Figur
Lima Pesan Alm. H. Tengku Muchtar Anum (Mangku Bumi Mangku Diraja)

Membumi.com
Siak – Bertempat diruang pertemuan Lembaga Adat Melayu (LAM) Siak Sri Indrapura (23/08/26). Tampak hadir jemputan khusus Ketua MKA Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Ketua MKA, DPH dan DKA LAM Siak, Pengetua Kekerabatan Keluarga Sultan Siak, perwakilan keluarga besar dari Kuala Lumpur, mantan Gubernur Riau Wan Abu Bakar, Budayawan H. O.K Nizami Jamil, Suryadi Khusaini dari zuriat Kerajaan Mataram dan Syaed Lukman selaku pembina Forum Aspirasi Negara Federal Indonesia serta Habib Umar Almasyhur, cerdik pandai, tokoh masyarakat hingga tetua adat.
Selain itu juga tampak hadir dari ahlul bait yaitu Tengku Yendra Zulfan, Tengku Nurida Yunita, Tengku Fawani Delifia, dan Tengku Said Muhammad Amin serta Keluarga besar Wan, Tengku dan Syaed dari zuriat Kerajaan Siak Sri Indrapura yang berhimpun pepat dalam majelis do’a dan tahlil mengenang alm. T. M. Muchtar Anum (Mangku Bumi Mangku Diraja).
“ Pasir suasa, diatas pelepah, Dialas tungku menjadi Baja, Mengenang jasa mengujung Marwah, Mangku Bumi Mangku Diraja, “ sebut Tengku Fahrul Gafar yang diberi mandat membacakan manaqib alm. T. M. Muchtar Anum bin Tengku Anum bin T. Sukma Dewa bin Sultan Assayyidis Syarif Ismail Abdul Jalil Syaifuddin, Lahir di Siak Sri Indrapura pada 10 November 1934.
Hal yang menarik selain pembacaan silsilah keturunan Alm. Tengku Muchtar Anum yang menikah dengan T. Raudha binti T.S. Mahdar bin Utsman bin Muhammad bin Ali bin Alwi bin Ali bin Al-Imam Al-Quthb Al-Allamah Al-Habib Husain (Shohibil-Wilayah) yang dikaruniai 5 (lima) orang putra dan putri yaitu alm. T. Defendra Irfan, T. Yendra Zulfan, T. Nurida Yunifa, T. Fawani Delifia, dan T. Indra Jaya Kelana ini dijelaskan.
Baca : HNW : Indonesia Tegak Berdiri Di Atas Pengorbanan Dan Kesepakatan Para Pendiri Bangsa
Bahwa sebelum Alm. menghembuskan nafas terakhirnya pada 17 Agustus 2023 tepat pada peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia, alm. membawa pesan tersirat bagi seluruh kaum kerabat terlebih-lebih lagi kepada seluruh zuriat Kerajaan Siak Sri Indrapura Al Mustanjid Billaah, agar senantiasa menjaga tali silaturahmi serta melanjutkan titik peluh ikhtiar beliau yang telah menggagas dan menghimpun seluruh zuriat dan kaum kerabat dalam satu paguyuban bernama Lembaga Kesultanan Siak Sri Indrapura.
“ Sabung bukan seberang teluk, Teluk petang sambung bekait, Rebung bukan sembarang pucuk, Tumbuh menjulang menggalah langit, “ ungkap Gafar menambah sebait pantun.
Berikutnya juga disebutkan bahwa Alm. telah menyampaikan beberapa harapan dan pesan kepada seluruh keluarga besar generasi sesudah beliau, khususnya kepada anak-anak dan cucu-cicitnya sebagai bentuk cinta dan kasih sayangnya terhadap masa depan negeri Riau yang dicintai sekaligus sebagai pengingat dan peringatan akan perlunya kesadaran yang berketerusan tentang pentingnya memelihara negeri, merawat jati diri dan menyambung tali silaturahmi.
Pertama, Yang beliau sampaikan adalah perlunya secara terus menerus menghidupkan kembali kegairahan syiar agama di tengah masyarakat kita. Dahulu, di rumah-rumah panggung milik penduduk negeri siak, saban malam kita mendengar anak-anak belajar mengaji. Oleh karena itu, hendaklah dikekalkan bagi anak cucu kita untuk terus mengaji disetiap rumah mereka dalam mengisi malam-malam di setiap perkampung.
Baca : 180 Ribu Warga Siak Miskin, Afni Desak Pabrik Kelapa Sawit Buka Lowongan Massal
Kedua, perlu dipikirkan sebuah cara agar tanah-tanah pekuburan yang ada disetiap wilayah yang dimulai dari pemimpinnya agar selalu ikut merawat secara berkelanjutan. Pemimpin pada tingkat yang lebih tinggi seperti walikota/bupati dan gubernur, juga diharapkan tidak hanya setakat merawat makam pahlawan saja, tetapi juga memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap tanah pekuburan rakyat.
Ketiga, masjid-masjid di perkampungan yang kurang terawat agar diberikan perhatian khusus. Jika perlu buatkan aturan yang mewajibkan pemerintah daerah memberikan subsidi secara periodik.
Keempat, seluruh elemen masyarakat dengan dukungan pemimpin disetiap wilayah hendaknya menghidupkan kembali organisasi-organisasi sosial agar hubungan antar anggota masyarakat bisa dirajut kembali, dengan terbinanya hubungan antar warga dalam masyarakat diharapkan pula terbinanya kembali hubungan manusiawi yang hakiki.
Kelima, pemerintah dan pihak-pihak swasta hendaknya memperbanyak lapangan kerja untuk membangkitkan ekonomi rakyat. Beliau berharap Pemerintah Daerah selain punya kewenangan juga punya kewajiban untuk memperbaiki taraf hidup masyarakatnya. Buatlah terobosan-terobosan inovatif dan kreatif demi perbaikan ekonomi rakyat. Berpikirlah untuk rakyat secara keseluruhan, bukan untuk golongan apalagi untuk diri sendiri. Mari belajar dari keikhlasan para pejuang dan pendiri negeri.
.

.

.

.





