LAMR, merupakan salah satu agenda Milad lembaga ini yang ke-54 tahun, selain agenda lainnya seperti Majelis Zikir dan Menegakkan Payung Panji Adat. Adapun puncak acara (5/6/24) adalah Penganugerahan Gelar Adat kepada Kepala Staf Angkatan Laut  Laksamana TNI Muhammad Ali, S. E., M.M., M. Tr. Opsla.

Source : Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil

.

.

Continue Reading

Figur

Pasca Jatuhnya Helikopter Presiden Raisi, Sejumlah Tokoh Angkat Bicara

Sanksi AS telah memperburuk keselamatan penerbangan di negara-negara di seluruh dunia.

Published

on

By

Human Interest wafatnya Presiden Raisi / Dok. IRNA

Membumi.com

Tehran – Politisi Iran Gholam Hossein Esmaili dalam sebuah wawancaranya dengan TV pemerintah pada senin (21/5/24) mengatakan bahwa kondisi cuaca di wilayah Varzaqan Iran, tempat helikopter Presiden Raisi jatuh, sempurna pada awal dan selama sebagian besar penerbangan yang dilakukan sehari sebelumnya.

Esmaili berada di salah satu dari tiga helikopter yang kembali dari upacara peresmian bendungan di perbatasan Iran dengan Republik Azerbaijan. Dia mengatakan, helikopter lepas landas sekitar pukul 13.00. waktu setempat pada 19 Mei saat kondisi cuaca di kawasan itu normal.

Setelah 45 menit penerbangan, pilot helikopter Presiden Raisi yang memimpin konvoi tersebut, memerintahkan helikopter lain untuk meningkatkan ketinggian untuk menghindari awan di dekatnya. Namun, helikopter presiden yang terbang di antara dua helikopter lainnya tiba-tiba menghilang. “Setelah 30 detik terbang di atas awan, pilot kami menyadari bahwa helikopter yang berada di tengah telah menghilang,” kata Esmaili seraya menambahkan bahwa pilot memutuskan untuk berputar-putar dan kembali mencari helikopter presiden.

Easmaili mengatakan bahwa setelah beberapa kali mencoba menghubungi helikopter presiden melalui perangkat radio, dan meskipun helikopter tersebut tidak dapat menurunkan ketinggian karena awan, helikopter mereka melanjutkan penerbangannya dan mendarat di tambang tembaga terdekat.

Dia mengatakan Menteri Luar Negeri Amirabdollahian dan kepala unit perlindungan presiden tidak menanggapi seruan berulang kali setelahnya. Namun pejabat itu mengatakan bahwa pilot dari dua helikopter lainnya telah menghubungi Kapten Mostafavi, yang bertanggung jawab atas helikopter presiden, namun yang menerima telepon tersebut adalah pemimpin salat Jumat Tabriz Mohammad Ali Ale-Hashem, yang situasinya tidak baik. tapi katanya helikopter itu jatuh ke lembah.

Esmaili sendiri melakukan kontak kedua dengan Ale-Hashem dan menerima jawaban yang sama mengenai situasi tersebut. “Saat kami menemukan lokasi kecelakaan, kondisi jenazah menunjukkan Ayatollah Raisi dan sahabat lainnya tewas seketika, namun Ale-Hashem syahid setelah beberapa jam,” ujarnya.

Menlu Rusia Salahkan Sanksi AS atas Jatuhnya Helikopter Presiden Iran.

Sementara itu, Lavrov mengatakan pada hari Selasa di sela-sela pertemuan tingkat menteri Organisasi Kerjasama Shanghai di Astana, Kazakhstan, bahwa sanksi AS telah memperburuk keselamatan penerbangan di negara-negara di seluruh dunia.

Dia mengomentari kecelakaan helikopter pada 19 Mei di barat laut Iran yang mengakibatkan kematian Raisi, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, dua pejabat senior lokal serta dua penjaga, dua pilot dan seorang anggota awak.

“Amerika tidak menyangkal hal ini, namun kenyataannya adalah bahwa negara-negara lain yang terkena sanksi oleh Amerika Serikat tidak menerima suku cadang untuk peralatan Amerika, termasuk penerbangan,” kata Lavrov tentang kecelakaan itu.

