Connect with us

Entertainment

Soal Banjir, Cuaca Ekstrem dan Wacana Pensiun Dini 118 PLTU di Indonesia, Ini Kata Dr. Yani

” Saya menyarankan agar 118 PLTU tersebut baiknya dilakukan retrovit atau penambahan teknologi pada PLTU yang sudah ada, ” ungkap Dr. Yani.

Published

on

Eno Ridarto dan Dr. Yani

Membumi.com

Pekanbaru – Dalam bincang “sersan” membahas berbagai isu lingkungan bersama Dr. Muhammad Yani Bas yang merupakan 1 dari 5 orang penggerak World Enviromental Partnership (WEP) dibawah payung United Nation Enviromental Program (UN EP) sabtu (24/12/22) diCoffe Shop disalah satu hotel dijalan Sudirman mengatakan,

” Banjir seperti itukan penyebabnya bad weather, yang naik menjadi cuaca ekstrem kemudian menimbulkan El Nino, persoalan tersebut bertambah parah ketika emisi karbon yang dilepas ke udara terlalu banyak, sehingga berubah menjadi La Nino. Jadi, tanpa disadari, Itu semua tidak terlepas dari ulah manusia itu sendiri, ” ungkap Dr. Yani sepulang dari lawatannya dari Kabupaten Batang Hari.

Kamipun bertiga terkekeh ketawa membaca sejumlah pemberitaan media online dengan sudut pandang yang sibuk menyalah nyalahkan kepala daerah dengan berbagai macam dalih, padahal tanpa disadari yang menyalahkan juga salah satu manusia penyumbang persoalan tersebut.

Baca : Perubahan Iklim Memicu Banjir Bandang di Jerman ?

Dalam keterangan Persnya Cik Yani (sapaan akrabnya) yang didampingi oleh Eno Ridarto Ketua Regional Sumatera Komnas PKLH juga mengungkapkan, bahwa yang menghadapi persoalan cuaca ekstrem akibat perubahan iklim bukan hanya Kota Pekanbaru, akan tetapi persoalan tersebut sudah menjadi Global Issue saat ini.

” Bangkok, New Delhi, Jerman dan sejumlah kota besar lainnnya di dunia malah lebih parah dari Kota Pekanbaru, bahkan cuaca ekstrem akibat perubahan iklim disana bukan hanya merusak pemukiman warga, malah sudah menimbulkan banyak korban jiwa, ” ungkap Eno.

Lebih lanjut Dr. Yani juga menyinggung program konversi energi batu bara ke bahan jemputan padat bernama Co Firing untuk PLTU terbukti tidak berhasil menekan emisi karbon, sebagaimana dampak lingkungan yang terjadi, berimbas pada kesehatan masyarakat sekitar PLTU Indramayu.

Baca : Co-Firing Biomassa disebut Memperburuk Lingkungan Sekitar PLTU

Pembahasan pun kemudian mengalir ke program Co Firing berbahan baku sampah yang saat ini sedang dalam tahap penelitian, dalam penjelasannya Dr. Yani mengungkapkan bahwa sampah tersebut terdiri atas berbagai macam komposisi seperti kain, plastik, karet, kertas, tulang ikan dan lain sebagainya.

” Perlu diingat, sampah itu sifatnya basah, ketika menggunakan Mechanical Bio Treatment (MBT) dalam mengeringkan yang hasilnya kemudian dibakar, maka emisi – emisi yang keluar atas komposisi tersebut dapat berdampak serius untuk kesehatan, karena ada karet, pampers dan sejenisnya yang juga mengeluarkan kontaminasi logam berat, ” ungkap Dr. Yani.

” Saya menyarankan agar 118 PLTU tersebut baiknya dilakukan retrovit atau penambahan teknologi pada PLTU yang sudah ada, ” ungkap Dr. Yani.

Menyinggung wacana Pemerintah mempensiunkan 118 Pembangkit Listrik Batu Bara lebih awal, Puak Melayu yang berlatar belakang PhD bidang Applied Material Sciences jebolan UPENN USA ini menyarankan pengambil kebijakan di Indonesia juga mempertimbangkan dampak ekonomi serta masalah sosial tenaga kerja yang bakal terjadi. 

