Connect with us

Headlines

Sidang Kasus Hotel Kuansing Bergulir, Sejumlah Fakta Mulai Terkuak

Saksi : ” Ide pembangunan Hotel Kuansing adalah berasal dari Sukarmis “

Published

on

Sejumlah Saksi diambil Sumpah, Sidang Kasus Dugaan Korupsi Proyek Hotel Kuansing di PN Pekanbaru

Membumi.com

Pekanbaru – Bertempat di ruang sidang utama Pengadilan Negeri jalan Teratai (28/3/24) Ba’da Zuhur, sidang lanjutan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Hotel Kuansing kembali digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi – saksi.

Sejumlah fakta menarik terungkap dalam sidang lanjutan yang dipimpin oleh Hakim Jefri Mahyeldo Harahap, diantaranya keterangan saksi yang hadir dari tim Penyusun Studi Kelayakan kasus Pembangunan Hotel Kuansing.

Hadir memberikan keterangan diantaranya Dr. Mubarak, Prof Thamrin, Prof. Hamidi, Prof. Aras dan sejumlah saksi lainnya yang tergabung dalam Tim Penyusun Studi Kelayakan kasus proyek pembangunan Hotel Kuansing.

Diantara keterangan menarik sebagaimana disampaikan para saksi tersebut diantaranya mengungkapkan, bahwa lokasi awal pembangunan hotel Kuansing adalah berada disamping wisma jalur (2012) dan tim studi kelayakan menyatakan tidak pernah mengubah lokasi tersebut.

Baca : Hakim Sempat Tegur Sukarmis, Sidang Tipikor Hotel Kuansing

Tim Studi yang terdiri dari sejumlah Profesor Doktor tersebut juga menyatakan bahwa sebelumnya pihaknya tidak pernah menerima dokumen pendukung seperti Renstra atau RPJMD dalam melakukan penyusunan dokumen studi kelayakan tersebut.

Tim yang dipimpin oleh Prof. Thamrin tersebut juga mengaku ditahun 2012 tersebut pernah merekomendasikan agar pemerintah daerah membentuk semacam badan usaha dalam menjalankan fungsi bisnisnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.

Namun anehnya, saksi juga mengungkapkan bahwa waktu itu tim ahli dari UNRI sebelumnya tidak pernah diberikan SK sebagai Tim Studi Kelayakan Hotel Kuansing oleh Pemkab Kuansing dan mengaku baru diberikan belakangan oleh jaksa.

Menariknya, Dr. Mubarak, Prof Thamrin, Prof. Hamidi dan sejumlah Tim Studi lainnya kompak menyatakan tidak mengetahui bahwa belakangan terjadi perpindahan lokasi pembangunan hotel ke tanah sebelah gedung Abdur Rauf.

” Niat kami hanya ingin menolong, dan kalau ada tambahan atau kekurangan dalam studi kelayakan, maka kami akan turun kelapangan, “ sebut salah satu tim yang mengaku menerima honor Rp. 4 juta.

Baca : Jawaban Sukarmis Berubah-ubah, Ini Kata Hakim Tipikor

Asrul Hamidi (terdakwa) dalam keterangannya justru membantah keterangan para saksi yang menyatakan tidak pernah mengenal para saksi, bahkan menyatakan bahwa dirinya pernah melakukan ekspos bersama Tim Studi di Bapenda Kuansing.

Asrul Hamidi juga membantah bahwa Tim Studi tidak menerima SK dari Bupati (Sukarmis), termasuk mengenai rencana pemindahan lokasi pembangunan hotel kuansing, yang menyatakan bahwa dirinya (waktu itu) telah komunikasi dengan tim, dan akan berikan buktinya.

Saksi lain yang juga hadir yaitu Ibnu Rusdi selaku mantan Kasubdit Pemukiman dan prasarana wilayah dan Burhanuddin ST yang merupakan mantan Kepala Dinas Cipta Karya, yang membenarkan keterangan BAP nya, bahwa adalah ide pembangunan Hotel Kuansing adalah berasal dari Sukarmis.

Hal menarik lainnya, bahwa Penasehat hukum Asrul Hamidi (terdakwa) menyampaikan bukti tambahan kepada hakim, yaitu LHP BPK tahun 2016 yang isinya tidak berkaitan soal temuan perpindahan lokasi, namun lebih kepada temuan proyek pembangunan Hotel Kuansing.

Baca : Sambangi Gedung Merah Putih, Thabrani Minta KPK Ambilalih Penanganan Perkara Skandal Mega Proyek Tiga Pilar

Salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sempat kami pertanyakan komitmenya dalam mengungkap kasus korupsi Proyek Tiga Pilar senilai Ratusan Milyar terkait diserahkannya bukti LHP BPK oleh PH terdakwa tersebut mengatakan,

” Kami mendasari dakwaan kami ini adalah laporan hasil audit, bukti – bukti surat akan kami buktikan nanti di persidangan, “ ungkap Ricardo yang juga menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi data LHP BPK.