“Kita berbicara tentang sengaja menyebabkan kerusakan pada warga biasa yang menggunakan kendaraan ini, dan ketika suku cadang tidak disediakan, hal ini berhubungan langsung dengan penurunan tingkat keselamatan,” tambahnya, menurut pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita Reuters.

Iran berada di bawah sanksi berat AS sejak tahun 2018 ketika mantan presiden AS menarik diri dari perjanjian internasional mengenai program nuklir Iran dan menjatuhkan sanksi terhadap negara tersebut.

Jutaan warga Iran Berduka atas wafatnya Presiden Raisi / Dok. IRNA

Ucapan Duka Cita

Adapun prosesi pemakaman Syahid Presiden SEED Ebrahim Raisi dan para syuhada lainnya digelar pada selasa malam (21/5/24) di hadapan masyarakat Qom dari tempat suci Hazrat Masoumeh (SA) hingga masjid suci Jamkaran.

Sementara itu perdana menteri Malaysia (21/5/24) menyatakan simpati kepada seluruh rakyat Iran. Dia mengatakan bahwa Iran adalah sekutu strategis bagi Malaysia, dan menambahkan bahwa negaranya akan mematuhi semua komitmennya dengan Iran.

Mengutip kantor berita Tass, Putin mengungkapkan kesedihannya pada selasa malam, saat bertemu dengan Ketua Duma Rusia Vyacheslav Volodin, yang akan melakukan perjalanan ke Teheran pada Rabu pagi menghadiri upacara pemakaman Presiden Raisi.

Putin menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam dan memberitahukan bahwa Rusia mengharapkan kelanjutan dan pengembangan hubungan bilateral seperti sekarang.

Presiden Rusia juga menyatakan bahwa Ayatollah Raisi adalah mitra yang sangat dapat diandalkan.

Source : IRNA News Agency

.

.

Continue Reading

Figur

Penilaian Lengkap LAMR Dalam Penganugerahan Gelar ” Datuk Seri Lela Setia Junjungan Negeri “

Meneguhkan kesetiaan, menjunjung serta memuliakan Negeri sesuai dengan alur patutnya

Published

on

By

Prosesi Penyematan Keris kepada Datuk Seri Akmal Abbas, SH., MH

Membumi.com

Pekanbaru – Bertempat di Balairung Tenas Effendi Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) selasa 30/4/24, prosesi pemberian Gelar Adat kepada salah satu anak jati kebanggan Provinsi Riau Akmal Abbas, SH MH yang sudah dipersiapkan jauh – jauh hari, alhamdulillah berjalan sukses.

Sebagaimana disampaikan oleh pembawa acara, sesuai undangan telah datang dari hulu maupun hilir, yang datang dari jauh dan juga dari dekat, serta yang datang dari laut juga yang datang dari darat, sudah berhimpun pepat pada hari ini selasa 21 Syawal 1445 Hijriah bersamaan dengan 30 April 2024 masehi dalam acara Penganugerahan Gelar Adat dari LAMR kepada Akmal Abbas, SH MH.

Tampak hadir Pj. Gubernur Riau SF Hariyanto, Ketua DPRD Riau, Ketua Umum MKA Datuk Seri Marjohan, Ketua DKA Datuk Seri Wan Abu Bakar, Ketua Umum DPH LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, H. Saleh Djasit SH, Syamsuar MSI, Bupati, Walikota se Riau, Forkopimda Provinsi Riau, Kajari Se Riau, Ketua Umum LAM Kabupaten kota se Riau ataupun yang mewakili. Sultan Pelalawan yang mulia Tengku besar Kamaruddin, yang Dipertuan Agung Kerajaan Kampar kiri Gunung Sahilan, yang mulia Tengku Nizar Ketua Persebatian Kekerabatan Resam Kerajaan Indragiri, yang mulia Raja timbalan Mangku Bumi Mangku Diraja Lembaga Kesultanan, Tengku Toha dan Datuk Malik yang juga merupakan Pewaris dari Kebesaran Kerajaan Sriwijaya serta berbagai komponen masyarakat lainnya.