Baca : Analisis : Indonesia Butuh $37 Miliar Tuk Pensiunkan PLTU Batubara

” Saya menyarankan agar 118 PLTU tersebut baiknya dilakukan retrovit atau penambahan teknologi pada PLTU yang sudah ada, dengan lebih menekankan lagi kepada rekayasa material baru, sehingga value added PLTU dapat beroperasi dengan emisi karbon yang rendah dan menghasilkan listrik yang lebih murah, ” ungkap Dr. Yani.

Sebagaimana biaya transisi energi yang konon katanya diperkirakan mencapai $37 Milyar atau sekitar Rp. 576,6 T tersebut, Dr. Yani mengungkapkan bahwa PLTU Tenayan dapat menjadi pilot project transisi dari energi kotor ke energi yang lebih bersih yang diawali dengan kajian teknologi yang tepat guna.

Diakhir diskusi kecil padat makna bersama Dr. Yani selaku pemegang Intellectual Property (IP) Technology yang telah berhasil mengatasi sejumlah isu lingkungan dibeberapa kota besar dunia tersebut, kemudian mengalir ke dasar terbentuknya secular economy, yang ternyata sudah lama menjadi prinsip dalam falsafah kebudayaan Melayu itu sendiri.

Baca : Sri Mulyani Sebut RI Bisa Hentikan PLTU Hingga 2040, Ini Syaratnya

” Yaitu yang biasa disebut ‘ Tuah Sakti Payung Negeri, Patah Tumbuh Hilang Berganti, ‘ jadi prinsip itu jangan hanya digunakan untuk memupuk rasa nasionalisme, tapi juga digunakan untuk membangun ekonomi yang selama ini linear menjadi secular economy sehingga mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat, ” tutup Dr. Yani.

Entertainment

Mengenai Pinangan Gelar Adat untuk Akmal Abbas, Ini Penjelasan LAMR

” Datuk Seri Lela Setia Junjungan Negeri, “

Published

on

By

Penganugerahan Gelar Adat / LAMR Images

Membumi.com

Pekanbaru – Bertempat di kediaman Kepala Kejaksaan Tinggi Riau jalan Gajah Mada, hari ini sabtu (20/4/24) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, meminang Tuan Akmal Abbas, S. H., M. H., Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, untuk dianugerahkan gelar adat. 

Adapun kepada yang bersangkutan, diserahkan seperangkat pakaian kebesaran adat untuk dipakai pada acara penganugerahan gelar adat tersebut pada akhir April mendatang. 

Rombongan LAMR dipimpin Datuk Zulkarnain Nurdin yang didampingi juru hubung Datuk Alang Afrizal dan sejumlah pengurus lainnya. Sedangkan Tuan Akmal, didampingi sejumlah pejabat Kejati Riau dan kaum kerabat dengan juru hubung Datuk Syaukani al-Karim. 

Akmal Abbas bersama sejumlah pengurus LAMR

Menurut Kepala Sekretariat LAMR, pemberian gelar adat itu melalui usulan dan tapisan yang mendalam di LAMR. ” Usulan dari warga, malahan telah mulai mengalir, begitu Tuan Akmal dilantik sebagai Kajati Riau akhir Oktober 2023. Dia satu dari dua anak jati Riau, menegang tampuk tertinggi di kejaksaan Riau selama Lembaga itu wujud sampai sekarang di Riau, ” sebut Datuk Fadhli.

Sebagaimana rilis yang disampaikan kepada redaksi, bahwa posisi tersebut dicapai Akmal Abbas dengan usaha keras. Ia memberikan inspirasi bahwa sesungguhnya, putra tempatan pun tidak terhalang untuk berbuat lebih baik dari apa yang ada. 

Disampaikan juga bahwa kenyataan itu didukung pula oleh capaiannya yang bertugas ke berbagai daerah di Indonesia antara lain ke Aceh dan Papua. Termasuk soal terjadinya lonjakan penanganan kasus di Kejati Riau, dari sekitar 5.000 kasus tahun 2023 menjadi lebih dari 7.000 kasus pada tahun 2024, padahal tahun 2024 baru empat bulan berjalan. 

