Connect with us

Headlines

Berlumur Dusta !

Published

on

Dok. Syaed Lukman - Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia

.

Sebagaimana sebelumnya sudah disampaikan begitu fantastis nya nilai barang bukti hasil penggeledahan tim Kortas Tipidkor Polda Metro Jaya, jika dikonversikan menjadi Kerupuk Lado maka diperkirakan akan membentang dari Sabang sampai Merauke, sehingga pantas mendapatkan Guiness Book World of Record sementara disisi lain drama penegakan hukum yang membelit pucuk kekuasaan ini mulai bergulir.

Lebih lanjut dalam diskusi bersama pengamat dunia persilatan terungkap bahwa tarik menarik kekuasaan nampak jelas dalam drama status tersangka eks Jampidsus yang berubah ubah dari tersangka menjadi saksi dan terakhir balik lagi menjadi tersangka. Film pun kemudian bergulir, dimana Kapolri yang disebut – sebut masih berada dibawah pengaruh kekuasaan Jokowi dan Jaksa Agung yang disebut – sebut lebih dekat dengan Prabowo Cs kemudian terlihat mesra disejumlah pemberitaan.

Cerita pun kemudian bergulir dengan skenario yang mengisahkan bahwa perkara mega skandal tersebut akhirnya dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Agung tempat dimana anak buah tersangka eks jampidsus yang ditersangkakan Polda Metro bersemayam, sementara KPK terkesan lebih manut mengikuti skenario pembuat film. Alhasil masyarakat terpaksa menonton proses penegakan hukum mega skandal yang semakin hari semakin janggal itu. 

Baca : Kronologi Status Eks Jampidsus Febrie: Siang Disebut Saksi, Malam Ditegaskan Tersangka

Bahkan niat mau merubah skenario mega skandal tersebut terkuak saat barang bukti emas batangan hasil penggeledahan disebut – sebut palsu. Persoalan ini akhirnya dibantah oleh pihak Polda Metro Jaya dengan mengungkapkan bahwa BB emas batangan seberat 74 kg serta sejumlah mata uang asing yang dilimpahkan ke Kejagung adalah berstatus asli.

Dalam sebuah mimpi saat kajian subuh disebuah masjid dipinggiran kota Sydney sayapun terkenang kisah Sayyidina Umar yang menyuruh seorang Yahudi untuk mengambil sepotong tulang unta dari tempat sampah setelah mendengar kelakuan Gubernur Amr bin Ash yang akan menggusur gubuk reot miliknya di Mesir.

Dengan ujung pedangnya Sayyidina Umar kemudian membuat garis lurus ditulang tersebut, dan kemudian menyuruh Yahudi itu untuk memberikannya kepada Gubernur Amr bin Ash yang membuatnya semakin bingung namun tetap menuruti perintah Khalifah Umar.

Alhasil, badan Gubernur Amr bin Ash kemudian gemetar dan mengeluarkan keringat dingin setelah melihat garis lurus hasil torehan ujung pedang tersebut, hingga akhirnya membatalkan proyek penggusuran gubuk Yahudi tadi.

Baca : Pengacara Don Ritto Klaim Duit dan Emas di Brankas Bukan Punya Febrie

Sayapun tersentak dari mimpi, teringat kisah yang menyiratkan nasehat pahit dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab, seolah-olah dalam mega skandal ini tercermin peringatan keras kepada para penguasa negara hari ini, jangan mentang – mentang lagi berkuasa, pada saatnya nanti kalian akan jadi tulang belulang juga.

Mumpung masih hidup dan berkuasa, maka berlaku lurus dan adillah kalian, seperti lurusnya garis diatas tulang itu, jangan bengkok ! Walaupun saat ini Amirul Mukminin sudah wafat, maka sejarah akan mencatat pada saatnya akan ada yang akan meluruskan kalian.

Karena itu munculnya seorang yang konon bernama Don Ritto dengan tampilan wajah bermasker yang tiba – tiba mengklaim bahwa uang dan emas batangan hasil sitaan tersebut merupakan milik kliennya dan seorang pengusaha, mengungkapkan kisah bahwa fokus cerita kemudian bergeser kepada seorang aktor yang disebut sebut netizen sebagai ” kambing hitam “

Lantas, dimana FA ?

Penulis : Syaed Lukman – Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia 

.


.

.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *