Connect with us

Entertainment

Mengapa Swedia Begitu Dipengaruhi oleh Yahudi ?

Published

on

Pixabay Images : Sweden Kingdom Palace

Membumi.com

Stockholm (25/12/23) – Investigasi terhadap sejarah pengaruh Yahudi di Swedia memberikan banyak manfaat bagi para peneliti, intelektual, dan bahkan masyarakat.

Setelah tahun 1782, orang-orang Yahudi secara bertahap mendapat jaminan akan pelonggaran pembatasan negara, namun banyak dari mereka, terutama yang tinggal di Stockholm, mencari peluang yang lebih besar dan ingin menghindari dirampas karena agama mereka.

Perasaan kebencian muncul di kalangan masyarakat umum terhadap orang-orang Yahudi yang ambisius di Stockholm, yang banyak di antaranya adalah investor kaya. Kemarahan tumbuh karena kesenjangan kekayaan antara orang Yahudi dan orang lain.

Kemarahan masyarakat ini mencapai puncaknya pada tahun 1838. Setelah dikeluarkannya dekrit baru yang menghapuskan hampir semua pembatasan hak kewarganegaraan Yahudi (di mana orang-orang Yahudi untuk pertama kalinya diidentifikasi sebagai Musaites, yaitu pengikut kepercayaan Musa).

Terjadi pemberontakan serius di ibu kota, dan banyak pengaduan disampaikan kepada pemerintah, yang pada tanggal 21 September tahun yang sama terpaksa mencabut keputusan baru tersebut.

Baca : Mengungkap Mitos Kebohongan Pendirian Negara Israel (I)

Selama tahun-tahun berikutnya, pasar buku dibanjiri brosur yang mendukung dan menentang Mosaiter (penganut kepercayaan Musa). Pertengkaran antara pro dan kontra komunitas Yahudi berlanjut hingga tahun 1840, hingga saat beberapa anggota tuan tanah dan burgher, yang memiliki kursi di Riksdag (kata dalam bahasa Swedia untuk majelis) meminta agar keputusan tahun 1782 dikembalikan ke format aslinya.

Teman-teman komunitas Yahudi berusaha berpura-pura bahwa para pembuat petisi diprovokasi oleh intoleransi agama, namun musuh-musuh mereka secara terang-terangan mengumumkan bahwa masalah tersebut tidak ada hubungannya dengan agama kecuali ras.

Anggota parlemen anti-Semit di parlemen Swedia berusaha untuk membuktikan bahwa komunitas Yahudi telah secara signifikan menyalahgunakan hak dan keuntungan yang diberikan kepada komunitas tersebut pada tahun 1782, dan bahwa mereka melakukan kesalahan tersebut dengan mengorbankan pedagang asli Lutheran.

Pada paruh kedua abad ke-19, komunitas Yahudi berhasil menghilangkan beberapa kekurangan yang tersisa. Sesuai dengan undang-undang tanggal 26 Oktober 1860, orang-orang Yahudi berhak memperoleh real estate dan properti di masyarakat pedesaan, padahal di masa lalu mereka hanya diperbolehkan memiliki kepemilikan di daerah perkotaan.

Pada tanggal 20 Januari 1863, larangan perkawinan antara Yahudi dan Kristen yang sebelumnya telah dinyatakan sah, dicabut berdasarkan putusan lain dengan syarat dilaksanakannya upacara-upacara yang patut. Keputusan berikutnya (31 Oktober 1873) menetapkan bahwa masalah pernikahan antara anggota gereja negara Swedia dan orang Yahudi harus diangkat berdasarkan ritual Lutheran.

Baca : Mengungkap Mitos Kebohongan Pendirian Negara Israel (II)

Namun demikian, apabila sebelum akad nikah telah dibuat surat perjanjian agama untuk calon anak dan orang tua menyerahkannya kepada pendeta atau saksi ahli lain yang melangsungkan perkawinan, maka janji itu tetap mengikat.