Berdasarkan penelusuran awak media, selain LHP BPK tahun 2016, ternyata terdapat juga LHP BPK baru yang terbit tahun 2023, dengan kerugian negara terkait kasus Hotel Kuansing senilai Rp.19 Milyar. Sidang kembali dilanjutkan Rabu (3/4/24).

.

.

.

Figur

Said Lukman : ” Putusan MK Icak – Icak, Tah Buayo Tah Katak “

” Hakim itu ada tiga, satu orang di surga dan dua orang berada di neraka. “

Published

on

By

Said Lukman Images

Membumi.com

Pekanbaru – Menjawab putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 dalam perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (PHPU Presiden) Tahun 2024. Said Lukman dalam keterangan persnya mengatakan.

Amar putusan MK Nomor 1/PHPU.PRES-XXII/2024 yang menolak seluruh permohonan Paslon 01 pada senin (22/4/2024) di Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta Pusat adalah dalil pembenaran tidak dapat diterima akal sehat sebut Lukman.

“ Sebagaimana dikutip situs Mahkamah Konstitusi RI bahwa dalih atas enam klaster sebagaimana dikelompokkan MK tersebut adalah keputusan yang liar. Putusan MK itu seperti tidak berdosa, tidak ada beban dan tidak punya rasa malu atau bersalah, “ sebut Lukman.

” mengenai memasukkan unsur pemerintah lebih dari tiga orang ihwal pengangkatan tim seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) oleh Presiden, jelas melanggar Pasal 22 ayat (3), namun ajaibnya MK menyatakan hal tersebut dianggap tidak beralasan menurut hukum, ” tambah Aktivis Islam ini.

Baca : Sentimen Negatif Dominasi Medsos Usai Putusan MK Terkait Pilpres 2024

Dalil pembenaran MK yang tidak menemukan fakta adanya keberatan dari DPR berkenaan dengan komposisi anggota tim seleksi karena sebagian dari besar fraksi DPR yang merupakan kepanjangan tangan partai politik pendukung Anies-Muhaimin mustinya mengajukan keberatan sejak awal.

Kemudian mengenai Bawaslu yang tidak menindaklanjuti dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Pasangan Capres nomor 02 yang didalilkan kurang bukti materil menurut Lukman MK hanya mencari dalih pembenaran. 

Apalagi soal fakta adanya intervensi dalam perubahan syarat pasangan calon dan dalil Pemohon berkenaan dengan dugaan ketidaknetralan KPU dalam memverifikasi dan menetapkan pasangan calon yang menguntungkan Capres nomor urut 02. Mustinya MK membatalkan atau mendiskualifikasi Capres 02, ini malah disebut tidak beralasan, rusak – rusak ! ” sebut Lukman sambil mengucap.

” Dah jelas Paman Budak tu keno sanksi etik, bahkan tecampak dari kursi Ketua MK, malah dalam putusan ini, MK mendalilkan bahwa tindakan KPU yang langsung menerapkan Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tanpa mengubah Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 adalah tidak melanggar hukum, ” sebut Lukman.

Baca : MKMK Berhentikan Anwar Usman dari Jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi

Diakhir keterangan persnya, Said Lukman mengingatkan kembali sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Daud, tentang tiga jenis hakim.

Hakim itu ada tiga, satu orang di surga dan dua orang berada di neraka. Yang berada di surga adalah seorang laki-laki yang mengetahui kebenaran lalu menghukumi dengannya, seorang laki-laki yang mengetahui kebenaran lalu berlaku zalim dalam berhukum maka ia berada di neraka, dan orang yang memberikan keputusan untuk manusia di atas kebodohan maka ia berada di neraka.” Nah

.

.

Continue Reading

Business

Cinta Bumi, PIS Sukses Tekan Emisi 25,4 Ribu Ton Setara CO2

Komitmen dan wujud kecintaan PIS untuk menjaga kelestarian bumi demi generasi masa depan.

Published

on

By

Dok. PT Pertamina International Shipping (PIS)

Membumi.com

Jakarta – PT Pertamina International Shipping (PIS) menunjukkan komitmennya untuk mendorong dekarbonisasi di sektor industri maritim sekaligus wujud kecintaan PIS untuk menjaga kelestarian bumi demi generasi masa depan.

Corporate Secretary PIS Muh. Aryomekka Firdaus memaparkan, PIS terus meningkatkan upaya dekarbonisasi dalam menjalankan operasional bisnis maupun kegiatan penunjang lainnya. “Upaya ini terbukti berhasil, di mana tercatat data dekarbonisasi PIS terus menunjukkan progress signifikan di setiap tahunnya,” ujar Aryomekka, Selasa (23/4).

Tahun 2023,  PIS sukses mencatat penurunan angka emisi karbon sebanyak 25.445 ton setara CO2 (CO2e). Angka ini bahkan melewati hingga 54% target penurunan emisi PIS yaitu di kisaran 11.659 ton setara CO2.

