Headlines
Minus ! Dalam Diskusi ke 4 Terungkap Soal Kondisi Keuangan Riau

Membumi.com
Pekanbaru – Bertempat di Anjungan Kampar Bandar Seni Raja Ali Haji, hadir dalam Diskusi Kebangsaan ke 4 bertemakan Potensi dan SDA Daerah Untuk Warisan Anak Negeri kembali digelar. Hadir dalam kesempatan tersebut Komisi III DPRD Riau H. Abdullah, diantarnya Fari Suradji aktivis pendidikan Riau, Ketua ICMI Riau Drg. H. Burhanudin Agung, Tokoh Banten Riau Iyan Mahyar, dari Gema Riau Datuk Tarlaili, termasuk dari unsur seniman Benie Riaw dan kawan – kawan serta pengurus PWI Riau Bambang Irawan dan sejumlah tokoh pemuda lainnya.
Dalam pemaparannya (15/08/26) Abdullah dari Komisi III DPRD Provinsi Riau mengungkapkan bahwa ketika dirinya masuk ke DPRD Provinsi Riau ia sudah dihadapkan dengan kondisi keuangan yang minus, dan dalam skala yang lebih luas, pada tahun 2025 sejumlah keganjilan mulai terkuak.
Baca : Purbaya Sebut 490 Pemda Sulit Bayar Gaji Pegawai, Berpotensi Disuntik ?
“ Kenapa hampir seluruh jalan tidak bisa kita perbaiki ? kenapa sekolah – sekolah kita pada rusak, saya ke Kuala Kampar, lewat Batam, yaitu Kecamatan yang terjauh di Kabupaten Pelalawan. SMA 1 Teluk Dalam, sekolahnya mau rubuh. Di Dumai juga kita temukan SMA Negeri yang dinding sekolahnya dari papan. “ sebutnya mengungkapkan keadaan didaerah pemilihannya.
“ Kok begini Riau yang katanya kaya diatas minyak disawah minyak ini ?! Setiap hari ulang tahun kabupaten, saya juga mengikuti hari ulang tahun Provinsi Riau di DPRD Provinsi Riau, saya meneteskan air mata, sebab saya dibesarkan dalam kondisi sulit, disebuah negeri yang katanya kaya, “ sebutnya.
Lebih lanjut anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau ini mengungkapkan bahwa APBD Riau menjadi 8 Triliun, ditengah kondisi persoalan hukum yang membelit kepemimpinan Riau hingga akhirnya bersepakat bersama seluruh fraksi disebabkan tidak adanya aspirasi masyarakat yang bisa diperjuangkan.
Baca : Sumber Daya Alam Daerah Dirampok ! Pajak Mencekik ! Kemiskinan Merajalela
“ Seperti permintaan semenisasi, aspal jalan, perbaiki rumah, dan lainnya. Kemarin saya reses ke Pelalawan, september nanti saya sudah 2 tahun, sampai sekarang satu rupiah pun tidak ada saya bawa aspirasi ke daerah, sebab tak ada duitnya, “ sebutnya mengungkapkan keadaan tersebut.
“ APBD Riau itu 8 Triliun, 7,6 T itu lebih kepada belanja operasional, belanja gaji pegawai 3,5 Triliun, BPJS, Beasiswa, Operasional, listrik dan lain – lainnya itu habis 7,6 Triliun, jadi kalau APBD selama ini 11 – 12 Triliun, angka 3 Triliun itulah untuk membangun, sekarang angka 3 T itu tak ada ! “ sebut Politisi asal Riau ini mengungkapkan.
Bersambung..
.

.

.