Sebaliknya, terdapat berbagai hak istimewa yang tidak dapat diperoleh oleh orang Yahudi, seperti halnya orang non-Lutheran, selama konstitusi monarki Swedia masih berlaku. Oleh karena itu, mereka tidak dapat diangkat menjadi anggota kabinet. Mereka tidak bisa menjadi juri atau panitia yang membahas topik agama. Jika tidak, orang-orang Yahudi memiliki hak yang sama dan memikul tanggung jawab yang sama seperti penduduk Lutheran.

Menurut statistik tahun 1890, sekitar 3.402 orang Yahudi tinggal di seluruh Kerajaan Swedia. Namun, jumlah penduduk Yahudi telah melonjak secara signifikan sejak saat itu, dan Ensiklopedia Yahudi secara konservatif memperkirakan populasi mereka berjumlah 4.000 pada tahun 1905.

Abad ke-20

Undang-undang yang memberikan hak hukum yang sama kepada orang-orang Yahudi disetujui oleh parlemen Swedia pada tahun 1910. Antara tahun 1850 dan 1920, sejumlah besar orang Yahudi Ashkenazi bermigrasi dari Rusia dan Polandia ke Swedia, dan populasi Yahudi meningkat menjadi 6.500 di negara tersebut pada tahun 1920.

Selama tahun-tahun sebelum perang dan ketika Hitler berkuasa (1933-1939), sekitar 3.000 orang Yahudi bermigrasi dari Jerman ke Swedia.

Swedia tidak memihak selama Perang Dunia II. Banyak orang Yahudi Norwegia dan Denmark datang ke Swedia pada waktu itu. Pada tahun 1942, 900 orang Yahudi Norwegia bermigrasi ke Swedia, dan yang terpenting, hampir seluruh komunitas Yahudi Denmark, sekitar 8.000 orang, dipindahkan ke Swedia pada bulan Oktober 1943.

Baca : Mengungkap Mitos Kebohongan Pendirian Negara Israel (III)

Perusahaan Jerman diizinkan memecat karyawan Yahudi di Swedia. Selain itu, kebijakan imigrasi Swedia pada tahun 1930-an bersifat membatasi terhadap imigran Yahudi yang mencoba melarikan diri ke Swedia.

Raoul Wallenberg, diplomat Swedia, juga memberikan dukungan diplomatik Swedia kepada ribuan orang Yahudi Hongaria di Budapest dengan memberikan “paspor diplomatik”.

Keluarga Wallenberg juga menyewa 32 gedung dengan dana AS dan mendeklarasikannya sebagai misi diplomatik Swedia, sehingga menempatkannya di bawah perlindungan kekebalan diplomatik.

Keluarga Yahudi Wallenberg adalah keluarga terkaya di Swedia. Keluarga Wallenberg menjalankan salah satu perusahaan bisnis paling kuat di Eropa dengan nilai lebih dari $275 juta. Serangkaian bank dan perusahaan bisnis besar

Source : IRNA News Agency

.

.

Business

Untuk Sineas, Hollyland Luncurkan Sistem Transmisi Video 4K Nirkabel Terbaru

Menawarkan kualitas video nirkabel terbaik untuk empat monitor independen pada jarak jauh

Published

on

By

Images : hollyland.com

Membumi.com

Tiongkok – Hollyland Technology meluncurkan seri Pyro, sistem transmisi video nirkabel terbaru. Seri Pyro, terdiri atas Pyro H, Pyro S, dan Pyro 7, merupakan solusi inovatif multiperson untuk mengirim dan memantau gambar lewat perangkat seluler secara nirkabel. Solusi ini dapat digunakan tim syuting iklan dan televisi berskala kecil dan menengah.

