Headlines
Saatnya Gubri Benahi BUMD Riau Yang Sakit Parah Sebelum Diamputasi

.
Soal Statement Mendagri yang pernah menyebut bahwa 300 BUMD se Indonesia mengalami Kerugian Mencapai Rp 5,5 Triliun, khusus di Riau rasanya lebih tepat seperti ungkapan orang tua – tua dahulu ini, apa itu ? “ Lain padang lain Belalang, Lain lubuk lain pulak ikan nya “
Contoh SPR Langgak, sejak berdiri dan mengelola Blok Langgak mustinya cukup diatur dengan 1 orang Direktur. Berdasarkan info A1 saat ini PT. SPR Langgak memiliki 4 orang Direktur termasuk 1 orang Direktur Utama, dengan produksi minyak hanya 350 sd 400 barel / day. Pertanyaannya, apakah perlu sampai 4 orang direktur ?
Bukankah itu namanya pemborosan ? sementara disatu sisi perusahaan ini dituntut memberikan deviden kepada Pemrov Riau, dan konon perusahaan plat merah ini tertangkap basah menunggak hutang kepada sejumlah mitra hingga milyaran rupiah.
Minimnya informasi yang ada disitus https://langgak.sprcorp.com/ seolah tak ada arah yang jelas mau kemana BUMD migas ini. Contoh soal rekrutment yang tak jelas siapa orangnya ? tah apa latar belakang pendidikannya, tah kapan masuk nya, tiba – tiba para direktur ini teconggok disitu.
Kalau kita ingat lagi di zaman Chevron, perusahaan berstandar Internasional ini cukup dengan 1 orang direktur tapi produksi nya 165 ribu barel / day dan selalu berbagi rezeki kepada rakyat Riau melalui berbagai pekerjaan dilingkungannya. Berasap juga lah dapur.
Apalagi Riau Petroleum yang konon saat ini memiliki beberapa anak perusahaan diantaranya Riau Petroleum Rokan dengan direkturnya yang katanya masih saudaranya AW tanpa latar belakang pendidikan dan pengalaman diindustri migas dan harus berhadapan dengan direktur PHR.
Belum lagi para direktur dan Komisaris Riau Petroleum Texal Mahato, RP Kampar, RP Siak. Apakah beliau – beliau yang konon berlatar belakang mantan tim sukses yang kemudian terduduk ini punya pengalaman di industri migas dan mampu mengatasi persoalan migas Riau dengan segala drama yang terjadi ?
Bukankah kasus ini sebelas dua belas dengan Hadist yang di Riwayat kan Bukhari “ … Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat.” Kalau yang kiamat beliau – beliau tu aja tak ada masalah, ini masalahnya bukan perusahaan bah dio. Jangan macam BSP dah rugi 14 juta USD abis tu senyaaap jee. Ajab – ajab.
Maka, lagi – lagi bola ada ditangan Pimpinan dalam hal ini Gubri sebelum Pak Mendagri mengeluarkan jurus amputasi. Maka sudah saatnya BUMD BUMD dilingkungan Provinsi Riau dibenahi guna memberikan kontribusi ditengah harga minyak dunia bergerak menuju 100 USD / Barel ini.
Penulis : Syaed Lukman – Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia
.
.

.

.