“ Kita mencatat berbagai puak di Riau memberi gelar dalam berbagai jenis di antaranya adalah Gelar Adat Kehormatan, Gelar dari LAM yang diatur dalam anggaran dasar rumah tangga yang diberikan kepada Tuan Akmal Akbas SH MH ini merupakan Gelar Adat Kehormatan yang melekat pada namanya sepanjang hayat, akan tetapi tidak bisa diwariskan, “ sebut Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

Baca : Ucapan Selamat, Kajati Riau Dapat Kiriman Ratusan Karangan Bunga

Lebih lanjut dalam sambutannya Ds. TIJ mengungkapkan bahwa doa itu ternyata tidak saja positif bagi penerimanya, tetapi juga bagi yang mengucapkannya. Pakar dari berbagai disiplin ilmu misalnya selalu mengatakan penggunaan ucapan positif dapat mengubah suatu fungsi otak bernama lobus patriatalis, kebiasaan menggunakan ucapan yang baik, menjadikan kita berprasangka baik, dan lebih mudah berinteraksi dengan orang lain sehingga terciptalah kehormatan atau keberpahaman menurut istilah Melayu Riau.

Maka tidak berlebihan pula dikatakan ketika Gelar Adat Ini diucapkan harapan dan doa bukan saja kepada penerima gelar, tetapi kepada kita semua kepada yang mengucapkannya, juga sehingga makin ramai makin bagus, makin lama makin berguna. Inilah yang kemudian disampaikan dalam pantun Melayu lama Yang merah Saga, yang kurik Kundi, Yang indah Bahasa, Yang baik adalah Budi.

Ds. TIJ juga mengungkapkan bahwa Adat dan Budaya Melayu dalam kegiatan ini setidak-tidaknya mengacu pada Undang-Undang Provinsi Riau khususnya pada Undang-Undang Provinsi Riau nomor 19 Tahun 2022, yang menyebutkan karakteristik daerah ini adalah Adat Budaya Melayu Riau yang bertopang pada keragaman pada 12 Kabupaten Kota yang mengacu kepada adat yang diadatkan.

Sebagaimana disambut Panji Payung Adat berangkai dalam tiga warna kebesaran, perpaduan Kedaulatan, masyarakat Adat dengan Monarki, atau Kerajaan, dilatar belakangi 12 bendera Kabupaten Kota, kemudian kita disambut dengan rorak Godang dari Kuantan, bersambung dengan Kompang dan silat yang mekar di Riau pesisir, mengacu kepada adat yang teradatkan.

Belum lagi Burdah, tradisi lisan melalak dari Kampar Timur, Selendang Delima dari Bengkalis dan syair kapal dari Indragiri, yang memperlihatkan kebesaran adat yang teradatkan, yakni kebiasaan-kebiasaan yang menahun. Hubungan manusia dengan flora dan fauna sebagai acuan dalam adat istiadat, terlebih jelas dari bahan-bahan tepuk-tepung tawar melalui berbagai daunnya. Lengkaplah, manakala pemberi tepuk tawar, bukan saja unsur kedaulatan adat dan monarki yang masih hidup dari 26 sistem Kedaulatan Adat yang pernah ada di Riau.

Tak kalah pentingnya, kesemuanya itu juga tak terlepas dari pelestarian dan pewarisan dalam Anugerah Gelar Adat ini. Semua hajat hendak disemat, segala kehendak ingin ditangguk, seperti pepatah orang tua dulu, Sekali dayung duatiga Pulau terlampau. Jadi membicarakan Pengugerahan Gelar Adat menyangkut kawasan yang sangat luas dan waktu yang lama, bahkan dapat diteroka sejak dari 40.000 tahun masehi seiringan dengan ditemukannya peradaban kuno di logas Kuansing 40.000 tahun sebelum masehi, jauh sebelum mi’sing mencatatnya dalam sebuah naskah tahun 683 masehi. Bahwa Penganugerahan Gelar Adat ini yang kita tangkap bukan hanya sekedar serimonialnya, tetapi adalah semangat yang menjiwainya, semangat yang hendak dicapainya.

