Headlines
Sederet Persoalan Berdampak Akibat Ketidakadilan Fiskal

Membumi.com
Pekanbaru – Setelah mendengarkan sejumlah pemaparan Abdullah dari Komisi III DPRD Riau dan sejumlah kenyataan pahit terkait pidato Nota Keuangan Presiden yang dianggap tidak adil terhadap kondisi fiskal di Daerah, diskusi kebangsaan ke 4 kemudian dilanjutkan oleh pemaparan dari Syaed Lukman selaku pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia.
“ Dengan kenyataan seperti ini tentu kita berpikir berani ndak kita mencoba berani ndak kita mengganti sistem, mau siapapun pemimpinnya kenyataan seperti ini. Apa yang disampaikan pak Abdullah tadi masalah fiskal itulah logika terbalik yang selama ini dibangun pusat, “ ungkap Syaed Lukman.
Pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia menggaris bawahi bahwa fiskal yang selama ini kerannya dari pusat sebenarnya sumbernya dari daerah, seperti pendapatan minyak, pertambangan perkebunan dan lainnya.
“ Setelah pendapatan itu masuk kepusat, terbalik ! justru kita yang mengharapkan sedekah, hingga kita masuk sedalam kategori fukaroh dan masakin ! Ini kenyataan, saya katakan ini tidak adil. Makanya kalau tetap kita bertahan dengan sistem sentralistik percuma kita berjuang ! “ ungkap Syaed Lukman.
Baca : Minus ! Dalam Diskusi ke 4 Terungkap Soal Kondisi Keuangan Riau
Lebih lanjut Syaed Lukman mengajak untuk bersama sama melakukan perubahan dan mengungkapkan bahwa kondisi keuangan Riau yang sangat luar biasa sebagaimana disampaikan oleh Abdullah dari Komisi III DPRD Provinsi Riau.
“ Hari ini kita kehilangan beasiswa untuk mahasiswa, yang ada mempertahankan beasiswa yang ada. Artinya kita tidak mampu menyiapkan SDM yang baik untuk kedepan. Hari ini diharapkan MUI dapat memperbaiki ummat ? Anggarannya cuma Rp. 250 juta ? untuk operasionalnya aja Rp. 600 juta. Bagaimana kita mau bicara untuk dakwah ? “ tanya Syaed Lukman menambahkan.
Tokoh masyarakat Riau ini juga mengungkapkan bahwa kenyataan terkait persoalan minusnya anggaran untuk pembangunan Riau kedepan akan merembet ke Beasiswa, KONI, Lembaga Adat dan lainnya.
Baca : Soal Pidato Nota Keuangan Presiden, Daerah Kembali Tak Dianggap
“ Semuanya itu tergerus karena sistem, saat ini kita diharapkan dengan paradigma bahwa kita (daerah) ini bersalah ! Itu yang muncul akibat pemerintah pusat melihat persoalan penangkapan sejumlah kepala daerah, itu alibi mereka ! “ sebut Pembina Aspirasi Negara Federal Indonesia ini menjelaskan.
Syaed Lukman juga mengungkapkan sejumlah persoalan yang timbul dan terjadi didaerah terkait persoalan anggaran yang minus yang bersumber dari sistem sentralistik yang tidak memberikan keadilan kepada daerah.
“ Hari ini hampir semua penghasilan dibawa kepusat, kita jangan bangga bawa kita ini adalah daerah minus, minyak sudah diambil, laut sudah diambil, sungai sudah diambil, yang mau diolah ini apa ? Jadi sentralisasi ini yang harusnya dihilangkan ! “ ungkap Syaed Lukman.
Bersambung..
.

.

.

.