Dengan satu unit transmitter yang mendukung hingga empat receiver, sistem Pyro yang berbobot ringan ini membuat proses transmisi dan pemantauan gambar menjadi lebih fleksibel, stabil, dan profesional. Hollyland mengembangkan teknologi nirkabel Auto Dual-Band Hopping (ADH) 2,4GHz dan 5GHz secara independen. Berkat teknologi ini, seri Pyro memiliki fitur anti-inferensi yang lebih baik sekaligus mengurangi jeda (lag) dan meningkatkan rentang jarak.

Teknologi baru dan inovatif ini menawarkan keunggulan sehingga Pyro S menghasilkan kualitas video nirkabel terbaik untuk empat monitor independen pada jarak jauh, memenuhi kebutuhan sineas profesional dan kreator video.

Jangkauan hingga 400 meter (1.300 kaki) dengan kualitas video yang halus dan kejernihan yang luar biasa

Teknologi ADH Hollyland juga menjamin Pyro H dan Pyro S mengirim video nirkabel yang stabil dengan standar 4k/30fps, serta jangkauan hingga 400 meter ketika broadcast mode nonaktif. Kinerja ini menghasilkan gambar yang sangat jernih, detail, dan realistis—maka, Pyro ideal digunakan untuk aplikasi profesional.

Berkat teknologi ini, kinerja dan efisiensi sinyal transmisi pun menjadi lebih baik. Hasilnya, gambar rekaman video dapat dimonitor secara real-time dengan latensi minimal oleh seluruh kru (misalnya, sutradara, produser, staf pencahayaan, dan tenaga audio).

Mudah dikonfigurasi pengguna untuk setiap skenario penggunaan

Pengguna dapat mengoptimalkan kinerja pemantauan video menurut kebutuhan. Tampilan antarmuka mempermudah pemilihan moda agar pengguna memperoleh frame rate yang halus dan latensi rendah, atau kualitas video yang semakin jernih. Pengguna dapat menggunakan moda Smooth atau HD, bergantung pada skenario syuting.

Dengan moda Smooth, Pyro menjaga transmisi video tetap lancar, sebab bitrate diatur secara dinamis demi mencapai latensi hanya 50ms untuk transmisi video dalam jarak yang sangat jauh. Moda HD menghasilkan kualitas gambar terbaik dengan bitrate stabil yang berkisar 8-12 Mbps, bahkan dalam jarak 1.300 kaki (400m) sehingga menjamin visual tetap jernih. (Jangkauan transmisi bersifat line-of-sight, berdasarkan pengukuran laboratorium yang bebas interferensi).

Koneksi fleksibel: HDMI, SDI, Loopout

Seri Pyro menjadi solusi ideal untuk proyek syuting profesional dan pembuatan iklan berskala kecil, termasuk USB Video Class (UVC) dan Real-Time Messaging Protocol (RTMP) yang mempermudah konektivitas dan kompatibilitas perangkat, serta streaming.

Pyro H memiliki HDMI Input/Output dan Loopout agar pengguna dapat mengoneksikan kamera dan transmitter, serta mengirim sinyal ke receiver sambil memonitor proses syuting dari porta loopout. Pyro S memiliki HDMI and SDI Input/Output, cocok untuk proyek syuting profesional dan iklan berskala kecil. Pyro 7 memiliki HDMI dan SDI Input/Output serta Loopout agar pengguna dapat memilih koneksi terbaik menurut kebutuhan dan peralatan yang digunakan.

Mudah digunakan, tangguh, dan portabel

Rangka seri Pyro terbuat dari bahan campuran magnesium-aluminum berstandar industri penerbangan sehingga berbobot ringan. Di sisi lain, seri Pyro juga sangat tangguh, ideal untuk kreator video yang memiliki kebutuhan intens dan cepat bergerak. Pyro H dan Pyro S memiliki layar monitor LCD dengan warna yang tajam, baik pada transmitter dan receiver.