“Emisi karbon di tahun 2023 ini juga berhasil ditekan sangat signifikan jika dibandingkan dengan realisasi di tahun 2022 yang berada di 6.866 ton setara CO2, atau naik hingga 270%,” tambah Aryomekka.

Keberhasilan ini, kata Aryo, dilakukan dengan melakukan 9 langkah utama yang terbagi dengan 3 kategori yakni, upaya menekan emisi CO2 dengan Greenhouse Gases (GHG) atau pencegahan efek rumah kaca, Non Greenhouse Gases untuk emisi non karbon, dan penekanan emisi melalui pelestarian ekosistem atau Nature and Ecosystem Based Solutions (NEBS) .

Upaya yang dilakukan untuk pencegahan efek rumah kaca atau GHG antara lain; pemanfaatan biofuel untuk kapal-kapal PIS di mana 50% kapal yang dioperasikan sudah memanfaatkan Bio Fuel, pengoperasian kapal-kapal berteknologi dual fuel seperti Very Large Gas Carrier (VLGC) yang lebih ramah lingkungan, instalasi peralatan energy saving device  di kapal-kapal, pemasangan solar panel, efisiensi operasional, serta upaya lainnya yang sesuai dan memenuhi sertifikasi Energy Efficiency Existing Ship Index (EEXI) dan Carbon Intensity Indicator (CII).

Sementara, untuk upaya Non GHG langkah yang telah dilakukan antara lain adalah pemasangan ballast water treatment system di lebih 70% kapal PIS untuk mencegah transfer dan penyeberan spesies akuatik yang invasif ke perairan tujuan, serta pemasangan scrubber untuk menyaring gas buang kapal.

“Aksi mencintai lingkungan lainnya yakni PIS juga telah menanam 6.523 pohon mangrove, tidak hanya di wilayah operasional dan terminal PIS, tetapi juga area lainnya sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BerSEAnergi untuk Laut,” katanya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi di bulan April ini, PIS terus mendorong armadanya untuk mengadopsi teknologi baru dan operasional ramah lingkungan yang dapat menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi. Selain itu, perusahaan juga aktif melakukan peremajaan armada, memastikan tanker-tanker baru memenuhi regulasi skala global sekaligus menjaga lingkungan.

Source : pressrelease.id

.

Continue Reading

Headlines

LAMR Terima Kunjungan PKDN Sespimti Polri

PMDN Sespimti Polri melaksanakan tugas belajar dan penelitian kebijakan strategis

Published

on

By

Dok. Kunjungan PKDN Sespimti Polri di LAMR (23/4/24)

Membumi.com

Pekanbaru – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, menerima kunjungan peserta Praktik Dalam Negeri  Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian Republik Indonesia (PMDN Sespimti Polri),  Selasa petang (23/4). 

” Pertemuan ini dengan penuh persahabatan, diisi juga dengan saling tukar informasi dan harapan kepada para calon bintang tersebut, ” sebut Datuk Fadhli selaku Sekretaris DPH LAMR.

Hadir Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat  (MKA) Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil.  Selain itu terlihat juga  pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) yang lain seperti Datuk H. Rustam Efendi, Datuk H. Tarlaili, dan Datuk M. Fadhli. 

Dari PMDN Sespimti Polri,  hadir Kombes Pol Dr. H Juli Agung P, SH SIK M.Hum, Kombes Pol Teddy Ristiawan, SH, S.IK, Kombes Pol Anang Djunaedi, S.IK MH,  dan olonel Pom Anang Sanjaya SH M.Hum. Mereka sudah berada di Pekanbaru sejak Senin. 

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Dr. H Juli Agung P, SH SIK M.Hum menyampaikan, bahwa mereka hadir di Pekanbaru untuk melaksanakan tugas belajar dan penelitian kebijakan strategis guna mencapai tujuan organisasi dalam mengelola kegiatan kepolisian. 

PMDN Sespimti Polri berikan cendermamata ke pengurus LAMR

” Adapun maksud khusus kedatangan dari pihak PMDN Sespimti Polri tersebut guna penguatan cooling system di Polda Riau, dalam rangka mendukung Pengamanan Pemilu 2024 agar terwujud stabilitas keamanan dalam negeri, ” sebut Datuk Fadhli menambahkan.

Intinya mereka menyimpulkan, bahwa Riau amat kondusif. Hal tersebut antara lain tercapai berkat dorongan masyarakat secara luas yang memang diusahakan oleh berbagai pihak, termasuk LAMR. 

Datuk-datuk LAMR juga menyampaikan rasa gembira karena dikunjungi calon petinggi Polri itu. Mereka juga menilai tema yang diusung dalam kunjungan tersebut sangat tepat yakni strategi Polri menjaga stabilitas kamtibmas dalam Pesta Demokrasi 2024  menuju Indonesia emas.

Tak lupa pula disampaikan pihak LAMR terkait persoalan bahwa Riau masih rawan narkoba. Selain itu, persoalan sengketa lahan termasuk tanah ulayat, masih sangat besar.

Source : Sekretariat DPH LAMR

.

.

Continue Reading

Trending