Datuk Akmal Abbas beserta Datin menuju Balairung Tenas Effendi di Gedung LAMR (30/4/24)

Baca : Pj Gubernur: LAM Riau Simbol Nilai dan Adab Masyarakat

Dalam sambutannnya Timbalan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau Datuk Syaukani Al Karim membacakan ikhtisar Anugerah Gelar Adat kepada yang terhormat Tuan Akbal Abbas, SH SM menyampaikan alas pikir dan alas Adat Penganugerahan Gelar Adat kepada Bentara Perdana Kepala Kejaksaan tinggi Riau Tuan Akmal Abbas, SH MH.

” Bahwa melalui Al-Quran yang mulia, Allah SWT telah menurunkan serangkaian ulasi tentang bagaimana membalas kebaikan yang telah diberikan orang lain kepada kita, satu dari serangkaian postulasi tentang membalas kebaikan itu telah dituangkan oleh Allah di dalam bejana Surah An-nisa ayat 86, Apabila kamu diberikan penghormatan dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang setara, karena sesungguhnya Allah Maha memperhitungkan segala sesuatu, “ sebut Datuk Syaukani Al Karim.

Adat Melayu yang berpegang pada prinsip syarak mengata adat memakai, oleh karenanya titah langit dan postulat syarak, kemudiannya diikat di dalam perintah-perintah adat, disimpai dengan kuat, terjaga dalam buhul-buhul adat yang kukuh dan kawi, sebagaimana yang di intankan dalam Tunjuk Ajar Melayu, apa tanda Melayu beradat, Budi orang ianya ingat, apa tanda Melayu beradat, membalas budi bercepat-cepat.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Timbalan Ketua Umum MKA Lembaga Adat Melayu Riau menyampaikan, bahwa dalam pandangan Lembaga Adat Melayu Riau, Tuan Akmal Abbas, SH MH baik sebagai pribadi maupun sebagai seorang bentara Perdana di Kejaksaan Tinggi Riau, merupakan seorang makhluk Melayu yang telah menunjukkan kebaikan demi kebaikan di sepanjang hidupnya.

Jati diri dan Kencana Kemelayuannya ditunjukkan dengan memberikan dedikasi dan prestasi pada setiap amanah yang terpikul di pundaknya, baik ketika bertugas sebagai kepala bagian tata usaha Kejati Riau, sebagai Kasipidum Kejari Dumai, Aspidum Kejati Riau, petinggi Kejaksaan di Papua, petinggi Kejaksaan di Aceh, Direktur pelanggaran hak asasi manusia berat pada Jaksa Agung muda tindak pidana khusus di kejaksaan agung, sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Kalimantan sebagai Wakil Kepala Kejaksaan tinggi Riau maupun kini, sebagai bentara perdana atau Kepala Kejaksaan tinggi Riau, keberhasilannya dalam melaksanakan amanah secara cemerlang, tentu secara moral akan memberikan nilai dan meninggikan martabat Kemelayuan, baik yang melekat kepada dirinya, maupun bagi masyarakat Melayu pada umumnya.

” Bukan calang-calang Melayu, Tuan Akmal Abbas, SH MH merupakan satu dari dua anak Jati Melayu Riau yang berhasil menjabat sebagai Kepala Kejaksaan tinggi. Selain bekerja ikhlas, ia juga dalam melaksanakan tugas bersikap tegas, dan hal itu dapat ditelusuri dari bagaimana Tuan Akmal Abbas, SH MH dengan berani memproses hukum dan dan menahan pejabat tinggi aktif dan Tokoh gerakan bersenjata di daerah konflik di Indonesia, ” ungkap Datuk Syaukani.

Baca : Kajati Riau: Insya Allah Saya Jaga & Jalankan

” Bagi Tuan Akmal Abbas dalam keadaan bagaimanapun keadilan harus ditegakkan, karena ia diasuh oleh sebuah kalimat yang muncul 2000 tahun yang lampau yang diucapkan oleh filsuf hukum Californikus, serta ucapan raja Ferdinand dari Hungaria 5 abad yang lampau, yang mengatakan Fiat justitia rilum Fiat Justitia Pariat Mund, Biar Langit Runtuh, Biar bumi Binasa, Keadilan harus ditegakkan, “ ungkap Datuk Syaukani.

Disebutkan juga bahwa sebagai anak Melayu, Tuan Akmal Abbas, SH MH sesuatu yang telah diajarkan dalam tunjuk ajar Melayu, apa tanda Melayu Jati, membela yang benar berani mati, kepada yang adil ia bertahan, kepada yang benar Ia berpedoman, membela keadilan ianya kuat, membela kebenaran tahan dikerat, dedikasi dan prestasi itu juga ditunjukkan ketika Tuan Akmal Abbas, SH MH bertugas di kampung halaman, sejumlah prestasi telah ditorehkannya pula.

” Antara lain saat bertugas di Kejaksaan tinggi Riau pada tahun 2023, menyelesaikan perkara melalui keadilan restoratif terhadap 9 perkara, dan meningkat menjadi 38 perkara pada tahun 2024. Pada tahun 2023 Kejati Riau menyelesaikan 5.729 tindak pidana umum dan mengeksekusi 4.588 terpidana dalam berbagai kasus, dan pada tahun 2024 meningkat dengan menyelesaikan 7016 SPDP dengan 5860 putusan serta 663 eksekusi tiga menyelesaikan perkara Tipikor dan TPPU dan menetapkan 48 terpidana dalam kasus tersebut. “

” Dan tahun 2024 melakukan 47 penyelidikan tindak pidana khusus 57 Penyelidikan dan 65 penuntutan, empat dalam bidang perdata dan Tun Kejaksaan Tinggi Riau menyelesaikan 15 perkara perdata, 15 perkara perdata litigasi dan 384 perdata nonlitigasi, dan pada tahun 2024 dalam perkara perdata dan Tun dilakukan 226 kegiatan pelayanan hukum, dan 20 litigasi dan 21 litigasi dari berbagai kasus dan perkara yang diselesaikan pada tahun 2023 dan 2024 Kejaksaan tinggi Riau berhasil pula menyelamatkan uang negara sebesar 314 miliar lebih.”

Oleh karena itu tidak mengherankan, dengan dedikasi dan prestasi itu sejumlah penghargaan pun diterimanya, seperti dari bawaslu, ketika bertugas di Papua, penghargaan sebagai sentra Gakumdu Kabupaten Kota terbaik se-Indonesia, pada tahun 2017 menerima Adiyaksa Digital dalam kategori Kajati Humanis tahun 2024, dan sejumlah penghargaan lain yang muncul bagai bunga di sepanjang pengabdiannya sebagai Abdi Negara di Kejaksaan, sebut Datuk Syaukani Al Karim.

Selain berprestasi dalam pekerjaan Akmal Abbas, SH, MH tak sedikit pula menunjukkan perhatiannya terhadap kehidupan masyarakat budaya serta nilai yang tumbuh hidup dan berkembang dalam masyarakat melayu kepedulian terhadap Melayu itu ditunjukkan dengan berbagai cara antara lain bagian kesatu sebagai anak Jati Melayu Riau, beliau selalu menyempatkan dirinya untuk membantu masyarakat misalnya dengan terjun langsung membantu warga terdampak bencana, bersama institusi Kejaksaan baik tinggi maupun Negeri memberikan dukungan finansial seperti bahan makanan dan lain sebagainya.

Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengucapkan selamat atas Anugerah Gelar Adat kepada Tuan Akmal Abbas, SH, MH

Baca : Datuk Seri Jaya Perkasa Setia Negeri Hadiri Panabalan Gelar Adat Akmal Abbas di LAMR

Di bawah terajunya, institusi Kejaksaan secara aktif melakukan sosialisasi tentang hukum serta berkomitmen untuk melakukan upaya penegakan hukum yang berhubungan dengan masyarakat secara profesional dengan mengedepankan sikap humanis dan berkeadilan. Bahkan secara pribadi Tuan Akmal Abbas. SH MH ikut memberikan kuliah umum di kampus-kampus dengan konsep penegakan hukum yang humanis dan berintegritas.

Bagian ketiga, sebagai pribadi yang tumbuh dalam kebudayaan melayu Tuan Akmal Abbas SH MH ikut pula mendukung tradisi yang kembang di masyarakat seperti kesenian dan kegiatan budaya lainnya Tuan Akmal Abbas, SH MH selalu dengan ringan memberikan bantuan karena tradisi seni dan budaya sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri dan Kemelayuannya.