Tuan Akmal sendiri tidak menyangka bahwa dirinya diapresiasi sedemikian rupa. Adapun setelah bertanya kiri dan kanan, Tuan Akmal pantas menerima gelar yakni ” Datuk Seri Lela Setia Junjungan Negeri, “ sebut Datuk Fadhli yang juga Sekretaris DPH LAMR.

Akmal Abbas dan istri, bersama sejumlah pengurus LAMR

Dijelaskan juga bahwa makna gelar tersebut adalah, seseorang yang mempunyai gerak gerik dan perilaku yang baik, dan ia mampu menggunakan kemampuan dan kekuatannya dalam menyangga maupun memuliakan negeri sesuai dengan alur dan patutnya.

Dari pantauan awak media hingga keterangan pers ini disampaikan, Sekretariat LAMR masih melakukan berbagai persiapan jelang Anugerah Gelar Adat yang yang rencananya prosesinya dilaksanakan akhir April ini.

Source : Sekretariat LAMR

.

Continue Reading

Business

BlueScope Buka Pendaftaran Steel Architecture Award 2024

kami mengundang para arsitek, designer, serta profesional

Published

on

By

BlueScope Indonesia Images

Membumi.com

Jakarta – PT NS BlueScope Indonesia (BlueScope) mengumumkan pembukaan pendaftaran Steel Architecture Award (SAA) 2024, ajang penghargaan untuk arsitek, designer, dan karya arsitektur berbahan baja BlueScope.

Bertema “Beautiful Strength”, penghargaan tahun ini diresmikan oleh Vice President Business Transformation NS BlueScope ASEAN James Li di acara ARCH:ID 2024.

Vice President Business Transformation NS BlueScope ASEAN James Li mengatakan bahwa terdapat beragam karya arsitektur berbahan baja yang inovatif dan inspiratif, ajang penghargaan ini selain sebagai bentuk apresiasi juga wadah untuk memberikan inspirasi serta berbagi pengetahuan arsitektur khususnya dengan material baja.

“Tahun ini, BlueScope kembali mengadakan Steel Architecture Award, dan kami mengundang para arsitek, designer, serta profesional yang telah bekerja keras dalam menciptakan karya arsitektur menggunakan baja BlueScope sebagai bahan utama, untuk ikut serta dalam penghargaan ini,” ungkap James.

SAA 2024 memberikan penghargaan dalam lima kategori, yakni (i) Industrial/Non-komersial, (ii) Komersial, (iii) Residensial, (iv) Infrastruktur, Institusional, dan lainnya (bandara, stasiun kereta, bangunan institusional, infrastruktur, dan sebagainya), serta (v) Lasting Beauty of Colorbond (bangunan bersejarah dengan Colorbond yang tahan lama).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karya terpilih berkesempatan untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat ASEAN Steel Architecture Award.

BlueScope turut menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang membantu dalam proses penjurian SAA 2024. “Kami senang dapat mendukung BlueScope dalam SAA 2024. Kami menantikan karya-karya yang akan diikutsertakan, dan berharap ajang ini dapat memperkaya dunia arsitektur Indonesia,” ujar Deputy General Secretary 1 PN IAI & ARCH:ID Programme Director Ar. Firman Setia Herwanto.

Vice President Marketing dan Sales PT NS BlueScope Indonesia Irfan Fauzie mengungkapkan aspek penilaian SAA 2024 terdiri dari estetika bangunan (aesthetics), smart efficiency, keberlanjutan (sustainability), serta humanity dan community.

“Melalui ajang ini, BlueScope ingin menyebarkan pengetahuan terkait standar industri terbaik, serta menginspirasi praktik penggunaan baja yang inovatif dalam bangunan,” kata Irfan.

Peserta dapat mendaftarkan karyanya sejak 22 Februari hingga 31 Mei 2024 melalui melalui website resmi www.SteelArchitectureAward.com. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada Oktober 2024, dan karya terpilih akan melanjutkan kompetisi ke tingkat ASEAN pada November 2024.