Maka, Pyro H dan Pyro S menawarkan akses yang mudah lewat tampilan antarmuka yang intuitif dan kemudahan memilih pengaturan cepat. Pyro 7 hadir dalam bentuk monitor nirkabel berukuran 7-inci dengan fitur terpadu yang segera diluncurkan pada Juli tahun ini.

Harga dan Ketersediaan Produk

Pyro S segera diluncurkan secara global pada 22 Mei 2024, serta dijual lewat distributor lokal dan gerai Amazon. Informasi lebih lanjut tentang sistem transmisi video nirkabel Pyro S terbaru: https://www.hollyland.com/product/pyro-s?utm_source=pr&utm_medium=media&utm_campaign=pyros Shopee: https://hollyland.info/3QUBX5N  

Sistem Transmisi Video Nirkabel Pyro S: IDR 9,990,000

Tentang Hollyland Technology

Shenzhen Hollyland Technology Co., Ltd. (Hollyland) telah menyediakan solusi profesional untuk transmisi data, audio, dan video nirkabel, serta sistem komunikasi nirkabel (wireless intercom) bagi pelanggan global sejak 2013. Hollyland menjangkau banyak segmen pasar, termasuk produksi film, televisi, produksi video, penyiaran, pertunjukan langsung (live event), ekshibisi, media penyiaran, produksi, teater, rumah ibadah, serta rumah rental. Kunjungi https://www.hollyland.com/, Hollyland Facebook, dan Hollyland Instagram.

Source : PR Newswire

.

.

Continue Reading

Entertainment

Warisan Sunan Muria

Sebuah film dokumenter pendek dalam rangka penguatan Data dan Statistik Kebudayaan dan Kebahasaan guna mendukung media pembelajaran.

Published

on

By

Tim kerja Pusdatin Kemendikbudristek / Dok. M Fikri

Membumi.com

Jakarta – Bertempat di Kabupaten Kudus pada tanggal 15 -16 Mei 2024, Jawa Tengah, tim kerja Data dan Statistik Kebudayaan dan Kebahasaan Pusat Data Teknologi dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan verval Cagar Budaya dan Museum serta pembuatan film dokumenter “Warisan Sunan Muria”

Giat ini bertujuan sebagai bentuk mendukung penguatan data statistik kebudayaan dan kebahasaan dan diharapkan juga sebagai media pembelajaran bagi kalangan pendidikan yang membutuhkan data informasi audio visual.

Ketua Tim Kerja Data Statistik Kebudayaan dan Kebahasaan Pusdatin Kemendikbud Ristek Widhi Permanawiyat mengatakan, ” verval yang dilakukan dengan meninjau objek cagar budaya ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi objek cagar budaya dan museum. ”

” Sedangkan pembuatan film dokumenter yang terpusat pada Kawasan Gunung Muria yang berjudul “Warisan Sunan Muria” sebagai bentuk penguatan terhadap dukungan Data Statistik Kebudayaan dan Kebahasaan dan diharapkan bisa menjadi media pembelajaran tentang warisan budaya benda, ” sebut Widhi.

Lebih lanjut Widhi mengungkapkan kenapa memilih “Warisan Sunan Muria” untuk dijadikan film dokumenter pendek, karena kawasan ini kompleksitasnya sangat tinggi, mempunyai cerita yang menarik terhadap sosok Sunan Muria, tentunya diharapkan bisa mengedukasi serta mendukung penguatan data statistik budaya dan kebahasaan.

” Disamping itu dalam penyusunan konsep film ini diawal kami mengunakan metode analisis, design, development untuk mengumpulan data dari Dirjen Kebudayaan, literasi, jurnal dan browsing. Serta nantinya kita akan coba melakukan implementasi pemanfaatan media ini yang akan kita masukan ke dalam portal rumah belajar, sehingga nanti kita berharap mendapatkan impact atau dampak dari evaluasi yang akan kita coba sebarkan kepada pendidik dan peserta didik diakhir tahun 2024.

Adapun naskah film dokumenter pendek ini ditulis oleh Mohammad Fikri dan di sutradari bersama Sugiarto yang bercerita dan mengungkap fakta tentang kawasan gunung Muria yang mempunyai cerita menarik untuk di diceritakan dari perspektif Sejarah dan Budaya.

” Diantaranya, kapan masjid Sunan Muria ini didirikan dan kenapa memilih puncak gunung tempat mendirikan masjidnya, peninggalan apa saja yang masih ada di Masjid Sunan Muria ini, warisan apa yang ditinggalkan sunan muria kepada masyarakat sekitar yang masih ada maupun tidak ada terkait sosial budaya, ” ungkap Fikri.

Dijelaskan bahwa, dalam perjalanan proses riset dan development konsep film dokumenter Gunung Muria ternyata kawasan gunung Muria mempunyai beberapa hal yang menarik untuk diceritakan, diantaranya pada bagian lereng-lereng gunung muria.

Berdasarkan hasil inventarisasi BPCB (d/h BP3) Jawa Tengah tahun 1988, gunung muria yang terletak di Jawa tengah yang memiliki ketinggian 1602 MDpl, di lereng utara Gunung Muria (Jepara), di lereng utara gunung terdapat Candi Angin 1 dan Candi Angin 2, sebuah bangunan berundak yang ada di puncak bukit.

” Terdapat 4 buah menhir. dan di bagian lereng selatannya (Kudus) dijumpai beberapa peninggalan arkeologi. Sementara di lereng selatan Gunung Muria, kita akan menjumpai beberapa petilasan, lingga, lepas berupa yoni, lumpang batu, dan lumping batu persegi, ” ungkap Fikri.

Makam di lereng Gunung Muria

Untuk dapat diketahui, sejarah Gunung Muria tak terlepas dari kisah penyebaran Agama Islam yang dilakukan oleh Wali Songo yang bernama Raden Umar Said atau Sunan Muria. Sehingga dikenal pula sebagai salah satu destinasi wisata religi ketika berada di Kudus.

Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga, lahir pada tahun 1450 dan memiliki nama Raden Umar Said. Kemudian beliau menikah dengan Dewi Roro Noyorono, yang merupakan putri dari Ki Ageng Ngerang.

” Dalam penyebaran Agama Islam beliau lebih menggunakan pendekatan budaya, seperti ayahnya Sunan Kalijaga menyebarkan islam dengan berkesenian melalui pertunjukkan gamelan dan wayang. Beliau wafat sekitar tahun 1551, dan dimakamkan di lereng Gunung Muria, ” ungkap Fikri.

Masjid yang menjadi simbol dakwah Sunan Muria di lereng Gunung Muria, dalam mendakwahkan Islam kepada masyarakat sekitar yang pada waktu itu banyak yang memeluk Hindu dan Budha. Pemilihan Gunung Muria sendiri disebut sebagai salah satu bagian dari identitas dan sifat Sunan Muria, yang tidak suka dengan popularitas, sehingga beliau memilih berdakwah di lereng Gunung Muria.

Salah satu peninggalan Sunan Muria yang masih asli dan ada di dalam Masjid Sunan Muria adalah Mihrab. Mihrab tersebut terbuat dari batu yang disusun tanpa semen, dimana bagian luar dihiasi dengan ukiran. Pada bagian ujung kanan dan kirinya, dihiasi dengan piringan keramik kuno. Yang berjumlah 30 an, terdiri 20 piringan kuning dan 10 piringan hijau. Umpak Batu, tempat penyangga yang masjid sebanyak empat buah yang konon dibawa dari Bali, dan sebuah bedug.

Diakhir keterangan persnya mengungkapkan hasil explorasi selama dua hari di Kawasan gunung Muria, Fikri juga mengatakan, bahwa pembuatan film dokumenter tersebut didukung oleh pemerintahan Kabupaten Kudus dan dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, yang membantu mencari sejarahwan dan budayawan yang tepat untuk bisa bercerita tentang Kawasan Gunung Muria dan warisan sunan Muria.

Diantaranya, sejahrawan yang bernama Dr. Edy Supratno, M.Hum yang mengungkap fakta sejarah gunung Muria, sedangkan budayawan Kyai Mastur yang merupakan keturunan sunan Muria yang ke 15 ini, bicara tentang nilai warisan budaya sunan Muria yang diwariskan kepada masyarakat Muria, Desa Colo dan Rahwatu.

Source : Muhammad Fikri

.

.

Continue Reading

Entertainment

Mengenai Pinangan Gelar Adat untuk Akmal Abbas, Ini Penjelasan LAMR

” Datuk Seri Lela Setia Junjungan Negeri, “

Published

on

By

Penganugerahan Gelar Adat / LAMR Images

Membumi.com

Pekanbaru – Bertempat di kediaman Kepala Kejaksaan Tinggi Riau jalan Gajah Mada, hari ini sabtu (20/4/24) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, meminang Tuan Akmal Abbas, S. H., M. H., Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, untuk dianugerahkan gelar adat. 

Adapun kepada yang bersangkutan, diserahkan seperangkat pakaian kebesaran adat untuk dipakai pada acara penganugerahan gelar adat tersebut pada akhir April mendatang. 

Rombongan LAMR dipimpin Datuk Zulkarnain Nurdin yang didampingi juru hubung Datuk Alang Afrizal dan sejumlah pengurus lainnya. Sedangkan Tuan Akmal, didampingi sejumlah pejabat Kejati Riau dan kaum kerabat dengan juru hubung Datuk Syaukani al-Karim. 

Akmal Abbas bersama sejumlah pengurus LAMR

Menurut Kepala Sekretariat LAMR, pemberian gelar adat itu melalui usulan dan tapisan yang mendalam di LAMR. ” Usulan dari warga, malahan telah mulai mengalir, begitu Tuan Akmal dilantik sebagai Kajati Riau akhir Oktober 2023. Dia satu dari dua anak jati Riau, menegang tampuk tertinggi di kejaksaan Riau selama Lembaga itu wujud sampai sekarang di Riau, ” sebut Datuk Fadhli.

Sebagaimana rilis yang disampaikan kepada redaksi, bahwa posisi tersebut dicapai Akmal Abbas dengan usaha keras. Ia memberikan inspirasi bahwa sesungguhnya, putra tempatan pun tidak terhalang untuk berbuat lebih baik dari apa yang ada. 

Disampaikan juga bahwa kenyataan itu didukung pula oleh capaiannya yang bertugas ke berbagai daerah di Indonesia antara lain ke Aceh dan Papua. Termasuk soal terjadinya lonjakan penanganan kasus di Kejati Riau, dari sekitar 5.000 kasus tahun 2023 menjadi lebih dari 7.000 kasus pada tahun 2024, padahal tahun 2024 baru empat bulan berjalan. 

Tuan Akmal sendiri tidak menyangka bahwa dirinya diapresiasi sedemikian rupa. Adapun setelah bertanya kiri dan kanan, Tuan Akmal pantas menerima gelar yakni ” Datuk Seri Lela Setia Junjungan Negeri, “ sebut Datuk Fadhli yang juga Sekretaris DPH LAMR.

Akmal Abbas dan istri, bersama sejumlah pengurus LAMR

Dijelaskan juga bahwa makna gelar tersebut adalah, seseorang yang mempunyai gerak gerik dan perilaku yang baik, dan ia mampu menggunakan kemampuan dan kekuatannya dalam menyangga maupun memuliakan negeri sesuai dengan alur dan patutnya.

Dari pantauan awak media hingga keterangan pers ini disampaikan, Sekretariat LAMR masih melakukan berbagai persiapan jelang Anugerah Gelar Adat yang yang rencananya prosesinya dilaksanakan akhir April ini.

Source : Sekretariat LAMR

.

Continue Reading

Trending