Bagian keempat, Tuan Akmal Abbas, SH MH selalu berada pada posisi masyarakat dengan cara yang sesuai dengan hukum ketika terjadi persoalan yang melibatkan kelompok-kelompok masyarakat tempatan seperti yang beliau lakukan di Bengkalis menyelamatkan rumah dan lahan penduduk yang masuk dalam peta sebuah sebuah perusahaan sawit.

Setiap ada persoalan yang melibatkan kelompok masyarakat tempatan Tuan Akmal Abbas, SH MH turun secara langsung agar proses penyelesaiannya dapat berlangsung secara komprehensif, selain yang dapat kami sebutkan di atas, tentu banyak lagi perkara baik yang sudah dilakukan oleh Tuan Akmal Abbas SH MH.

Sebagai orang Melayu yang beradat, beliau memahami bahwa tidak semua kebaikan patut pula untuk ditampilkan karena dalam perbuatan yang paling penting adalah nilai keikhlasan dan semangat kasih sayang yang ada di dalamnya, sebagaimana yang diungkapkan dalam kearifan Melayu, ” Apa tanda Melayu Budiman tulus ikhlas sesama Insan tolong menolong ummat, mau berkorban hidup dan mati dalam kebajikan. “

Bertolak dari hal-hal di atas, Lembaga Adat Melayu Riau Provinsi Riau berpandangan bahwa Tuan Akmal Abbas, SH MH telah berjuang secara maksimal dalam memenuhi fungsi sosial fungsi pemanusiaan dan sekaligus fungsi kemelayuannya dengan cara yang bermartabat. Tuan Akmal Abbas, SH MH telah berjuang meletakkan dirinya sebagai bagian dari kemuliaan hidup memegang teguh prinsip dalam semangat Opisium Nobelium, Tuan Akmal Abbas telah berusaha berbuat seperti sepenggal Nazam yang ditulis oleh seorang Nazim, Bagai mawar yang tak henti menebar wangi walau dikepung ribuan duri.

Baca : Pj Gubri: Sudah Tepat dan Tahniah, Hadiri Penganugerahan Gelar Adat Kajati Riau

Lalu setelah membaca naskah-naskah, setelah mendengar petuah menyimak petitum-petitum adat setelah menakzimi hujah yang bersilang hikmah setelah melakukan tapisan-tapisan serta menyauk bening air dari endapannya maka lembaga adat Melayu Riau Provinsi Riau memutuskan untuk mengeluarkan sebuah Amar Adat, yaitu memberikan Gelar Adat Kehormatan kepada tuan Akmal Abas, SH MH. 

Gelar kehormatan adat diberikan kepada tuan Akmal Abbas merupakan sebuah sebuah perjanjian suci yang diikat dalam buhul-buhul kehidupan di sepanjang hayatnya, Tuan Akmal Abbas dengan gelar tersebut dipandang patut untuk menyesuaikan Lenggang dengan langkah ucap dengan perbuatan Madah dengan tingkah sejalan dengan amanah Gelar Kehormatan yang dianugerahkan kepadanya secara maknawi gelar kehormatan adat yang dianugerahkan kepada tuan Akmal Abbas, SH MH memiliki arti seorang pemimpin yang penuh cahaya kemuliaan memiliki gerak-gerik dan perilaku yang baik memiliki kekuatan dan dentuman bagai Lela, serta mampu pula menggunakan kekuatan yang ada pada dirinya sebagai jalan untuk meneguhkan kesetiaan, menjunjung serta memuliakan Negeri sesuai dengan alur patutnya.

Diakhir penyampaiannya Lembaga Adat Melayu Riau mentakzimkan, bahwa setelah menelaah risalah-risalah dan kanun-kanun adat setelah berumah dalam musyawarah setelah membulatkan kata dalam pembuluh setelah runding dapat bersanding setelah musyawarah menanak mufakat maka dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, dan Seraya menyerahkan diri kepada Allah SWT, maka kepada tuan Akmal Abbas, SH MH Lembaga Adat Melayu Riau Provinsi Riau dengan takzim menganugerahkan Gelar Kehormatan Adat, dengan Gelar Datuk Seri Lela Setia Junjungan Negeri.

Selengkapnya : Live, Penganugrahan Gelar Adat ” Datuk Seri Lela Setia Junjungan Negeri “

.

.

Continue Reading

Trending