Pengumuman pendaftaran SAA 2024 diresmikan di Alun-Alun 2, ARCH:ID 2024, perhelatan arsitektur tahunan yang diselenggarakan oleh IAI. Para pemenang Steel Architecture Award 2017 dan 2019, yaitu Dicky Hendrasto dari PT Duta Cermat Mandiri, Andi Harapan dari PT Bita Enarcon Engineering, Riri Yakub dari Atelier Riri Architect, dan Hilman Suryadi dari PT Airmas Asri turut hadir pada acara ini untuk membagikan pengalamannya.

Pada ARCH:ID 2024, BlueScope berkolaborasi dengan Architect & Lighting Designer, Pavilion.95 untuk membuat instalasi dengan konsep L.V.T (elevate), “Raise to a higher position to a more impressive level.”

Seluruh area Alun-Alun 2 ARCH:ID 2024 menggunakan produk-produk BlueScope, yaitu COLORBOND Matt steel – Dune, BlueScope Zacs Truss, dan COLORBOND steel (Off White).

Tentang PT NS BlueScope Indonesia

PT NS BlueScope Indonesia (dahulu PT BlueScope Steel Indonesia) didirikan pada tahun 1994 sebagai produsen baja lapis logam datar dan baja bercat di Cilegon. Pada tahun 2013, BlueScope Indonesia bekerja sama dengan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC) yang memberikan akses ke teknologi baru dan membantu dalam mengembangkan jangkauan pelanggan yang lebih luas.

PT NS BlueScope Indonesia sekarang adalah salah satu produsen lokal terkemuka dari Seng / Aluminium   lapis baja dengan pabrik besar di Cilegon, Banten serta penjualan dan kantor pemasaran di Jakarta dan Surabaya. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi 275.000 ton per tahun dari baja lapis logam dan 55.000 ton per tahun baja bercat.

PT NS BlueScope Indonesia menghasilkan ZINCALUME steel berkualitas tinggi, COLORBOND steel, KIRANA, BlueScope Zacs, PERISAI, PERISAI NecteliteTM, Colorbond Coolroom, HRP Antibacterial™. Produk-produk ini dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan untuk industri, perumahan, komersil, dan aplikasi manufaktur lainnya.

Source : pressrelease.id

.

.

Continue Reading

Entertainment

Konferensi Pers Pertama Bersama Kucing Diadakan di Kolombia

Seusai acara, jumlah permintaan adopsi mencapai lebih dari 300

Published

on

By

Konferensi Pers Pertama Bersama Kucing di Kolombia / Sanofi Images

Membumi.com

Bogota, Kolombia (9/10/24) – Sesuai tujuannya untuk mendukung adopsi yang bertanggung jawab, Sanofi Consumer HealthCare mengadakan konferensi pers pertama bersama pembawa acara berbulu dan paling lembut di dunia kucing.

Sanofi Consumer HealthCare meluncurkan inisiatif “Adopt Your Allergies” untuk mendorong adopsi kucing steril agar penderita alergi dapat mewujudkan impian memelihara kucing. Para peserta acara bertemu sekitar 30 ekor kucing.

Di ibukota Kolombia, Sanofi Consumer HealthCare dan Adopta No Compres [Adopt, Don’t Buy] Foundation meluncurkan “House of Adoption of Impossible Loves” baru.

Ruang ini terbuka untuk umum, terutama bagi mereka yang ingin mewujudkan impian mengadopsi kucing. Mereka memiliki kesempatan bertemu calon anggota keluarganya. Seusai acara, jumlah permintaan adopsi mencapai lebih dari 300.

Kampanye ini berdasarkan konsep kemampuan perawatan diri dan merupakan perpaduan antara komitmen sosial Sanofi Consumer HealthCare dengan dampak positif atas kehidupan manusia dan hewan peliharaan mereka. Kampanye ini didukung oleh sederetan temuan ilmiah yang penting manusia alergi terhadap protein Fel d1.

Protein ini diproduksi di kelenjar sebasea dan kulit kucing, kemudian tersebar ke sel kulit mati dan bulunya saat perawatan. Bila kucing disteril, terbukti bahwa produksi alergen ini berkurang hingga 90%.

Source : PR Newswire

.

.

Continue Reading

Trending